Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Korban Tragedi Halloween Jadi 153 Orang, Simak Faktanya!

Korban Tragedi Halloween Jadi 153 Orang, Simak Faktanya!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 31 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KORSEL, detak24.com – Kabar duka menyelimuti negeri gingseng, Korea Selatan, tepatnya di Itaewon. Pada Sabtu (29/10/22) malam, 153 warga dikabarkan meninggal dunia ketika ikut merayakan malam Halloween.

Kematian mengenaskan tersebut terjadi karena antusias yang tinggi dari para warga setelah tiga tahun ditiadakan pesta tersebut akibat pandemi COVID-19.

Hingga pada malam puncak sekitar pukul 22.20 waktu setempat, suasana semakin tidak terkendali mengingat para warga kian ramai berdatangan dan berkumpul di satu jalan sempit yang menanjak. Kemudian, beberapa orang yang berada di bagian atas jalan terjatuh dan lantas menimpa orang-orang di bawahnya. Akibatnya, banyak warga yang terinjak-injak dan tertindih lantaran panik.

Puluhan orang tidak sadarkan diri di tempat tersebut karena henti jantung. Dengan tanggap, petugas keamanan dan dibantu pula oleh beberapa warga lainnya untuk melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sebagai penanganan pertama.

Dikutip dari surat kabar Hankyoreh yang berbasis di Seoul, berdasarkan keterangan seorang korban yang selamat, bermarga Kim, selama terjebak selama satu setengah jam di antara kerumunan, ia mendengar orang-orang menjerit “Tolong Saya!” dan lainnya pasrah dengan kondisi sesak napas.

Sebuah laporan lain dari seorang pengunjung Itaewon bernama Hwang Min-hyeok melalui saluran berita YTN mengungkapkan ia sangat kaget melihat dengan sekumpulan mayat di dekat hotel. Selain itu, ia membeberkan bahwa para petugas darurat pada awalnya kelelahan mengobati para korban yang terluka di jalanan sehingga harus dibantu oleh pejalan kaki.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) di Seoul melaporkan setidaknya ada dua warga negara Indonesia (WNI) terluka imbas tragedi malam Halloween di Itaewon, Korea Selatan, Sabtu (29/10/2022) waktu setempat.

“Berdasarkan koordinasi KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Seoul dengan otoritas setempat dan rumah sakit, sejauh ini terdapat dua WNI luka ringan akibat insiden perayaan Halloween di Itaewon,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, kepada CNNIndonesia.

Judha mengungkapkan, kedua WNI itu kini sudah dalam keadaan sehat. Mereka sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi kini telah dipulangkan. Kendati demikian, tidak dijelaskan identitas dan luka ringan seperti apa yang dialami kedua WNI itu.

Di sisi lain, pihak KBRI di Seoul juga memastikan bahwa tak ada korban tewas dari WNI di Itaewon.

“Terdapat informasi dua orang WNA yang menjadi korban (meninggal), namun telah dipastikan bahwa kedua orang tersebut bukan WNI,” demikian pernyataan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Korsel, Gandi Silistiyanto.

Kejadian tragis akibat kerumunan bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, Tanah Air ditimpa hal yang serupa di Stadion Kanjuruhan. Lantas, mengapa kerumunan bisa menakutkan itu hingga menimbulkan kematian?

Salah satu penyebab banyaknya kasus kematian di kerumunan adalah kehabisan oksigen sehingga aliran darah jadi terhambat ke otak. Hal ini pun diungkapkan langsung oleh profesor dari University of Suffolk di Inggris.

“Dibutuhkan 30 detik sebelum Anda kehilangan kesadaran, dan sekitar enam menit, sebelum mengalami asfiksia kompresif atau restriktif. Itu umumnya penyebab kematian yang dikaitkan – tubuh tidak hancur, tetapi mati lemas,” ungkapnya.

Selain itu, rasa panik yang mengelilingi suasana tersebut membuat seseorang sulit bernapas dan akhirnya jatuh ke tanah. Akibatnya, tidak akan ada ruang bagi mereka untuk bangun dan menyelamatkan diri.

Di luar kasus tersebut, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Siloam, dr Vito Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, beberapa waktu lalu menjelaskan perbedaan serangan dengan henti jantung.

Henti jantung adalah kondisi organ jantung yang tak mampu memompa secara efektif untuk mengalirkan darah ke pembuluh darah sistem tubuh, biasanya disebabkan oleh sejumlah faktor.

