Penertiban Aset Pemko Bukittinggi di Universitas Fort de Kock Rusuh, Mahasiswa Gelar Aksi Bakar Ban
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Mahasiswa bakar ban bekas di depan kantor DPRD Bukittinggi. f : Joni Anwar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BUKITTINGGI, detak24.com – Sejumlah mahasiswa dari berbagai membakar ban bekas dalam aksi demontrasi di depan kantor DPRD Kota Bukittinggi, Senin (27/07/26).
Dalam orasinya, mahasiswa menuntut pengusutan tuntas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Satpol PP Pemko Bukittinggi terhadap dosen dan petugas keamanan Universitas Fort de Kock, saat penertiban aset di kawasan kampus tersebut.
Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatra Barat Fikri Lafendra, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap dosen dan satpam yang menjadi korban kekerasan saat menertibkan aset pada hari Rabu 22 Juli 2026 lalu.
“Tindakan yang diduga dilakukan oknum Satpol PP itu tidak dapat dibenarkan, dan aksi turun ke jalan menjadi bentuk komitmen mahasiswa mengawal proses hukum dan memperjuangkan keadilan para korban,” ujar Fikri.
Selama aksi berlangsung, massa membakar ban bekas di depan kantor DPRD Kota Bukittinggi. Sehingga suasana terlihat sangat menegangkan.
Fikri menegaskan, DPRD Kota Bukittinggi tidak boleh tinggal diam terhadap dugaan kekerasan yang melibatkan oknum Satpol PP tersebut. Sebagai lembaga legislatif harus mengambil langkah untuk mengawal penanganan kasus.
“Kehadiran mahasiswa di sini menuntut DPRD Bukittinggi usut tuntas tindakan kekerasan yang dilakuan oknum Satpol PP,” tegasnya kepada detak24.com.
Mahasiswa meminta pengusut kasus tersebut dilakukan secara transparan, tidak ada upaya pembiaran mau pun perlindungan dari pihak mana pun.
Diketahui, kericuhan terjadi saat Pemko Bukittinggi melakukan penertiban aset di kawasan Universitas Fort de Kock, Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, Bukittinggi pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2026 lalu. (Red)
Reporter : Joni Anwar
Editor : Kar











