Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Ngotot Tak Bersalah, Gubri Wahid Sebut Ustaz Abdul Somad di Pleidoi 

Ngotot Tak Bersalah, Gubri Wahid Sebut Ustaz Abdul Somad di Pleidoi 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Gubri nonaktif Abdul Wahid, ngotot tak bersalah dalam perkara korupsi pemerasan APBD Riau. Bahkan, dalam pleidoi ia sempat menyebut nama ustaz Abdul Somad (UAS).

Pernyataan itu disampaikan saat membacakan nota pembelaan (pledoi) pribadi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin (20/07/26).

Dalam pledoi, Gubri Wahid mengaitkan keyakinannya tersebut dengan kepercayaan yang diberikan UAS, yang menurutnya menjadi sosok pendorong ia maju sebagai calon Gubernur Riau.

UAS juga bersedia hadir sebagai saksi meringankan dalam persidangan. Hal tersebut (saksi meringankan) tidak pernah dilakukan UAS untuk kasus yang lainnya.

Abdul Wahid mengaku merasa haru dan bangga atas dukungan yang diberikan UAS sejak awal perjalanan politiknya, hingga proses hukum yang kini dihadapinya.

“Rasa haru dan bangga menyelimuti sanubari saya pada saat itu karena duduknya saya di singgasana gubernur atas kepercayaan yang besar dari beliau (UAS) untuk berkontribusi membangun Riau, provinsi yang telah membesarkan saya,” katanya.

Gubri Wahid menyatakan, UAS pula yang memintanya untuk maju. “Padahal pada awalnya saya sama sekali tidak mempunyai ambisi menjadi gubernur, bahkan istri saya saja melarang saya untuk menjadi gubernur,” ujar Abdul Wahid.

Berangkat dari kepercayaan tersebut, Abdul Wahid menegaskan dirinya tidak mungkin mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya dengan melakukan perbuatan korupsi sebagaimana dituduhkan JPU.

“Bagaimana mungkin saya mencoreng kepercayaan beliau dengan melakukan perbuatan korupsi seperti yang dituduhkan kepada saya,” katanya pada persidangan dengan majelis hakim yang dipimpin Delta Tamtama.

Dalam kesempatan itu, Abdul Wahid juga menyampaikan permintaan maaf kepada UAS karena merasa telah menyeret nama ulama tersebut ke dalam perkara yang sedang dihadapinya.

“Saya memohon maaf yang seluas-luasnya kepada Tuan Guru Ustaz Abdul Somad karena telah menyeret kebesaran beliau pada kasus ini. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam karena beliau telah sudi mempercayakan saya memimpin Riau, mendukung saya, dan terlebih lagi membela saya sejak hari pertama saya ditahan oleh penyidik,” ucapnya.

Mantan anggota DPR RI itu menyebut, dukungan UAS merupakan kehormatan besar dalam hidupnya. “Suatu kehormatan besar bagi saya, tercatat dalam sejarah sebagai orang yang dibela sebegitu besarnya oleh ulama sebesar itu di negeri ini,” ujarnya.

Selain menyampaikan ungkapan tersebut, Abdul Wahid juga membantah dakwaan JPU terkait dugaan adanya perintah pengumpulan uang dari pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau.

Tuduhan tersebut, menurutnya tidak terbukti berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. Ia pun menyampaikan bantahan terhadap seluruh dakwaan yang diarahkan kepadanya.

Diberitakan, Gubri Wahid didakwa melakukan korupsi dengan modus pemerasan bersama Kepala Dinas PUPR-PPKP Riau, M. Arief Setiawan, Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam dan ajudan gubernur, Maejani sebesar Rp3,35 miliar.

Sebelumnya, JPU KPK menuntut Abdul Wahid dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan, denda Rp500 juta subsider 140 hari kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp1,45 miliar.

Apabila uang pengganti tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika hasil lelang tidak mencukupi, hukuman tersebut diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Selain Abdul Wahid, JPU juga menuntut M Arief Setiawan dengan pidana penjara 5 tahun 6 bulan, denda Rp 200 juta subsider 80 hari kurungan, serta uang pengganti Rp1,13 miliar.

