Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Banyak Tokoh Politik Ajukan SPPG, Eks Wakil Kepala BGN Ungkap Fakta Korupsi MBG 

Banyak Tokoh Politik Ajukan SPPG, Eks Wakil Kepala BGN Ungkap Fakta Korupsi MBG 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam dalam kasus korupsi MBG di Kejagung.

Ia diperiksa sebagai tersangka di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kamis (18/06/26). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan permohonan justice collaborator (JC) yang diajukannya.

Dalam proses itu, penyidik mendalami sejumlah informasi baru, mulai dari daftar pihak yang diduga mengajukan titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga dugaan proyek pengadaan CCTV dan sistem sidik jari senilai lebih dari Rp 300 miliar.

Kuasa hukum Sony, Krisna Murni mengungkapkan penyidik kembali meminta kliennya menjelaskan daftar nama yang pernah disebut terkait pengajuan titik SPPG atau dapur MBG.

Sebelumnya, Sony menyebut terdapat 26 nama. Namun, setelah penyidik membuka percakapan dan dokumen yang tersimpan dalam telepon seluler Sony, jumlah tersebut bertambah menjadi 41 nama.

“Dari 26 nama yang pernah kami sebut, ada satu orang waktu dibuka tadi hasil chat-nya, tabelnya itu terisi sekitar totalnya 41 nama. Jadi, totalnya sekarang bertambah jadi 41 nama,” ujar Krisna kepada wartawan di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta Selatan.

Menurut Krisna, penambahan jumlah tersebut terjadi karena beberapa pihak yang sebelumnya masuk dalam daftar ternyata juga mengatasnamakan orang lain yang turut mengajukan titik SPPG.

“Jadi, satu orang itu mempunyai tabel itu, ‘Pak, ini punya ini ya, ini punya ini ya, ini ada punya bupati ini’, begitu loh. Jadi, keseluruhan nama yang dari kemarin 26 ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Soni, jadi totalnya hari ini 41 nama,” lanjutnya.

Krisna menjelaskan, nama-nama yang muncul dalam pemeriksaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan mereka dalam tindak pidana korupsi. Nama-nama itu muncul dalam konteks permintaan atau pengajuan titik SPPG.

Ia juga menyebut sebagian besar pihak yang mengajukan titik SPPG berasal dari kalangan politik. “Pokoknya dari kalangan politik,” tegas Krisna.

Penyidik turut menanyakan apakah Sony memperoleh keuntungan dari pemberian titik SPPG kepada pihak-pihak tersebut. Namun, menurut Krisna, kliennya membantah menerima uang ataupun keuntungan pribadi.

“Enggak ada. Tadi juga ditanyakan, ‘Apa keuntungan Bapak memberikan titik-titik ke mereka?’, lalu Pak Soni bilang, ‘Keuntungan saya SPPG ini terpenuhi sesuai dengan target’, begitu,” ujarnya.

Sony disebut beralasan bahwa pemberian titik SPPG dilakukan untuk memenuhi target penerima manfaat program MBG yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam pemeriksaan tersebut, Sony juga mengungkap peran sosok berinisial NSD. Menurut Krisna, kliennya menjelaskan NSD diduga beberapa kali meminta perubahan nama yayasan yang terkait dengan titik-titik SPPG.

“Oh ya, NSD itu tadi dalam BAP-nya Pak Sony, menjelaskan, NSD ada mengubah nama yayasan,” terang Krisna.

Sony, lanjutnya, menyebut perubahan nama yayasan itu terjadi hingga tiga kali dan berkaitan dengan sejumlah titik SPPG yang diduga dimiliki NSD.

“Yayasan ini namanya ini diubah lagi dengan namanya ini, diubah lagi dengan namanya ini. Jadi, tiga kali mengubah. Titik-titik itu, menurut penjelasan Pak Sony tadi dalam BAP, itu adalah titik-titik yang dipunyai oleh NSD,” ungkap Krisna.

Selain mendalami daftar nama pengaju titik SPPG, pemeriksaan Sony juga mengungkap dugaan baru terkait proyek pengadaan CCTV dan sistem sidik jari di lingkungan BGN.

Menurut Krisna, proyek tersebut bernilai lebih dari Rp 300 miliar dan ditujukan untuk pemasangan lima unit CCTV di sekitar 5.000 titik SPPG.

Ia menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga atau vendor dengan masa kontrak yang berakhir pada 19 Februari 2026. Namun, sebelum kontrak berakhir, Sony disebut meminta vendor menunjukkan bukti pemasangan perangkat tersebut.

“Sebelum kontrak itu berakhir, Pak Sony memanggil vendor itu. Ditanya sama Pak Sony, ‘Eh, lo kan pasang nih 5.000 CCTV sama sidik jari. Coba diperlihatkan sama saya seperti apa. Saya butuh SDN 01 Jakarta Timur. Coba kamu lihat seperti apa?’ Mereka tidak bisa memperlihatkan,” ungkap Krisna.

Bahkan, ketika diminta menunjukkan satu titik tertentu sebagai sampel, vendor disebut tidak mampu memberikan bukti bahwa perangkat telah dipasang.

