Sedang Perbaikan, Truk CPO Dilarang Lewat Jalan Sontang -Duri
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- print Cetak

Jalan Sontang-Duri dalam tahap perbaikan. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Dinas PUPR-PKPP Riau mempercepat perbaikan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul dengan Duri, Kabupaten Bengkalis.
Hasilnya, satu sisi ruas jalan di titik kerusakan Sontang-Simpang Jurong-Bonai kini sudah dapat dilalui kendaraan setelah dilakukan penimbunan dan peninggian badan jalan.
Plt Kabud Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau Khairul Rizal, mengatakan bahwa progres perbaikan terus menunjukkan perkembangan positif.
“Progres terbaru satu sisi jalan sudah bisa dilewati kendaraan dengan lancar karena sudah ditimbun dan ditinggikan,’’ katanya, Kamis (06/08/26).
Meski demikian, pihaknya mengimbau pengemudi kendaraan bertonase berat, khususnya truk pengangkut CPO untuk sementara waktu tidak melintasi ruas tersebut. Sebab, kondisi tanah timbunan masih belum cukup padat untuk menahan beban kendaraan berat.
‘’Tunggu posisi tanah timbunan padat dan settle dulu baru bisa lewat truk CPO. Estimasinya timbunan baru padat sekitar satu sampai tiga bulan. Kita utamakan dulu mobil kecil, terutama ambulans,’’ jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan jalan dilakukan secara bertahap mengingat terdapat empat titik kerusakan dengan kebutuhan anggaran yang cukup besar.
‘’Mudah-mudahan di APBD perubahan ada nanti dan kami rencanakan sepanjang 600 meter diperbaiki. Kita minta masyarakat bersabar dan memahami kondisi ini,’’ ujarnya.
Sementara itu, Plt Kadis PUPR-PKPP Riau Zulfahmi, menjelaskan bahwa penanganan sementara difokuskan pada penimbunan titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah. Langkah tersebut dilakukan agar lubang besar dapat segera ditutup dan akses masyarakat tetap terjaga.
“Untuk sementara ditimbun dulu, sembari dibuatkan saluran air supaya tidak menggenang di jalan, untuk penanganan lebih lanjut akan dianggarkan di APBD P 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, desain perbaikan permanen telah disiapkan. Pada titik-titik kerusakan, badan jalan direncanakan ditinggikan hingga sekitar satu meter sebelum dilakukan pengecoran menggunakan konstruksi rigid.
“Desain perbaikan sudah dibuat tinggal perbaikan saja, kondisinya cukup berat dan harus ditimbun dulu hingga 1 meter jadi materialnya sangat banyak. Nanti akan di rigid jalannya,” sebutnya.
Menurut dia, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki tiga titik kerusakan diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Besarnya kebutuhan dana membuat perbaikan permanen belum dapat direalisasikan pada tahun ini.
“Tiga titik kerusakan jalan itu perlu anggaran Rp 10 M. Bukan berarti menyampingkan itu, tapi juga masih ada alternatif jalan lain dari Rohul ke Duri termasuk Mahato Simpang Manggala. Termasuk lewat Tandun masih ada alternatif, tapi tetap kami prioritaskan tahun depan,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Riau berharap masyarakat dapat bersabar selama proses penanganan berlangsung. Sembari menunggu perbaikan permanen, pemerintah terus mengupayakan agar akses transportasi tetap dapat digunakan secara aman, terutama bagi kendaraan ringan dan layanan darurat, seperti diwartakan halloriau. (*)
Editor : kar












