Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Dapat Honor Rp 50 Juta per Bulan, Dua Tenaga Ahli Gubri Wahid Diangkat Secara Ilegal

Dapat Honor Rp 50 Juta per Bulan, Dua Tenaga Ahli Gubri Wahid Diangkat Secara Ilegal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Dua orang tenaga ahli Gubri Wahid ternyata diangkat secara ilegal. Namun, masing-masingnya tetap dapat honor Rp 50 juta tiap bulan.

Penunjukan Dani M Nursalam dan Tata Maulana sebagai tenaga ahli Gubri Wahid jadi sorotan dalam lanjutan sidang korupsi terkait pemerasan Dinas PUPR-PPKP Riau, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (09/04/26).

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa sejak 2025, secara regulasi pengangkatan tenaga ahli gubernur sudah tidak diperbolehkan dan tidak dianggarkan dalam APBD Riau.

“Berdasarkan kajian Bappeda dan Biro Hukum Provinsi Riau, tidak ada dasar hukum yang sah untuk pengangkatan tenaga ahli,” kata Syahrial di hadapan majelis hakim yang diketuai Delta Tamtama.

Meski demikian, Dani M Nursalam dan Tata Maulana tetap diangkat menjadi tenaga ahli atas perintah Gubri Wahid, serta dituangkan dalan Surat Keputusan (SK). “Kalau lihat SK-nya ditetapkan pak Gubernur (Abdul Wahid, red),” ungkapnya.

Sekdaprov menjelaskan, tidak lagi boleh adanya tenaga ahli gubernur, sebenarnya telah disampaikan oleh Kemendagri. Namun, Gubri Wahid saat itu tetap meminta Dani M Nursalam dan Tata Maulana sebagai tenaga ahli.

Karena tidak ada dasar hukum yang sah untuk pengangkatan tenaga ahli, maka dalam APBD tidak lagi dianggarkan gaji maupun tunjangan untuk tenaga ahli.

“Kok mau pak Dani Nursalam ini bekerja tanpa digaji,” tanya JPU KPK Meyer Voltak Simanjuntak dengan dana heran dalam persidangan.

Mendengar pertanyaan itu, Sekdaprov hanya diam. Namun, berbeda dengan Dani M Nursalam yang duduk di jajaran kursi Tim Advokat, dia terlihat tersenyum.

Meski tidak mendapatkan gaji, khusus untuk Dani M Nursalam juga dilibatkan dalam proyek pembangunan Islamic Center Riau dan tim percepatan pembangunan kawasan Bukit Bandar pada 2025. Namun kedua proyek itu tidak terwujud.

Jaksa juga menyinggung kontribusi yang diberikan Dani M Nursalam selama menjadi tenaga ahli gubernur. “Sebagai tenaga ahli ada beri masukan atau analisa?” tanya jaksa.

Mendengar hal itu, Syahrial menjawab dengan tegas. “Tidak pernah, saya juga tidak tahu apa yang dikerjakannya,” ungkap Sekdaprov.

Tidak sampai di situ, jaksa juga mencecar uang operasi sebesar Rp 50 juta yang diterima Dani M Nursalam, setiap bulannya. “Fakta kalau ada terima Rp 50 juta per bulan, bagaimana”? sebut jaksa

“Tidak tahu,” jawab Syahrial singkat.

Berbeda dengan ajudan Gubri Wahid bernama Marjani. Dijelaskan Sekdaprov, dia diangkat dengan SK resmi, sehingga memiliki dasar hukum yang sah untuk pengangkatan dan gaji.

“Dia (Marjani) menerima gaji, ada amprah,” sebutnya.

Diketahui, Dani M Nursalam diduga bersama Gubri Wahid dan Kadis PUPRPKPP Muhammad Arief Setiawan, serta ajudannya Marjani, memaksa para kepala UPT Jalan dan Jembatan untuk menyerahkan sejumlah uang.

Peristiwa tersebut terjadi dalam rentang April hingga November 2025 di sejumlah lokasi di Pekanbaru, termasuk rumah dinas gubernur, kantor dinas, hingga kediaman pihak-pihak terkait. JPU KPK mengungkap. Praktik korupsi tersebut bermula dari arahan Abdul Wahid dalam rapat pada 7 April 2025 di rumah dinas gubernur.

Dalam pertemuan itu, para pejabat diminta untuk patuh terhadap pimpinan dengan pernyataan “matahari hanya satu”, disertai ancaman mutasi bagi yang tidak mengikuti perintah.

Setelah Pemerintah Provinsi Riau menetapkan pergeseran anggaran tahun 2025 dengan nilai ratusan miliar rupiah, para kepala UPT disebut diminta menyetorkan “fee” sebagai bentuk loyalitas.

Permintaan tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas PUPRPKPP dan perantara lainnya. Awalnya, para kepala UPT hanya menyanggupi setoran sekitar 2,5 persen dari anggaran. namun jumlah itu kemudian dinaikkan menjadi 5 persen atau sekitar Rp7 miliar.

