Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Guru Bantu Provinsi di Kampar Tak Gajian 6 Bulan: Makan Apa Kami Pak?

Guru Bantu Provinsi di Kampar Tak Gajian 6 Bulan: Makan Apa Kami Pak?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGKINANG, detak24com – Puluhan cik gu yang tergabung dalam Forum Guru Bantu kembali mendatangi DPRD Kampar mengadukan nasib mereka yang tidak jelas dan belum menerima honor sejak Januari hingga Juni 2026, Senin (15/06/26).

Ketua Forum Guru Bantu Fitri, kepada wartawan mengatakan bahwa para guru bantu meminta pemerintah daerah segera memberikan kepastian mengenai pembayaran hak mereka setelah pengelolaan guru bantu dialihkan dari Pemprov ke Pemkab Kampar.

Mereka mengeluhkan belum adanya kejelasan terkait penganggaran honor sejak peralihan kewenangan yang berlaku pada awal 2026. Hingga pertengahan Juni 2026, para guru belum menerima honor yang sebelumnya dibayarkan oleh Pemprov Riau sebesar Rp 2 juta per bulan.

Menurutnya, para guru berharap Pemkab Kampar dapat mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026, sehingga honor yang tertunda sejak Januari dapat segera dibayarkan.

“Kami tidak menuntut nominal yang besar. Kami hanya berharap ada penghargaan atas pengabdian kami sebagai tenaga pendidik. Yang penting ada kepastian dan sesuai kemampuan daerah,” ulas dia.

Meski belum menerima honor selama enam bulan, para guru mengaku tetap menjalankan tugas mengajar seperti biasa demi menjaga kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah.

“Sampai saat ini kami tetap mengajar. Kami berharap pemerintah daerah dapat memahami kondisi yang kami hadapi dan memberikan perhatian yang layak,” harapnya.

Selain menyampaikan persoalan honor, para guru juga mempertanyakan peluang mereka untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sejumlah guru mengaku masih terkendala persyaratan administrasi karena berasal dari sekolah swasta atau belum memenuhi masa kerja yang dipersyaratkan di sekolah negeri.

Para guru juga mengungkapkan kondisi ekonomi yang mereka hadapi. Sebagian di antaranya hanya menerima honor sukarela dari sekolah dengan nominal yang sangat minim, mulai dari puluhan ribu hingga beberapa ratus ribu rupiah per bulan.

Kondisi itu, menurut mereka, membuat sejumlah guru memilih berhenti mengajar karena tidak mampu menutupi biaya transportasi dan kebutuhan operasional lainnya.

Para guru berharap, DPRD Kampar dapat mendorong pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan honor yang tertunda serta memberikan kepastian mengenai status dan masa depan mereka sebagai tenaga pendidik.

Mereka juga meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkrit sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah kabupaten lain yang mengalokasikan anggaran bagi guru bantu sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Kami ini pendidik, bukan pengemis. Kami hanya meminta hak dan kepastian atas pengabdian yang selama ini kami lakukan,” ungkap salah seorang guru.

Sementara itu, terkait masalah ini, Ketua Komisi II DPRD Kampar H Tony Hidayat, mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi para guru yang selama ini mengabdi di sekolah-sekolah di Kampar. Menurut dia, persoalan yang dihadapi para guru bantu tersebut merupakan dampak dari perubahan regulasi yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah.

“Mereka datang menyampaikan keresahan terkait nasib dan penghasilan mereka. Ini merupakan dampak dari regulasi yang berlaku, sehingga mereka bisa dikatakan menjadi korban regulasi,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam memberikan solusi langsung karena aturan yang berlaku tidak memungkinkan pengangkatan mereka melalui skema tertentu. Sebagian guru juga tidak memenuhi syarat dalam proses seleksi PPPK.

Menurut dia, Komisi II DPRD Kampar akan mendorong Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar untuk melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi guru bantu yang terdampak.

Selain itu, DPRD juga akan mengkaji kemungkinan alternatif lain melalui skema jasa atau mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, Tony menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut tetap harus berpedoman pada regulasi pemerintah.

“Kami meminta dinas melakukan pemetaan sekolah mana yang masih membutuhkan tenaga pendidik. Itu salah satu upaya yang bisa dilakukan saat ini,” ujarnya.