Sementara Dani M Nursalam dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 80 hari kurungan, dan uang pengganti Rp 220 juta, yang seluruhnya telah dibayarkan, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigjen Hendra Kurniawan Resmi Dipecat dari Polri

    Brigjen Hendra Kurniawan Resmi Dipecat dari Polri

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    JAKARTA, detak24.com Mantan Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan (HK) selesai menjalani sidang etik. Ia mendapat sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari anggota Polri. “Rekan-rekan pada hari ini bahwa tadi pagi jam 8 sampai dengan 17.15 WIB sudah dilaksanakan pelaksanaan sidang HK. Dipimpin Wairwasum sebagai pimpinan sidang komisi, dari pelaksana sidang komisi hakim putuskan […]

  • TARIF Tol Permai Naik, Cek Harga Terbaru dan Mulai Berlakunya!

    TARIF Tol Permai Naik, Cek Harga Terbaru dan Mulai Berlakunya!

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – PT Hutama Karya (HK) melakukan penyesuaian tarif tol Permai pasca terbitnya Kepmen PUPR Nomor 415/KPTS/M/2024. Tarif baru berlaku terhitung mulai 18 Maret 2024 pukul 12.00 WIB. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa sejak dioperasikan pada Oktober tahun 2020,, tarif Tol Permai belum pernah berubah. Seharusnya, tarif […]

  • OKNUM Perawat RSUD Bengkalis Digerebek Polisi, Ini Kasusnya!

    OKNUM Perawat RSUD Bengkalis Digerebek Polisi, Ini Kasusnya!

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Polisi menggerebek seorang oknum perawat RSUD Bengkalis. Setelah dites, urinenya positif mengandung methampetamin. Kasat Resnarkoba AKP Toni Armando saat dikonfirmasi wartawan membenarkan telah mengamankan seorang oknum nakes yang bekerja di RSUD Bengkalis. “Ya benar, ada tes urinenya positif. Saat ini oknum perawat itu sedang menjalani rehabilitasi di BNN Dumai,” sebutnya, dikutip Kamis […]

  • POLRES KAMPAR Bekuk Pengedar Sabu di Desa Sipungguk Salo

    POLRES KAMPAR Bekuk Pengedar Sabu di Desa Sipungguk Salo

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    KAMPAR, detak24.com – Satresnarkoba Polres Kampar menangkap dua pengedar narkoba di Desa Sipungguk Kecamatan Salo. Dalam operasi tersebut, berhasil diamankan 0,22 gram sabu. Kapolres Kampar, AKBP Didik Priyo Sambodo SIK melalui Kasat Narkoba AKP Aprinaldi SH, dikutip Rabu (11/01/23) membenarkan penangkapan kedua pelaku. “Pelaku berinisial HE (38) dan KN (24) warga Dusun Pulau Masjid Desa […]

  • Hakim di Palembang Tewas Usai Vonis Mati Tiga Terdakwa Pembunuhan 

    Hakim di Palembang Tewas Usai Vonis Mati Tiga Terdakwa Pembunuhan 

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PALEMBANG, detak24com – Hakim Pengadilan Negeri Palembang, Raden Zaenal Arief ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya kawasan Dwikora, Palembang. “Kabar duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar PN Palembang Kelas IA Khusus. Salah satu hakim senior sekaligus juru bicara PN Palembang, yang dikenal ramah dan berdedikasi, Bapak Raden Zaenal Arief, berpulang ke rahmatullah,” tulis keterangan resmi […]

  • USAI Jatuh Tersandung Karung, Kepala Joe Biden Bentur Pintu Helikopter

    USAI Jatuh Tersandung Karung, Kepala Joe Biden Bentur Pintu Helikopter

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    INSIDEN yang dialami Presiden AS Joe Biden pada hari wisuda Akademi Angkatan Udara AS di Colorado, ternyata bukan hanya tersandung karung dan terjerembab. Sebuah video beredar menunjukkan kepala Joe Biden terbentur bingkai pintu helikopter saat ia beranjak keluar dari Marine One itu. Joe Biden memberikan pidatonya pada acara wisuda yang berlangsung Kamis (1/6). Setelah menghabiskan […]

expand_less