Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » International » Fase Paling Berdarah, Demonstrasi di Iran Renggut 2.000 Lebih Nyawa

Fase Paling Berdarah, Demonstrasi di Iran Renggut 2.000 Lebih Nyawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEHERAN, detak24com – Gelombang demonstrasi yang melanda Iran memasuki fase paling berdarah dalam beberapa dekade terakhir.

Di tengah pemadaman komunikasi dan pengerahan besar-besaran aparat keamanan, kelompok pemantau hak asasi melaporkan jumlah korban tewas telah menembus angka 2.000 orang. Sementara, warga untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir kembali bisa menghubungi dunia luar.

Menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat, hingga Selasa (13/01/26), jumlah korban jiwa akibat protes nasional di Iran mencapai sedikitnya 2.003 orang. Angka ini jauh melampaui korban dalam setiap putaran unjuk rasa atau kerusuhan lain di Iran selama puluhan tahun. Bahkan mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.

Media pemerintah Iran untuk pertama kalinya mengakui adanya korban tewas. Televisi pemerintah mengutip seorang pejabat yang mengatakan negara memiliki “banyak martir” dan menyebutkan bahwa otoritas tidak merilis jumlah korban sebelumnya karena para korban mengalami luka-luka yang mengerikan.

Pernyataan itu disiarkan setelah para aktivis lebih dulu mempublikasikan angka korban.

Aksi protes dimulai sedikit lebih dari dua pekan lalu, dipicu kemarahan publik atas memburuknya kondisi ekonomi Iran. Dalam perkembangannya, demonstrasi dengan cepat mengarah pada penentangan terhadap sistem teokrasi, terutama terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kini berusia 86 tahun.

Gambar-gambar yang diperoleh The Associated Press dari aksi demonstrasi di Teheran pada Selasa memperlihatkan coretan grafiti dan teriakan massa yang menyerukan kematian bagi Khamenei, sebuah tindakan yang di Iran dapat berujung hukuman mati.

Tak lama setelah angka korban terbaru diumumkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis di platform Truth Social miliknya, “Para patriot Iran, TERUSLAH BERPROTES – KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA KALIAN!!!”

Ia menambahkan, “Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal ini BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN.”

Namun, beberapa jam kemudian Trump menyampaikan nada yang lebih hati-hati. Kepada wartawan, ia mengatakan pemerintahannya masih menunggu laporan yang akurat mengenai jumlah pengunjuk rasa yang tewas sebelum bertindak “demikian.”

Trump juga menyinggung aparat keamanan Iran dengan mengatakan, “Menurut saya, mereka telah berperilaku sangat buruk, tetapi hal itu belum terkonfirmasi.”

Peringatan balik datang dari pejabat Iran. Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. “Kami menyatakan nama-nama pembunuh utama rakyat Iran: 1- Trump 2- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Lonjakan Korban Tewas

Kelompok aktivis itu merinci bahwa dari total korban, 1.850 orang merupakan pengunjuk rasa, sementara 135 lainnya berafiliasi dengan pemerintah. Sembilan anak dilaporkan tewas, serta sembilan warga sipil yang disebut tidak terlibat dalam aksi protes. Selain itu, lebih dari 16.700 orang telah ditahan.

Dengan akses internet yang terputus di sebagian besar wilayah Iran, pemantauan situasi dari luar negeri menjadi makin sulit.

Skylar Thompson dari Human Rights Activists News Agency mengatakan kepada The Associated Press bahwa lonjakan korban ini sangat mengejutkan, terutama karena jumlahnya telah mencapai empat kali lipat korban dalam protes Mahsa Amini tahun 2022 yang berlangsung berbulan-bulan, hanya dalam waktu dua pekan.

“Kami merasa ngeri, tetapi kami masih berpikir angka ini konservatif,” katanya, seraya memperingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah.

Untuk pertama kalinya sejak sambungan komunikasi mereka dengan dunia luar terputus, sejumlah saksi di Iran dapat berbicara melalui telepon. Mereka menggambarkan suasana Teheran pusat yang dipenuhi aparat keamanan, bangunan-bangunan pemerintah yang hangus terbakar, mesin ATM yang dirusak, serta jalanan yang sepi.

Di saat yang sama, warga diliputi kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, termasuk kemungkinan serangan dari Amerika Serikat.

Pesan Khamenei

Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah memuji puluhan ribu orang yang mengikuti demonstrasi propemerintah di berbagai wilayah Iran pada Senin.

“Ini adalah peringatan kepada para politisi Amerika untuk menghentikan tipu daya mereka dan tidak mengandalkan tentara bayaran pengkhianat,” kata Khamenei. “Bangsa Iran kuat dan berkuasa serta menyadari siapa musuhnya.”

