DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Pedagang Pasar Pulau Payung Kais Sisa Dagangan dan Kios Terbakar 

Pedagang Pasar Pulau Payung Dumai mengumpulkan sisa kios yang bisa dimanfaatkan. (f : detak24com)

Pedagang Pasar Pulau Payung Dumai mengumpulkan sisa kios yang bisa dimanfaatkan. (f : detak24com)

DUMAI, detak24com – Kondisi sekitar 50 unit kios ayam dan sayur di Pasar Pulau Payung Dumai terbakar, rata dengan tanah. Pedagang tak bisa berjualan, hanya mengais sisa dagangan serta kios.

Pantauan detak24com, Jumat (11/10/24), tak ada satupun pedagang yang berjualan di lokasi. Kios yang terbakar tepat di belakang ruko samping bekas kios buah yang pernah terbakar sebelumnya.

Para pedagang berusaha mengumpulkan sisa material kios berupa kayu dan seng, serta bekas barang dagangan yang bisa digunakan.

“Kami tak bisa jualan lagi, kios rata dengan tanah. Hanya ini (mengumpulkan sisa material) yang bisa kami lakukan,” keluh Ujang, seorang pedagang yang kiosnya terbakar.

Pasca kebakaran Pasar Pulau Payung Dumai, Kamis (10/10/24) malam Jumat sekira pukul 23.00 WIB, kabar miring pun berhembus. Ada yang menduga sengaja dibakar, karena Pemko Dumai sedang membangun lokasi baru di situ.

Hal itu dimaksudkan agar pedagang segera pindah ke lokasi kios baru yang dibangun di sebelahnya. Namun, kepastian dari pihak berwenang penyebab kebakaran Pasar Pulau Payung tersebut belum diketahui secara pasti.

Diwartakan, hanya dalam satu jam saja, api meratakan kios yang terbuat dari papan tersebut. Posisi kios yang terbakar persis berada di bagian gedung induk Pasar Bunda Sri Mersing.

Sementara, rincian lapak yang terbakar terdiri puluhan kios ayam, kios sayur, kios daging, kios sembako dan santan kelapa.

Baca juga : Tragedi Malam Jumat, Pasar Pulau Payung Dumai Diamuk Si Jago Merah 

Saat awal api berkobar, warga sekitar Pasar Bunda Sri Mersing bersama sejumlah pedagang berupaya mencegah agar api tidak meluas ke los sayur dan ikan, dengan membongkar sejumlah kios.

Informasi disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Dumai, Zulkarnaen, api diperkirakan berkobar mulai pukul 22.50 WIB. Sekira pukul 23.02 WIB, petugas piket Regu Pemadam menerima informasi dari warga perihal musibah yang terjadi di Pasar Pulau Payung.

Tujuh menit kemudian, tim pemadam DPKP Dumai tiba di lokasi kebakaran. Tim pemadam DPKP mengerahkan 4 unit mobil pemadam, 1 unit mobil suplai dan 1 unit mobil fire Jeep.

Tim pemadam juga mendapatkan support 1 unit mobil pemadam dari Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refineri Unit II Dumai dan 1 unit dari Pertamina Hulu Rokan (PHR). Dukungan juga berasal dari Polres Dumai, Kodim 0320 Dumai, Satpol PP, Tagana dan PLN.

Lokasi terbakar yang berada di tengah pasar cukup menyulitkan petugas melakukan pemadaman. Apalagi mayoritas kios yang terbakar merupakan bangunan semi permanen.

“Untungnya pedagang dan warga cukup paham dengan penanganan kebakaran. Mereka melokalisasi dengan membongkar sejumlah kios agar tidak meluas,” terang mantan Camat Sungai Sembilan ini.

Lebih dari 2,5 jam tim gabungan berupaya memadamkan api. Baru sekira pukul 03.15 WIB pada Jumat (11/10/2024) benar-benar padam.

“Tidak ada korban jiwa. Karena tidak ada pedagang yang tinggal di kios. Saat terjadi musibah juga tidak ada aktifitas warga atau dalam keadaan kosong,” tutup Zulkarnaen.

Tentang kerugian, belum dapat diketahui, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Mengingat banyaknya barang dagangan yang ditinggal oleh pedagang di kios. (*)

Editor : kar