Ia mengakui sebagian guru bantu telah memperoleh pekerjaan melalui skema lain, namun jumlahnya masih terbatas dan penghasilannya dinilai belum memadai. Karena itu, DPRD akan terus berupaya mencari solusi agar para guru tersebut mendapatkan kepastian.

“Kami tetap berjuang agar ada kejelasan nasib guru bantu ini. Yang terpenting saat ini adalah mencari jalan keluar yang sesuai aturan dan tetap memperhatikan pengabdian mereka selama ini,” ulasnya.

Komisi II DPRD Kampar berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan berkoordinasi bersama Disdikpora Kampar dan pihak terkait lainnya guna mencari solusi terbaik bagi para guru bantu yang terdampak kebijakan tersebut, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor ; Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuatir Jalan Bakal Rusak, Masyarakat KUD Setop Belasan Truk CPO Keluar dari PMKS PT GMS

    Kuatir Jalan Bakal Rusak, Masyarakat KUD Setop Belasan Truk CPO Keluar dari PMKS PT GMS

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 14Komentar

    DURI, detak24.com – Masyarakat KUD tepatnya RT 002, RW 007, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (18/01/23) melakukan penyetopan terhadap belasan truck pengangkut CPO yang keluar dari Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT Gora Mandau Sawit (GMS) yang beroperasi di Desa Harapan Baru, Rabu. Penyetopan ini dilakukan karena warga tidak ingin jalan […]

  • LOGISTIK Pemilu 2024 Didistribusikan, KPU Rohul Terima 7.056 Bilik Suara

    LOGISTIK Pemilu 2024 Didistribusikan, KPU Rohul Terima 7.056 Bilik Suara

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    ROHUL, detak24com – KPU Rohul menerima logistik Pemilu 2024 tahap pertama berupa bilik suara untuk pencoblosan, Jumat (13/10/23). Bilik suara didistribusikan perusahaan percetakan PT Industri Pembungkus Internasional di Medan Sumatera Utara ke Gudang Logistik KPU Rohul yang beralamat di Jalan Lingkar Baru Simpang 3 Boter (depan PDAM), Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah dengan menggunakan 2 […]

  • Kementan Musnahkan Sapi Terjangkit PMK, Peternak Jangan Panik

    Kementan Musnahkan Sapi Terjangkit PMK, Peternak Jangan Panik

    • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Jakarta, detak24.com – Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memusnahkan ternak yang terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kaki (PMK). Pemusnahan ternak merupakan bagian dari agenda SOS dalam menangani wabah. “Kita juga menyiapkan agenda SOS. Seperti melakukan pemusnahan terbatas ternak yang terkonfirmasi positif PMK,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam pernyataannya dikutip, Sabtu (14/5/2022). Agenda SOS lainnya […]

  • Berusaha Kabur, Polisi Tembak Tersangka Pembunuhan Sadis

    Berusaha Kabur, Polisi Tembak Tersangka Pembunuhan Sadis

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    Dumai  (DETAK24.COM)- Tersangka pembunuhan sadis pemilik salon Joy Tombang Situmeang, warga Jalan Sidorejo, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, pada Ahad (9/1) lalu berhasil diringkus Tim Opsnal Reskrim Polres Dumai. Iapun terpaksa dlumpuhkan dengan timah panas karena berusaha lari saat pencaarian barang bukti. Operasi penangkapan tersebut  dipimpin Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi dan […]

  • PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru, Nelayan Teluk Pambang Terlibat Sindikat Sabu

    PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru, Nelayan Teluk Pambang Terlibat Sindikat Sabu

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Polisi menciduk seorang nelayan dalam kasus peredaran narkoba. Tersangka berinisial N (42), ditangkap di pondok Jalan Sungai Kembung, Desa Pambang, Bengkalis. Pengungkapan ini dibenarkan Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro melalui Kasatres Narkoba Iptu Hasan Basri, Sabtu (10/02/24). Polisi juga menyita barang sebagai bukti sebanyak 12 paket siap edar atau berat kotor […]

  • Operasi Hujan Buatan di Riau Saat Karhutla Minim dan Musim Penghujan, Kenapa?

    Operasi Hujan Buatan di Riau Saat Karhutla Minim dan Musim Penghujan, Kenapa?

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Meskipun karhutla minim di Provinsi Riau dan cenderung musim penghujan, anehnya hujan buatan tetap dilanjutkan. Hingga kini, operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan sudah memasuki periode kedua. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal menyampaikan bahwa periode pertama TMC hujan buatan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden ke […]

expand_less