Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Babel » Pasca Kamp Dibakar, Ribuan Warga Lapan Desa ‘Kepung’ PT GML 

Pasca Kamp Dibakar, Ribuan Warga Lapan Desa ‘Kepung’ PT GML 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGKA, detak24com – Konflik membara di kawasan pertambangan Pulau Bangka kini memasuki babak yang lebih panas. Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Lapan Desa unjuk rasa di PT GML, Kamis (18/06/26).

Kesabaran mereka telah habis setelah dugaan pembakaran kamp dan fasilitas masyarakat yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Aksi besar-besaran yang mengguncang kawasan Divisi 5 PT Gunung Muda Lestari (GML) menjadi penanda bahwa masyarakat tidak lagi ingin disuguhi janji, audiensi, maupun permintaan waktu tanpa kepastian.

Bagi warga, yang hangus terbakar bukan hanya bangunan sederhana yang selama ini digunakan sebagai tempat beristirahat dan menunjang aktivitas mencari nafkah.

Yang ikut terbakar adalah kepercayaan masyarakat terhadap proses penyelesaian konflik yang selama ini dijanjikan.

Ribuan massa yang memadati lokasi aksi tampak meluapkan kekecewaan mereka. Teriakan tuntutan, kecaman terhadap dugaan pembakaran kamp masyarakat, hingga desakan agar pelaku segera diproses hukum menggema sepanjang aksi berlangsung.

“Kami sudah mengikuti permintaan mereka. Kami sudah mengosongkan lokasi. Kami sudah menghentikan aktivitas sementara. Tapi ketika kembali, kamp masyarakat justru tinggal arang. Sampai kapan kami harus menunggu?” teriak salah seorang peserta aksi yang langsung disambut sorakan massa.

Dalam pertemuan yang berlangsung usai aksi, perwakilan masyarakat menegaskan bahwa saat ini hanya ada dua tuntutan utama yang menjadi harga mati dan tidak bisa ditawar lagi.

Pertama, masyarakat meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pembakaran kamp dan fasilitas masyarakat segera diungkap dan diproses secara hukum. Tidak hanya pelaku lapangan, warga juga mendesak agar aktor intelektual di balik peristiwa tersebut turut dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu, masyarakat menuntut ganti rugi atas kerugian materiil yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

Kedua, masyarakat meminta agar diberikan ruang untuk bekerja secara legal pada kawasan IUP PT Timah, khususnya wilayah bekas CP TMR yang berada di Blok 53 dan Blok 54.

Menurut warga, tuntutan tersebut bukan semata persoalan aktivitas tambang, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup ratusan hingga ribuan keluarga yang selama ini bergantung pada sektor tersebut.

Masyarakat menilai berbagai pertemuan dan audiensi yang telah dilakukan selama ini belum menghasilkan keputusan konkret.

Alih-alih mendapatkan kepastian, warga mengaku terus diminta bersabar sambil menunggu proses yang tidak jelas batas waktunya.

Situasi tersebut membuat emosi masyarakat semakin memuncak, terlebih setelah muncul dugaan pembakaran kamp yang dianggap sebagai bentuk ketidakadilan terhadap warga.

“Aksi tadi hasilnya mereka masih meminta waktu. Namun tuntutan kami sudah jelas. Pertama, siapa yang melakukan pembakaran harus bertanggung jawab dan mengganti kerugian masyarakat. Kedua, masyarakat desa ingin diberikan ruang bekerja di lahan IUP PT Timah bekas lokasi CV TMR di Blok 53 dan 54,” tegas salah satu koordinator aksi.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian. Bagi warga, menunggu tanpa kepastian sama saja dengan membiarkan dapur keluarga mereka berhenti mengepul.

Puncak ketegangan terjadi ketika koordinator lapangan menyampaikan keputusan yang langsung disambut tepuk tangan dan sorakan ribuan massa.

Di hadapan peserta aksi, masyarakat menyatakan tidak akan lagi menunggu hasil audiensi yang terus berulang tanpa penyelesaian nyata.

Mereka memutuskan bahwa Jumat (19/06/26) akan digunakan untuk merakit kembali seluruh peralatan kerja yang sebelumnya dihentikan.

Kemudian pada Sabtu (20/06/26), masyarakat berencana kembali masuk ke lapangan dan memulai aktivitas kerja di kawasan yang mereka tuntut.

“Kalau tuntutan ini terus ditunda tanpa kepastian, hari Jumat kami merakit alat dan hari Sabtu kami mulai bekerja. Kami tidak bisa terus menggantungkan nasib masyarakat pada janji-janji yang tidak jelas ujungnya. Perut masyarakat tidak bisa menunggu,” tegasnya.

