Harimau Terkam Pekerja Saat BAB di Teluk Lanus Siak, BBKSDA Pasang Kamera Jebakan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 45 menit yang lalu
- print Cetak

Hari Harianto, korban terkaman harimau di Teluk Lanus Siak dievakuasi. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIAK, detak24com – Seorang pekerja di Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Siak kritis diterkam harimau saat BAB. Hewan buas tersebut akhirnya kabur setelah disoroti lampu alat berat.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus mengintensifkan penanganan interaksi negatif harimau sumatera yang terjadi di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Sebelumnya, harimau menyerang Hari Harianto (31), pekerja alat berat pada Selasa (21/07/26). Korban berhasil diselamatkan rekan kerjanya dengan menyorotkan lampu alat berat ke arah hewan dilindungi tersebut.
Kepala BBKSDA Riau Supartono, mengatakan tim telah berada di lokasi kejadian, dan berkoordinasi dengan Camat Sungai Apit. Selanjutnya, dilakukan pemantauan dari udara dan darat serta memasang kamera jebak.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju Kampung Teluk Lanus difasilitasi Pemerintah Kabupaten Siak menggunakan transportasi air berupa pompong dengan waktu tempuh sekitar lima jam dari Tanjung Pal.
Hasil identifikasi lapangan menunjukkan lokasi interaksi negatif berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), bukan di dalam kawasan konservasi.
“Meski demikian, lokasi tersebut relatif dekat dengan habitat alami Harimau Sumatera, yakni Suaka Margasatwa Tasik Belat yang berjarak sekitar enam kilometer dari titik kejadian,” jelas Supartono, Selasa (28/7/2026).
Sebagai langkah awal penanganan, tim memasang dua unit camera trap di sekitar lokasi untuk mendeteksi keberadaan Harimau Sumatera dan memantau pergerakan satwa secara berkala.
Selain pemantauan di darat, BBKSDA Riau juga mengoperasikan drone guna melakukan pemantauan udara terhadap kemungkinan keberadaan Harimau Sumatera sekaligus memetakan kondisi tutupan lahan di sekitar lokasi.
Dari hasil pemantauan sementara, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera, baik melalui pengamatan langsung maupun pemantauan udara.
“Akan tetapi, hasil pemetaan menunjukkan kawasan tersebut masih memiliki tutupan hutan, sehingga tetap berpotensi menjadi lintasan maupun habitat satwa liar,” kata Supartono.
Supartono mengungkapkan, tim akan terus melakukan pemantauan, pendalaman di lapangan, termasuk mengumpulkan informasi tambahan dari masyarakat sekitar guna memastikan pola pergerakan Harimau Sumatera.
“Tim BBKSDA Riau akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Siak, aparat kecamatan, pemerintah kampung, serta para pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya berdasarkan hasil pemantauan di lapangan,” jelas Supartono.
Supartono mengimbau masyarakat di Kampung Teluk Lanus dan wilayah sekitarnya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas seorang diri di kawasan hutan atau kebun yang berbatasan dengan hutan.
“Apabila menemukan jejak, suara maupun kemunculan harimau sumatera, segera melapor ke petugas terdekat. Agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.
Diterkam Saat BAB
Kendati kritis, seorang pekerja alat berat bernama Harianto (31) selamat setelah diterkam harimau sumatera saat BAB di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ketika korban keluar dari camp menuju area kanal untuk buang air besar (BAB). Sekitar 10 menit kemudian, rekan-rekan kerjanya mendengar teriakan minta tolong dari arah lokasi tersebut.
Menyadari adanya situasi darurat, para pekerja segera keluar melakukan pencarian. Dalam kondisi minim penerangan, mereka menyalakan mesin excavator beserta lampu sorot alat berat untuk mencari sumber suara.
Sorotan lampu kemudian memperlihatkan seekor Harimau Sumatera yang tengah menerkam korban. Cahaya terang dan suara bising mesin alat berat diduga membuat satwa liar tersebut terkejut hingga melepaskan gigitannya dan melarikan diri ke dalam hutan.
Camat Sungai Apit Tengku Muhtasar, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban berhasil diselamatkan meski mengalami luka serius akibat gigitan dan cakaran harimau.
“Kejadian sekitar pukul 19.30 WIB. Korban selamat, tetapi mengalami pendarahan cukup banyak dan sudah dirujuk ke RSUD Tengku Rafian untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Tengku Muhtasar.
Usai dievakuasi dari lokasi kejadian, Harianto sempat mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Teluk Lanus sebelum dirujuk ke RSUD Tengku Rafian Siak karena luka yang dideritanya memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : kar