Para pejabat disebut terpaksa menyetujui permintaan tersebut karena adanya tekanan dan ancaman pencopotan jabatan. Setoran uang dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, terkumpul Rp 1,8 miliar, diikuti tahap kedua sebesar Rp 1 miliar, dan tahap ketiga Rp 750 juta. Total uang yang terkumpul mencapai Rp 3,55 miliar.

Dalam dakwaan juga diuraikan bahwa sebagian uang tersebut disalurkan kepada Abdul Wahid melalui perantara, serta digunakan untuk berbagai kepentingan non-kedinasan, termasuk kebutuhan pribadi dan kegiatan tertentu.

JPU KPK menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 12 huruf e Juncto Pasal 18 Undang-Undang (Uau) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UI RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • MALING Sawit di Medang Kampai Kepergok Pemilik Kebun

    MALING Sawit di Medang Kampai Kepergok Pemilik Kebun

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    DUMAI, detak24com – Unit Reskrim Polsek Medangkampai mengungkap kasus tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di Jalan Arifin Ahmad RT. 002 Kelurahan Guntung Kecamatan Medangkampai. Kapolsek Medangkampai AKP Edwi Sunardi, dirilis Senin (31/07/23), mengatakan dalam kasus yang diungkap pada Sabtu (29/7/2023), aparat menangkap dua tersangka dua tersangka berinisial NS (22) dan DA (21). “Bermula saat […]

  • RATUSAN Masyarakat Hadiri Sidang Kasus Penyegelan Kantor Desa Senama Nenek

    RATUSAN Masyarakat Hadiri Sidang Kasus Penyegelan Kantor Desa Senama Nenek

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    BANGKINANG, detak24com  – Lima orang warga Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, Kampar yang ditetapkan sebagai terdakwa penyegelan pintu masuk kantor desa setempat menjalani sidang perdana di PN Bangkinang, Rabu (02/08/23). Dalam sidang tersebut dihadiri oleh Tim Advokat Pejuang Keadilan (Tapak) Riau sebagai kuasa hukum warga, serta ratusan warga yang simpatik kepada tersangka. Untuk diketahui, […]

  • KELURAHAN Balik Alam Laksanakan Musrenbang Usulan Pembangunan Tahun 2025

    KELURAHAN Balik Alam Laksanakan Musrenbang Usulan Pembangunan Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Kelurahan Balik Alam menggelar Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) untuk tahun 2025 di kantor lurah Jalan KH Ahmad Dahlan, Senin (20/11/23). Musrenbang yang bertujuan untuk menampung usulan pembangunan dari tingkat bawah tersebut, dibuka oleh Camat Mandau Riki Rihardi SSTP MSi. Turut mendampingi Lurah Balik Alam M Syahril Rahman SSTP, Kasi PMD M Faizal, Kasi […]

  • CATAT! BBPOM Temukan 27 Produk Serta Dua Takjil Mengandung Boraks 

    CATAT! BBPOM Temukan 27 Produk Serta Dua Takjil Mengandung Boraks 

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menemukan 27 kaleng produk kadaluarsa dan dua sampel makanan mengandung boraks dan rhodamin B. Produk-produk mengandung bahan berbahaya ini ditemukan saat BBPOM Pekanbaru melakukan pengawasan pangan saat Ramadan 1444 Hijriah.  Pengawasan dilakukan sebagai upaya pengawalan mutu dan keamanan pangan di sarana distribusi pangan dan […]

  • PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polres Simalungun Cokok Dua Pengedar di Kebun Jagung Nagori Pematang

    PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polres Simalungun Cokok Dua Pengedar di Kebun Jagung Nagori Pematang

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN, detak24com – Polisi tangkap dua pengedar dalam penggerebekan kampung narkoba di kebun jagung Jalan Mawar Ujung Nagori Pematang, Kecamatan Siantar. Informasi dirangkum di Mapolres Simalungun, Selasa (30/04/24), penggerebekan kampung narkoba di kebun jagung Jalan Mawar Ujung berlangsung tegang, Senin (29/04/24) sekitar pukul 18.00 WIB. Kejar-kejaran petugas dan para pelaku terjadi lantaran pelaku hendak melarikan […]

  • Dua Warga Buatan Lestari Siak Kurir Sabu 15 Kg, Penggerebekan Narkotika di Rumbai

    Dua Warga Buatan Lestari Siak Kurir Sabu 15 Kg, Penggerebekan Narkotika di Rumbai

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Dua warga Buatan Lestari, Siak inisial AP (25) dan AW (37) dibekuk dalam kasus sabu 15 Kg di Rumbai, Pekanbaru. Direktur Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira mengatakan tersangka AP (25) dan AW (37) tertangkap di Kampung Buatan Lestari, Kecamatan Bunga Raya, pada Kamis (12/6). “Berawal pada Hari Rabu (11/06/25), kami […]

expand_less