Bisa disebabkan karena serangan jantung, infeksi berat atau radang berat atau hal lainnya. Misalnya gangguan irama jantung fatal,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Adapun tanda-tanda seseorang mengalami henti jantung, seperti tiba-tiba pingsan atau tak sadarkan diri. Karenanya, dr Vito menyebut jika seseorang mengalami henti jantung penting untuk segera melakukan resusitasi jantung atau CPR sebagai pertolongan pertama.(dtc/cakaplah)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Ukraina Berhasil Dievakuasi, Mariupol Hancur Lebur

    Ribuan Warga Ukraina Berhasil Dievakuasi, Mariupol Hancur Lebur

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    UKRAINA, detak24.com – Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, menyatakan sebanyak 5.208 orang di kota-kota yang terkepung oleh pasukan Rusia, telah dievakuasi melalui koridor kemanusiaan pada Sabtu, 26 Maret 2022. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan 7.331, yang berhasil melarikan diri pada hari sebelumnya. Tymoshenko mengatakan dalam sebuah posting online, 4.331 orang yang telah […]

  • Kajari Pringsewu Lampung, Ade Indrawan SH. F : IST

    AYAH Durjana Garap 2 Anak Kandung, Kajari Pringsewu: Kita Upayakan Tuntutan Hukum Kebiri

    • calendar_month Sabtu, 18 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PRINGSEWU, detak24com – Selain penerapan ancaman hukuman maksimal, aparat kejaksaan perlu mempertimbangkan efek jerah bagi pelaku, serta pembelajaran untuk masyarakat banyak. Terhadap kasus seorang ayah durjana memperkosa dua putri kandungnya yang masih anak-anak di Pagelaran Utara Pringsewu, diupayakan tuntutan maksimal dengan hukuman kebiri. Kajari Pringsewu Lampung, Ade Indrawan menegaskan bahwa hukum kebiri pantas diberikan kepada […]

  • Bonyok Kena Pelasah hingga Diseret ke Teras, Gegara Dituduh Aniaya Isteri Orang

    Bonyok Kena Pelasah hingga Diseret ke Teras, Gegara Dituduh Aniaya Isteri Orang

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    BUKITKAPUR, detak24.com  – Seorang warga Baganbesar, Kecamatan Bukitkapur Dumai, AZ (47) ketiban nasib sial. Ia bonyok dipelasah hingga diseret ke teras rumah. Semua itu gegara dituduh menganiaya isteri orang. Tak terima diperlakukan seperti itu, korban lalu melapor ke polisi. Dengan sigap aparat menangkap tersangka serta menyeretnya ke penjara, guna mempertanggungjawabkan perbuatan semena-mena tersebut. Kapolsek Bukit […]

  • HUT DWP DUMAI, Emak-emak Beranjangsana di Panti Asuhan Dua Kecamatan

    HUT DWP DUMAI, Emak-emak Beranjangsana di Panti Asuhan Dua Kecamatan

    • calendar_month Minggu, 6 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    DUMAI, detak24.com – Sempena HUT ke-23  Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun 2022, DWP Kota Dumai menggelar kegiatan sosial berbagi sesama, dengan anjangsana ke panti asuhan. Dikutip dari www.kominfo.dumaikota.go.id, Ahad (06/11/22),  dalam kegiatan tersebut, DWP Kota Dumai memberikan paket sembako dan pakaian layak pakai kepada dua panti asuhan di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai serta di […]

  • POSPERA Laporkan Korupsi Pemotongan TPP ASN Pemkab Kuansing ke Kejati Riau

    POSPERA Laporkan Korupsi Pemotongan TPP ASN Pemkab Kuansing ke Kejati Riau

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    KUANSING, detak24com – Kejati Riau mengusut dugaan korupsi berupa mark up atau pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN Pemkab Kuansing Tahun 2002-2023. Sejumlah pihak dipanggil untuk diklarifikasi. Dugaan penyimpangan itu dilaporkan oleh Sekretaris DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Riau, Khairul Ikhsan alias Khairul Ikhsan Chaniago ke Korps Adhyaksa belum lama ini. Dia dipanggil untuk […]

  • Seorang Terciduk, Waspadai Upal Beredar di Bathin Solapan Bengkalis 

    Seorang Terciduk, Waspadai Upal Beredar di Bathin Solapan Bengkalis 

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BATHIN SOLAPAN, detak24com – Polsek Mandau ungkap peredaran uang palsu (upal) senilai Rp 3,6 juta di Bathin Solapan. Aparat juga meringkus pelaku bernama Reza Ananda (20). Informasi dirangkum Ahad (26/01/25, tersangka bersama barang bukti ditangkap di Jalan Lintas Duri -Dumai KM15 Kulim, Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Jumat (24/01/25) pukul 22.00 WIB malam. Pelaku […]

expand_less