DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Hilang Saat Mancing, Bocah 5 Tahun Ditemukan di Dasar Sungai Desa Mayang Sari Merbau

Bocah 5 tahun tewas saat memancing di sungai Desa Mayang Sari, Merbau. f : ist

MERBAU, detak24com – Seorang bocah lelaki bernama Muhammad Herdiansyah (5) tewas saat memancing.  Jasadnya ditemukan mengendap di dasar sungai Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau.

Duka menyelimuti keluarga Saberi (29) warga Jalan Nelayan Desa Mayang Sari Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti. Anak lelakinya Muhammad Herdiansyah ditemukan meninggal dunia di sungai.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Kamis (28/05/26) siang, Muhammad Herdiansyah dilaporkan hilang lantaran hingga, Rabu (27/05/26) malam tak kunjung pulang ke rumah.

Berita kehilangan ini pun sontak membuat heboh warga dan langsung dilakukan pencarian di sekitar Sungai Melibur.

Pencarian hingga Rabu malam tidak membuahkan hasil. Selain ratusan warga, pencarian juga diikuti pihak kepolisian. Pencarian berlanjut hingga Kamis (28/05/26).

Sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis siang, jasad Muhammad Herdiansyah berhasil ditemukan di dasar sungai.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, menjelaskan bahwa korban sebelumnya dilaporkan hilang usai pergi memancing di sekitar area pelabuhan dekat rumah neneknya di Jalan Nelayan, Desa Mayang Sari.

Peristiwa itu bermula pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mendatangi rumah neneknya, Ayang (49) yang berada di kawasan pelabuhan. Saat itu, bocah tersebut berniat memancing seperti biasanya.

Namun, sang nenek sempat melarang dan menyembunyikan alat pancing milik korban agar ia tidak pergi ke tepian sungai. Sebelum meninggalkan rumah, Herdiansyah sempat meminta minum dan memperlihatkan umpan berupa siput yang telah ia cari sendiri.

“Korban kemudian pergi dari rumah neneknya dan sejak saat itu tidak lagi terlihat,” ujar AKP Jimmy Andre, Kamis (28/05/26).

Dari keterangan saksi, korban diduga tetap pergi memancing dengan menggunakan kayu lain sebagai alat pengganti pancing. Karena hingga malam hari korban tidak kunjung pulang, keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir ia terlihat.

Kata Jimmy lagi, korban akhirnya ditemukan pada Kamis siang oleh seorang warga bernama Basri Andriki yang turut membantu pencarian. Saat itu, Basri menggunakan akar rotan berduri untuk menyisir dasar perairan di sekitar pesisir pelabuhan.

Ketika alat tersebut ditarik, ia merasakan beban cukup berat dari dalam air. Tak lama kemudian terlihat pakaian berwarna kuning yang dikenali sebagai pakaian terakhir yang dikenakan korban.

“Setelah memastikan itu korban, warga langsung membantu proses evakuasi jenazah ke atas pelabuhan,” jelas Jimmy.

Jenazah kemudian diperiksa oleh pihak medis dari UPT Puskesmas Teluk Belitung. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi menduga korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Melibur saat berada di area pelabuhan. Dugaan itu diperkuat dari fakta bahwa korban tidak bisa berenang dan ditemukan tidak jauh dari lokasi terakhir ia terlihat.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : kar