Saat Menakik Getah, Petani Diserang Beruang di Pangkalan Gondai Pelalawan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 22 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi petani diserang beruang saat menakik getah. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PELALAWAN, detak24com – Aktivitas menyadap karet yang rutin dilakukan seorang petani di Kabupaten Pelalawan berubah menjadi peristiwa mengerikan.
Antono (40), warga Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, mengalami luka serius setelah diserang seekor beruang saat menyadap karet di kebun miliknya, Rabu (05/08/26) sekitar pukul 10.00 WIB.
Serangan satwa liar itu mengakibatkan korban mengalami luka cakaran dan gigitan pada bagian kepala.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi Antono menuju fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke RS Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, melalui Kapolsek Langgam Ipda Bambang Hermanto, membenarkan adanya insiden tersebut.
Berdasarkan laporan awal, korban sedang menyadap getah karet seorang diri di lahan perkebunan miliknya lokasi RT 03 RW 02 Dusun Air Putih, KM 53, Desa Pangkalan Gondai.
“Tiba-tiba ia diserang oleh seekor beruang saat sedang bekerja di kebun karetnya,” kata Ipda Bambang Hermanto, Rabu (05/08/26).
Setelah menerima laporan masyarakat, personel kepolisian langsung melakukan langkah awal penanganan dengan mendatangi lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Koordinasi dilakukan untuk memantau keberadaan satwa liar yang diduga masih berada di sekitar kawasan perkebunan.
Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan terhadap warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar area yang berbatasan dengan kawasan hutan.
Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya petani dan pekerja kebun, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di lahan perkebunan.
Warga disarankan tidak bekerja sendirian, terutama di lokasi yang berdekatan dengan habitat satwa liar.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.
Hingga Rabu malam, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Selasih Pangkalan Kerinci. Sementara, aparat bersama BKSDA terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi kemunculan beruang tersebut. (MCR)
Editor : Kar












