Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Guru Bantu Provinsi di Kampar Tak Gajian 6 Bulan: Makan Apa Kami Pak?

Guru Bantu Provinsi di Kampar Tak Gajian 6 Bulan: Makan Apa Kami Pak?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGKINANG, detak24com – Puluhan cik gu yang tergabung dalam Forum Guru Bantu kembali mendatangi DPRD Kampar mengadukan nasib mereka yang tidak jelas dan belum menerima honor sejak Januari hingga Juni 2026, Senin (15/06/26).

Ketua Forum Guru Bantu Fitri, kepada wartawan mengatakan bahwa para guru bantu meminta pemerintah daerah segera memberikan kepastian mengenai pembayaran hak mereka setelah pengelolaan guru bantu dialihkan dari Pemprov ke Pemkab Kampar.

Mereka mengeluhkan belum adanya kejelasan terkait penganggaran honor sejak peralihan kewenangan yang berlaku pada awal 2026. Hingga pertengahan Juni 2026, para guru belum menerima honor yang sebelumnya dibayarkan oleh Pemprov Riau sebesar Rp 2 juta per bulan.

Menurutnya, para guru berharap Pemkab Kampar dapat mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026, sehingga honor yang tertunda sejak Januari dapat segera dibayarkan.

“Kami tidak menuntut nominal yang besar. Kami hanya berharap ada penghargaan atas pengabdian kami sebagai tenaga pendidik. Yang penting ada kepastian dan sesuai kemampuan daerah,” ulas dia.

Meski belum menerima honor selama enam bulan, para guru mengaku tetap menjalankan tugas mengajar seperti biasa demi menjaga kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah.

“Sampai saat ini kami tetap mengajar. Kami berharap pemerintah daerah dapat memahami kondisi yang kami hadapi dan memberikan perhatian yang layak,” harapnya.

Selain menyampaikan persoalan honor, para guru juga mempertanyakan peluang mereka untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sejumlah guru mengaku masih terkendala persyaratan administrasi karena berasal dari sekolah swasta atau belum memenuhi masa kerja yang dipersyaratkan di sekolah negeri.

Para guru juga mengungkapkan kondisi ekonomi yang mereka hadapi. Sebagian di antaranya hanya menerima honor sukarela dari sekolah dengan nominal yang sangat minim, mulai dari puluhan ribu hingga beberapa ratus ribu rupiah per bulan.

Kondisi itu, menurut mereka, membuat sejumlah guru memilih berhenti mengajar karena tidak mampu menutupi biaya transportasi dan kebutuhan operasional lainnya.

Para guru berharap, DPRD Kampar dapat mendorong pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan honor yang tertunda serta memberikan kepastian mengenai status dan masa depan mereka sebagai tenaga pendidik.

Mereka juga meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkrit sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah kabupaten lain yang mengalokasikan anggaran bagi guru bantu sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Kami ini pendidik, bukan pengemis. Kami hanya meminta hak dan kepastian atas pengabdian yang selama ini kami lakukan,” ungkap salah seorang guru.

Sementara itu, terkait masalah ini, Ketua Komisi II DPRD Kampar H Tony Hidayat, mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi para guru yang selama ini mengabdi di sekolah-sekolah di Kampar. Menurut dia, persoalan yang dihadapi para guru bantu tersebut merupakan dampak dari perubahan regulasi yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah.

“Mereka datang menyampaikan keresahan terkait nasib dan penghasilan mereka. Ini merupakan dampak dari regulasi yang berlaku, sehingga mereka bisa dikatakan menjadi korban regulasi,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam memberikan solusi langsung karena aturan yang berlaku tidak memungkinkan pengangkatan mereka melalui skema tertentu. Sebagian guru juga tidak memenuhi syarat dalam proses seleksi PPPK.

Menurut dia, Komisi II DPRD Kampar akan mendorong Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar untuk melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi guru bantu yang terdampak.

Selain itu, DPRD juga akan mengkaji kemungkinan alternatif lain melalui skema jasa atau mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, Tony menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut tetap harus berpedoman pada regulasi pemerintah.

“Kami meminta dinas melakukan pemetaan sekolah mana yang masih membutuhkan tenaga pendidik. Itu salah satu upaya yang bisa dilakukan saat ini,” ujarnya.

Ia mengakui sebagian guru bantu telah memperoleh pekerjaan melalui skema lain, namun jumlahnya masih terbatas dan penghasilannya dinilai belum memadai. Karena itu, DPRD akan terus berupaya mencari solusi agar para guru tersebut mendapatkan kepastian.