Berdasarkan temuan tersebut, Sony menduga proyek CCTV dan sistem sidik jari tersebut tidak terealisasi sebagaimana mestinya.

“Dia jawab itu total loss. Artinya, itu boleh dikatakan fiktif,” kata Krisna.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan seluruh informasi yang disampaikan Sony masih akan diverifikasi dan dicocokkan dengan alat bukti lain yang dimiliki penyidik.

Menurutnya, pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan kedua terhadap Sony setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Memang saat ini sedang kami pelajari, apakah keterangan itu terkonfirmasi dengan alat bukti lainnya. Itu sedang kami pelajari saat ini,” kata Syarief dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta.

Kejagung juga masih mendalami informasi mengenai 41 nama yang disebut Sony, termasuk dugaan proyek pengadaan CCTV dan sistem sidik jari yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

“Itu nanti akan kita cek dan kita dalami, selain yang sekarang sedang kita dalami masalah sepeda motor, masalah IT, dan lain-lain,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Kejagung belum memutuskan apakah permohonan justice collaborator yang diajukan Sony Sonjaya akan diterima. Namun, penyidik menyatakan akan menelaah seluruh informasi yang disampaikan untuk mengungkap dugaan korupsi dalam tata kelola program MBG secara menyeluruh, dikutip dari beritasatu. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaca mobil korban dipecahkan maling. F: CAKAPLAH

    Maling Gasak Rp220 Juta Milik Datuk Penghulu Rohil, Pecahkan Kaca Mobil 

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    ROHIL detak24.com – Uang Rp220 juta milik Datuk Penghulu (Kepala Desa) Kepenghuluan Bagan Sinembah Utara Kecamatan Bagan Sinembah Raya, Rohil digasak maling. Selain itu, kaca mobil korban dipecahkan tersangka saat beraksi. Data yang dirangkum, peristiwa itu dialami Datuk Penghulu Bagan Sinembah Utara, Jumingun di sebuah rumah makan di Jalan Lintas Sumatera KM 4 Kelurahan Bahtera […]

  • Ilustrasi siswi SMA diperkosa di Wisma Jaya Perawang. F : int

    HEBOH! Siswi SMA Diperkosa di Wisma Jaya Perawang, Pamit Belajar Kelompok

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PERAWANG, detak24com – Apes nasib dialami Bunga (14). Hendak pergi belajar kelompok, korban masih berstatus siswi SMA diperkosa di Wisma Jaya Perawang. Tim Opsnal Polsek Tualang Siak menangkap pelaku tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur. Tersangka inisial RS (19) kini mendekam dalam Rutan Polsek Tualang, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun. Kapolres Siak […]

  • TANGKAPAN Besar, KPP Bea Cukai Dumai Amankan 19.516 Butir Ekstasi dari Malaysia

    TANGKAPAN Besar, KPP Bea Cukai Dumai Amankan 19.516 Butir Ekstasi dari Malaysia

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Tim KPPBC Dumai berhasil menggagalkan penyeludupan 19.516 butir ekstasi atau setara 5,37 kilogram di pelabuhan penumpang Dumai, Jumat (08/09/23). Temuan tersebut dilakukan setelah tim penindakan menganalisa salah seorang penumpang yang beberapakali diketahui keluar masuk Malaysia, dengan membeli tiket Cengkareng-Kuala Lumpur pulang dan pergi. Namun, pada Jumat (08/09/23) tersangka berinisial ITH masuk ke […]

  • Aduh! Harga TBS Sawit Riau Turun Lagi, Berikut Daftarnya

    Aduh! Harga TBS Sawit Riau Turun Lagi, Berikut Daftarnya

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Pekanbaru, detak24.com – Harga TBS kelapa sawit penetapan periode 6 s.d 12 Juli 2022 untuk wilayah Riau mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp 92,72/Kg atau mencapai 4,97% dari harga minggu lalu. “Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun […]

  • Tak Sekadar Pelatihan, CSR PT Patra Drilling Contractor Antar Haekal Jadi Wirausaha Kuliner

    Tak Sekadar Pelatihan, CSR PT Patra Drilling Contractor Antar Haekal Jadi Wirausaha Kuliner

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24.com — Upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas terus diperkuat oleh PT Patra Drilling Contractor (PDC) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program pemberdayaan ini telah menjangkau sebanyak 51 peserta penyandang disabilitas dan terus menunjukkan dampak nyata. Salah satu wujud keberhasilannya tercermin dari perjalanan Muhammad Haekal Senchaki (20), peserta pelatihan […]

  • TOTTENHAM Vs Asenal 0-2, Meriam London Kokoh di Puncak – Ramsbale Pemain Terbaik

    TOTTENHAM Vs Asenal 0-2, Meriam London Kokoh di Puncak – Ramsbale Pemain Terbaik

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    THE GUNNERS memenangi North London Derby kontra Tottenham Hotspur. Arsenal menang 2-0 dan kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Tottenham vs Arsenal tersaji di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (15/01/23) malam WIB. Tim tamu unggul dua gol di babak pertama via Hugo Lloris (gol bunuh diri) dan Martin Odegaard. Tim tuan rumah gagal mengejar ketertinggalan […]

expand_less