Pergi ke Kebun, Petani di Nagari Kajai Talamau Tewas Disapu Banjir
- account_circle Redaksi
- calendar_month 49 menit yang lalu
- print Cetak

Tim SAR dan warga mengevakuasi jasad petani yang tewas di Talamau. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PASAMAN BARAT, detak24.com – Seorang petani bernama Yempino Wisman (49), ditemukan tewas dekat pinggiran sungai Kenagarian Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, Ahad (26 /07/26).
Kepala Tim Reaksi Cepat Pasaman Barat Kuria Sakti, menginformasikan bahwa korban merupakan warga Banir Tambuk, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.
“Korban diduga kuat tersapu arus sungai dan hanyut, mengingat hujan deras di daerah tersebut akhir-akhir ini,” ujarnya.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tim gabungan menemukan jasad korban pada hari Ahad (26/07/26) jelang malam sekitar pukul 18.20 WIB.
“Setelah dievakuasi dari aliran sungai jasad Yempino dibawa ke Puskesmas untuk divisum. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.
Diberitakan, seorang petani hilang di Pasaman Barat setelah pergi ke kebun pada Sabtu (25/07/26).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Abdul Malik, mengatakan bahwa petani tersebut bernama Yempino Wisman (49), warga Banir Tambuk, Jorong Limpato, Kecamatan Talamau.
“Kita menerima laporan resmi dari warga setempat perihal hilangnya korban pada Ahad 26 juli 2026 sekitar pukul 13.50 WIB. Setelah itu diberangkatkan 9 personel darip Pos SAR Pasaman menuju lokasi kejadian sekitar pukul 13.58 WIB.l,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima tim SAR, korban berangkat ke kebun pada hari Sabtu pagi seperti rutinitas keseharian yang biasa dilakukan. Namun, korban tak kunjung kembali sampai tengah malam, dan ponselnya tidak dapat dihubungi.
“Malam itu juga warga mencari korban sepanjang jalur pelintasan dan lokasi kebun. Karena tidak dapat menemukan korban, sehingga dilaporkan pada tim SAR Pasaman,” sebutnya.
“Tim SAR fokus melakukan pencarian di area perkebunan. Personel dibekali peralatan navigasi darat dan perlengkapan pendukung lainnya,” pungkasnya. (Red)
Reporter : Joni Anwar
Editor : Kar











