Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » Dikawal Polisi Bersenpi, KPK Geledah Kantor PUPR Kepulauan Meranti

Dikawal Polisi Bersenpi, KPK Geledah Kantor PUPR Kepulauan Meranti

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24comKPK memeriksa sejumlah pejabat di Dinas PUPR Kepulauan Meranti. Kedatangan lembaga antikorupsi itu dikawal polisi bersenjata api lengkap, Selasa (27/08/24).

KPK tiba di Kantor Dinas PUPR menjelang tengah hari. Mereka dikawal polisi bersenjata lengkap. Kegiatan KPK di Kantor Dinas PUPR dilakukan tertutup.

Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan oleh KPK. Selain dia, ada dua pejabat lain yang juga diperiksa KPK pada saat itu.

Ketika ditanya perihal pemeriksaan, Fajar tak banyak menjelaskan. Hanya saja, dia mengatakan, pemeriksaan oleh KPK terhadap dia serta beberapa pejabat Dinas PUPR lainnya berkaitan dengan gratifikasi yang menjerat bupati nonaktif, HM Adil.

“Saya tidak bisa menjelaskan secara detil. Intinya, pemeriksaan tadi terkait dengan gratifikasi, kasus tipikor m(HM Adil, red),” katanya, Selasa (27/08/24) malam.

Masih menurut Fajar, kasus yang ditangani KPK itu, saat bupati masih dijabat HM Adil. Saat itu, ia belum menjabat sebagai Kadis PUPR Kepulauan Meranti.

“Saat itu, saya belum menjadi kadis. Tapi karena pemeriksaan sekarang dan saya kadisnya, makanya diperiksa,” ujarnya lagi.

Selain pemeriksaan, kata Fajar, KPK juga sempat melakukan penggeledahan. Hanya saja, tidak ada dokumen yang disita dalam penggeledahan itu.

Sebelumnya, sempat berembus kabar pemeriksaan oleh KPK terkait dengan kegiatan swakelola di Dinas PUPR. Namun, Fajar memastikan materi pemeriksaan terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi, bukan kegiatan swakelola.

“Tadi usai pemeriksaan memang saya minta izin untuk belum menjawab kepada rekan pers, karena saya perlu istirahat dulu. Tapi rupanya muncul isu lain. Semoga setelah ini bisa meluruskan isu terkait pemeriksaan KPK,” tutupnya. (*)

Reporter : Dwiki

Editor : Kar

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpaksa Masuk Lokap, Pria di Kandis Siak Hamili Anak Gadis Orang

    Terpaksa Masuk Lokap, Pria di Kandis Siak Hamili Anak Gadis Orang

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Pelaku FA (24) terpaksa menghuni lokap karena menghamili anak gadis orang. Kapolsek Kandis Kompol David Richardo kepada wartawan di Mapolsek Kandis membenarkan tindakan tersebut. Setelah menerima laporan dari orangtua korban, pihaknya langsung menangkap tersangka. “Benar, ada tindak pidana persetubuhan […]

  • KEJAGUNG Tahan Kakanwil BC Riau, Terima Suap Importir Gula di Dumai

    KEJAGUNG Tahan Kakanwil BC Riau, Terima Suap Importir Gula di Dumai

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Mantan Kakanwil Bea Cukai Riau berinisial RR ditetapkan sebagai tersangka korupsi import gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) tahun 2020-2023. Penetapan tersangka oleh Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (15/05/24). Tersangka RR langsung ditahan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Dr […]

  • Bayi 2 Bulan Selamat dari Galodo Agam : Fathan, Secercah Cahaya di Tengah Gelombang Duka 

    Bayi 2 Bulan Selamat dari Galodo Agam : Fathan, Secercah Cahaya di Tengah Gelombang Duka 

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    AGAM, detak24com – Di tengah kengerian bencana galodo (banjir bandang) yang menyapu Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, ada sebuah kisah keajaiban. Seorang bayi berusia 2 bulan 4 hari selamat dari maut. Bayi bernama Fathan itu selamat usai tersangkut pohon. Dia ditemukan oleh warga bernama Maulana Rafi (30). Fathan ditemukan setelah semalaman terombang-ambing gelombang galodo yang menyapu bersih […]

  • Pedagang Pasar Pulau Payung Dumai mengumpulkan sisa kios yang bisa dimanfaatkan. (f : detak24com)

    Pedagang Pasar Pulau Payung Kais Sisa Dagangan dan Kios Terbakar 

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Kondisi sekitar 50 unit kios ayam dan sayur di Pasar Pulau Payung Dumai terbakar, rata dengan tanah. Pedagang tak bisa berjualan, hanya mengais sisa dagangan serta kios. Pantauan detak24com, Jumat (11/10/24), tak ada satupun pedagang yang berjualan di lokasi. Kios yang terbakar tepat di belakang ruko samping bekas kios buah yang pernah […]

  • Korban Tragedi Halloween Jadi 153 Orang, Simak Faktanya!

    Korban Tragedi Halloween Jadi 153 Orang, Simak Faktanya!

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    KORSEL, detak24.com – Kabar duka menyelimuti negeri gingseng, Korea Selatan, tepatnya di Itaewon. Pada Sabtu (29/10/22) malam, 153 warga dikabarkan meninggal dunia ketika ikut merayakan malam Halloween. Kematian mengenaskan tersebut terjadi karena antusias yang tinggi dari para warga setelah tiga tahun ditiadakan pesta tersebut akibat pandemi COVID-19. Hingga pada malam puncak sekitar pukul 22.20 waktu […]

  • Nenek 73 Tahun Laporkan Sengketa Lahan Tol Pekanbaru-Rengat ke Polda Riau 

    Nenek 73 Tahun Laporkan Sengketa Lahan Tol Pekanbaru-Rengat ke Polda Riau 

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang nenek bernama Hasni (73) akhirnya melaporkan sengketa lahan tol Pekanbaru-Rengat ke Polda Riau. Ia mengaku selama dua dekade mengalami ketidakadilan dalam sengketa lahan yang diduga melibatkan praktik mafia tanah. Dengan suara bergetar menahan tangis, warga Muara Fajar itu meminta perlindungan hukum atas tanah yang diklaim telah ia kelola selama kurang lebih 30 […]

expand_less