Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Razia PETI di Pulaubaru Kopah, Polisi Temukan Lokasi Kosong 

Razia PETI di Pulaubaru Kopah, Polisi Temukan Lokasi Kosong 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUANSING, detak24comPolisi bersama warga mendatangi lokasi PETI di Desa Pulaubaru Kopah. Hanya saja, tempat tersebut dalam keadaan kosong.

Informasi dirangkum, dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Tonam, Desa Pulaubaru Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, memicu keresahan warga.

Sejumlah petani ikan mengeluhkan sumber air kolam budidaya mereka berubah keruh, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Menanggapi laporan tersebut, jajaran Polsek Kuantan Tengah bergerak melakukan penertiban di lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas tambang emas ilegal pada Jumat (12/6/2026) sore.

Operasi dipimpin Panit Opsnal Intel Polsek Kuantan Tengah, Ipda Jufri Oktavianus Lumban Gaol SH, bersama sejumlah personel kepolisian dan didampingi para pemilik kolam ikan yang terdampak langsung.

Saat melakukan pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan enam unit rakit dompeng yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI.

Seluruh rakit ditemukan dalam keadaan tidak beroperasi dan telah ditinggalkan oleh pemiliknya.

Untuk mencegah sarana tersebut digunakan kembali dalam kegiatan penambangan ilegal, petugas mengambil tindakan tegas dengan merusak dan membakar seluruh rakit di lokasi penemuan.

Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Kuantan Tengah, AKP Linter Sihaloho menegaskan, langkah penertiban dilakukan sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat yang merasakan dampak langsung dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas informasi dan keluhan masyarakat, khususnya para petani kolam ikan yang merasakan dampak keruhnya sumber air,” ucap AKP Linter Sihaloho, Minggu (14/6/2026).

“Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah,” sambungnya.

Menurutnya, praktik PETI tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada kualitas air untuk kegiatan budidaya ikan maupun kebutuhan lainnya.

Karena itu, pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak terlibat dalam aktivitas penambangan tanpa izin dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi PETI di wilayah masing-masing.

Pada hari yang sama, upaya pengawasan terhadap aktivitas tambang emas ilegal juga dilakukan oleh Polsek Kuantan Mudik.

Tim melakukan pengecekan di Desa Setiang, Kecamatan Pucuk Rantau, yang sebelumnya diduga menjadi lokasi PETI.

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar itu tidak menemukan aktivitas penambangan yang sedang berlangsung.

Namun, petugas mendapati sebuah kerangka rakit yang diduga pernah digunakan untuk mendukung kegiatan PETI.

Agar tidak kembali dimanfaatkan, kerangka rakit tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar di lokasi.

AKP Riduan menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin dan menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan masyarakat terkait dugaan aktivitas tambang emas ilegal.

“Kami berkomitmen untuk terus menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI,” ucap AKP Riduan.

“Pada pengecekan kali ini memang tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan, namun kami menemukan kerangka rakit yang kemudian langsung dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali,” tukasnya.

Polisi menilai penertiban PETI merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai, mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas, serta melindungi sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada kualitas sumber daya alam di wilayah Kuansing, seperti diwartakan tribunpekanbaru. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • TIGA PNS Dinas Pertanian Siak Meringkuk di Penjara, Korupsi Pupuk Subsidi

    TIGA PNS Dinas Pertanian Siak Meringkuk di Penjara, Korupsi Pupuk Subsidi

    • calendar_month Rabu, 22 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Jaksa menahan tiga PNS Dinas Pertanian Siak dalam kasus korupsi pupuk bersubsidi di Kecamatan Kerinci Kanan pada 2021, yang menyebabkan negara merugi Rp 5,4 miliar. Tiga ASN itu adalah SKI selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, AMZ sebagai Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Alat Mesin Pertanian serta SYJ selaku penyuluh pertanian atau […]

  • Kurun 22 Hari, Polda Riau Tangkap 557 Tersangka Narkoba

    Kurun 22 Hari, Polda Riau Tangkap 557 Tersangka Narkoba

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kurun waktu 22 hari, Polda Riau dan Polres jajaran mengungkap 435 kasus narkoba dengan 557 tersangka. Sejumlah 487 orang ditahan, selebihnya masuk rehabilitasi. “Operasi Antik Lancang Kuning 2026 digelar selama 22 hari, dari tanggal 16 April hingga 7 Mei 2026,” ujar Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, saat ekspos di Mapolda Riau, […]

  • PELAKU Curanmor Sasar Kedai Kopi di Ujungbatu Rohul, Pengunjung Agar Waspada

    PELAKU Curanmor Sasar Kedai Kopi di Ujungbatu Rohul, Pengunjung Agar Waspada

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    UJUNGBATU, detak24com – Pelaku curanmor yang terjaq di di belakang warung kopi Langkat, Dusun Bukit Raya, Desa Pematang Tebih, Ujungbatu Rohul berhasil diringkus. Adapun pelaku yakni, pria inisial RA alias Black (18). Dalam aksinya, pelaku membawa kabur satu unit sepeda motor merek Honda Beat warna putih. Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono melalui Kapolsek Ujung Batu […]

  • Duh, Kakek 71 Tahun Gerayang Bocah SD di Bukitraya Pekanbaru 

    Duh, Kakek 71 Tahun Gerayang Bocah SD di Bukitraya Pekanbaru 

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polresta Pekanbaru mengungkap kasus pencabulan yang dilakukan seorang kakek berinisial HS (71), terhadap bocah berusia 11 tahun. Satreskrim Polresta Pekanbaru menangkap si kakek sebagai tersangka dugaan pencabulan di Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Senin (28/10/2024). Kanit PPA Satreskrim Polresta Pekanbaru Iptu Mimi Wira Swarta mengatakan aksi pencabulan tersebut terjadi pertama kali, Senin (21/10/24). […]

  • DUA Pembalak Kepergok Langsir Kayu di Cagar Biosfer Giam Bengkalis

    DUA Pembalak Kepergok Langsir Kayu di Cagar Biosfer Giam Bengkalis

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Dua pelaku ilegal logging atau pembalakan liar ditangkap polisi di Kabupaten Bengkalis. Keduanya diamankan saat membawa kayu olahan yang diambil dari hutan Cagar Biosfer Giam, Siak Kecil. Masing-masing pelaku berinisial S (52) dan ST (59), warga Kabupaten Bengkalis. Tersangka S merupakan pemilik kayu olahan yang diduga ilegal, sedangkan ST bertugas sebagai pengangkut […]

  • TAJIR Melintir, Primus Yustisio Biasa Naik Kereta Api

    TAJIR Melintir, Primus Yustisio Biasa Naik Kereta Api

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Mantan raja sinetron Indonesia, Primus Yustisio baru-baru ini ramai menjadi sorotan. Hal itu karena ia terciduk naik kereta api saat berangkat bekerja. Aktor Primus Yustisio namanya sangat melambung di era 90-an hingga 2000-an awal. Lantaran sinetron demi sinetron yang ia bintangi sangat lah sukses. Namun, kini ia menepi dari dunia hiburan dan memilih untuk terjun […]

expand_less