“Kami tetap berjuang agar ada kejelasan nasib guru bantu ini. Yang terpenting saat ini adalah mencari jalan keluar yang sesuai aturan dan tetap memperhatikan pengabdian mereka selama ini,” ulasnya.

Komisi II DPRD Kampar berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan berkoordinasi bersama Disdikpora Kampar dan pihak terkait lainnya guna mencari solusi terbaik bagi para guru bantu yang terdampak kebijakan tersebut, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor ; Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubri Syamsuar melepas peserta pawai taaruf MTQ ke 40 Riau di Rohil. F. :. RIAULINK

    RAMAI Dikritik, Gubri Syamsuar dan Rombongan Batal ‘Pelesiran’ ke Jerman

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Gubri Syamsuar beserta istri dan para pejabat lingkungan Pemprov Riau dipastikan batal pelesiran ke Jerman. Hal tersebut dikarenan tak dapat izin Kemendagri. Diagendakan Gubri dan rombongan akan lawatan ke Jerman pada tanggal 20-28 Oktober 2023 dalam rangka menindaklanjuti kerjasama Pemprov Riau dengan Pemerintah Jerman dalam program Ausbildung, yang dilaksanakan oleh Global Katalyst […]

  • NELAYAN Hilang di Sungai Nyamuk Rohil Ditemukan dalam Keadaan Selamat

    NELAYAN Hilang di Sungai Nyamuk Rohil Ditemukan dalam Keadaan Selamat

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    ROHIL, detak24com – Nelayan bernama Anto akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan dibantu Polairud Rohil dalam keadaan selamat  Korban sebelumnya dinyatakan hilang beserta kapal sampan bermotor di perairan Sungai Nyamuk, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir sejak Sabtu (01/04/23). “Korban ditemukan pada titik koordinat 2° 46.738’ N 101° 2.248’ E. Sejauh 22,99 NM arah utara dari […]

  • SSB Bhutas Wadah Meraih Mimpi dan Membangun Generasi Emas Sepakbola Dumai

    SSB Bhutas Wadah Meraih Mimpi dan Membangun Generasi Emas Sepakbola Dumai

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Tak sekadar sekolah sepakbola, SSB Bhutas hadir di Dumai sebagai wadah meraih mimpi serta membangun generasi emas. Di sudut Kota Dumai yang penuh harapan, berdiri sebuah tempat yang bukan sekadar lapangan, bukan hanya sekumpulan anak berlatih sepakbola. Di sanalah SSB Bhutas menjadi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, bermimpi, dan belajar menjadi pribadi […]

  • Deteksi Dini BMKG! Riau Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

    Deteksi Dini BMKG! Riau Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi mengguyur Riau hari ini Selasa (18/10/2022).       Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Yudhistira Mawaddah mengatakan hujan akan mulai mengguyur Riau pada sore hari dan akan berlangsung hingga dini hari.       “Hujan bersifat […]

  • Kejari Pekanbaru Tahan Mantan Rektor UIN, Korupsi Proyek Rp3,6 Miliar

    Kejari Pekanbaru Tahan Mantan Rektor UIN, Korupsi Proyek Rp3,6 Miliar

    • calendar_month Jumat, 21 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kejari Pekanbaru menetapkan eks Rektor UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Akhmad Mujahidin, sebagai tersangka dugaan korupsi. Ia langsung ditahan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru. Pria bergelar profesor ini diduga terlibat penyimpangan dana pengadaan jaringan internet tahun 2020-2021.Penetapan tersangka dilakukan tim Pidana Khusus Kejari Pekanbaru setelah menemukan adanya tindak pidana korupsi. Penanganan […]

  • Foto tersangka dan hasil tes urine. F : HMSPOL

    Polisi Garuk Kurir Narkoba di Tanjungpalas Dumai,  Amankan BB 0,84 Gram Sabu

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    Dumai, detak24..com -Tim Opsnal Polsek Dumai Timur membekuk seorang kurir narkoba di Tanjungpalas Dumai. Bersamaan itu, polisi mengamankan 0,84 gram sabu dari tersangka. Pelaku yang ditangkap berinisial JR alias IJ (28), warga Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Bersamaan itu diamankan sejumlah barang bukti yakni 3 paket kecil sabu dengan berat kotor 0,84 gram, kotak […]

expand_less