Pernyataan itu sontak membakar semangat massa yang sejak pagi memadati lokasi aksi.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah yang akan diambil pihak perusahaan, PT Timah, maupun aparat penegak hukum.

Di satu sisi, masyarakat menuntut keadilan atas dugaan pembakaran yang mereka alami. Di sisi lain, desakan untuk membuka akses kerja di Blok 53 dan 54 semakin sulit dibendung.

Jika tidak segera ditemukan solusi yang adil dan terukur, Sabtu mendatang berpotensi menjadi titik penentu dalam konflik yang telah berbulan-bulan membara.

Satu hal yang kini tidak terbantahkan kemarahan masyarakat Aliansi Lapan Desa telah mencapai titik puncak. Dan setelah aksi besar hari ini, bara perlawanan itu bukan semakin padam, melainkan semakin membesar.

Reporter : Tama

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAUM Ibu Desa Harapan Baru Semangat Ikuti Reses Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam

    KAUM Ibu Desa Harapan Baru Semangat Ikuti Reses Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 13Komentar

    DURI, detak24.com – Ratusan kaum ibu warga Dusun Suka Jadi, Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau tampak bersemangat mengikuti reses yang dilaksanakan Ketua DPRD Bengkalis H Khairul Umam LC ME Sy di tempat mereka.  Tak hanya kaum ibu-ibu, kaum bapak-bapak juga antusias mendengarkan arahan yang disampaikan Ketua DPD PKS Kabupaten Bengkalis tersebut.  Turut hadir pada kesempatan […]

  • Airlangga Hartarto Mundur Mendadak, Gibran Tiba-tiba Diajukan Jadi Ketum Golkar 

    Airlangga Hartarto Mundur Mendadak, Gibran Tiba-tiba Diajukan Jadi Ketum Golkar 

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Wapres RI terpilih, Gibran Rakabuming Raka diusulkan jadi ketum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto. Dukungan dinyatakan oleh kelompok Relawan POS Gibran. Ketua Umum Relawan POS Gibran menyebut Gibran layak menjadi ketua umum Partai Golkar yang baru. Menurutnya, Golkar akan mengambil langkah strategis jika menjadikan anak Presiden Joko Widodo itu sebagai ketua umum. […]

  • Irjen Pol Muhammad Iqbal Resmi Jabat Kapolda Riau

    Irjen Pol Muhammad Iqbal Resmi Jabat Kapolda Riau

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 24Komentar

    PEKANBARU (DETAK24.COM) – Pimpinan tertinggi di Polda Riau resmi berganti setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi Polri di Rupatama Mabes Polri, beberapa waktu lalu. Irjen Pol Muhammad Iqbal yang dipercaya menjadi Kapolda Riau secara resmi disambut dengan jajar kehormatan oleh personel Polda Riau, Senin […]

  • KEBAKARAN Hebat Landa Pelabuhan Jongor Tegal, 52 Kapal Ludes Terbakar

    KEBAKARAN Hebat Landa Pelabuhan Jongor Tegal, 52 Kapal Ludes Terbakar

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    TEGAL, detak24com – Puluhan kapal terbakar di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, pada Senin malam, 14 Agustus 2023. Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 18.15.  Situasi pagi ini pukul 07.35 di Pelabuhan Jongor Tegal, update terakhir 52 kapal terbakar,” ungkap Kepada Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Satake Bayu Setianto. Berdasarkan kronologis yang dihimpun petugas […]

  • Laka Kerja Pekanbaru : Lift Barang Proyek RS Santa Maria Terjun dari Lantai 7, Tiga Pekerja Luka Serius 

    Laka Kerja Pekanbaru : Lift Barang Proyek RS Santa Maria Terjun dari Lantai 7, Tiga Pekerja Luka Serius 

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Rumah Sakit Santa Maria Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Selasa (07/04/26) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan lift barang yang jatuh dari lantai tujuh dan mengakibatkan tiga pekerja mengalami luka berat. Ketiga korban masing-masing bernama Kusnia (23), Muhammad Agit Nurjamil (25), dan Ashari […]

  • Pasutri di Pematang Pudu Mandau Habisi Nyawa Perempuan Paruh Baya 

    Pasutri di Pematang Pudu Mandau Habisi Nyawa Perempuan Paruh Baya 

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MANDAU, detak24com – Polsek Mandau ungkap kasus pembunuhan terhadap Suryati (51), warga Jalan Batin Bertuah RT05/RW01 Kelurahan Pematang Pudu, Mandau. Korban ditemukan tewas di rumahnya Ahad (12/01/25) malam. Penemuan mayat wanita paruh baya ini sempat membuat heboh warga setempat. Pihak kepolisian yang mendapat informasi itu langsung melakukan proses penyelidikan. Hasilnya, Polsek Mandau menangkap pasangan suami […]

expand_less