Televisi pemerintah pada hari yang sama menayangkan teriakan massa yang tampak berjumlah puluhan ribu orang. Mereka meneriakkan “Kematian untuk Amerika!” dan “Kematian untuk Israel!, dikutip dari cnbc. (Red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • HACKER Ransomware Lockbit 3.0 Ancam Bank BSI, Beri Tenggat 72 Jam untuk Negosiasi

    HACKER Ransomware Lockbit 3.0 Ancam Bank BSI, Beri Tenggat 72 Jam untuk Negosiasi

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    KELOMPOK hacker ransomware, Lockbit 3.0 mengeklaim telah menyerang sistem Bank BSI (Syariah Indonesia). Adapun dalam pengakuannya, mereka juga mencuri 1.5 terabyte data, diantaranya berisi informasi pribadi dari 15 juta nasabah dan karyawan bank BSI. Dalam pernyataannya, Ransomware Lockbit juga meminta pihak bank BSI untuk menghubungi para peretas dalam waktu 72 jam untuk menyelesaikan masalah.  Mereka pun mengancam akan merilis semua data di […]

  • Vaksin Meningitis Kosong-Ongkos Tinggi, Pengusaha Travel Umrah Panik

    Vaksin Meningitis Kosong-Ongkos Tinggi, Pengusaha Travel Umrah Panik

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kelangkaan vaksin meningitis tidak saja terjadi di Jawa atau luar Sumatera, di Riau pun terjadi hal yang sama. Alhasil, dampak kelangkaan ini membuat keberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci terhambat. Baik kalangan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun para jamaah, sama – sama mengeluhkan kelangkaan vaksin meningitis yang terjadi saat ini. Sebagian […]

  • KEMBANGKAN Syiar Islam, Masjid Al Hidayah Cengkeh Laksanakan MHQ ke-3

    KEMBANGKAN Syiar Islam, Masjid Al Hidayah Cengkeh Laksanakan MHQ ke-3

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 10Komentar

    DURI, detak24.com – Masjid Al Hidayah, Jalan Cengkeh, Kelurahan Babussalam, Sabtu-Ahad, 1-2 April 2023 lalu melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran (MHQ) ke-3. MHQ yang merupakan agenda tahunan pada setiap bulan Ramadhan ini dibuka Lurah Babussalam Ali Rahmad S.STP. Lurah sekaligus memberikan sumbangan dana guna pembangunan Sekretariat Masjid Al Hidayah melalui Ketua Masjid Al Hidayah Cengkeh, Fatkurrohman […]

  • Dua Wakil Indonesia Tampil di Perempat Final Olimpiade Panjat Tebing Kombinasi 

    Dua Wakil Indonesia Tampil di Perempat Final Olimpiade Panjat Tebing Kombinasi 

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PARIS, detak24com – Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil pada perempat final olimpiade panjat tebing kombinasi di Olimpiade Paris 2024. Babak perempat final olimpiade panjat tebing kombinasi dihelat di Le Bourget Sport Climbing Venue, Rabu (07/08/24) petang nanti WIB. Rajiah akan menghadapi wakil Amerika Serikat, Emma Hunt. Desak Made ditantang atlet Republik […]

  • Gesits 2022, Motor Listrik  Karya Anak Bangsa 

    Gesits 2022, Motor Listrik  Karya Anak Bangsa 

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    MOTOR listrik Gesits buatan anak bangsa. Tepatnya hasil kerjasama antara ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) dan Garansindo Group. Motor ini sudah melewati proses pengembangan sejak 2015 lalu dan diproduksi sejak 2018 di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Namun, peluncuran resmi Gesits baru dilakukan setahun setelahnya di pameran IIMS (Indonesia International Motor Show) 2019. Saat itu, diumumkan […]

  • GENERASI Rusia Disiapkan untuk Perang, Dilatih Menembak dan Lempar Granat

    GENERASI Rusia Disiapkan untuk Perang, Dilatih Menembak dan Lempar Granat

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    RUSIA, detak24com – Militerisasi di sekolah semakin intensif di Rusia, sejak negara itu menginvasi Ukraina. Siswa di taman kanak-kanak diajari mengenakan seragam militer serta latihan berbaris. Anak-anak yang lebih dewasa diajari menggali parit, melempar granat hingga menembak dengan amunisi sungguhan. Kurikulum nasional juga diubah dengan lebih menekankan kepada pembelaan terhadap Tanah Air. Menurut Menteri Pendidikan […]

expand_less