Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Lewat Pelabuhan Dumai, Malaysia Kembali ‘Tendang’ 180 TKI Bermasalah

Lewat Pelabuhan Dumai, Malaysia Kembali ‘Tendang’ 180 TKI Bermasalah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Sebanyak 180 Pekerja Migran Indonesia bermasalah kembali dideportasi dari Malaysia, dan dipulangkan ke Tanah Air melalui Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau.

Informasi dirangkum di Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Senin (09/02/26) menyebutkan, pemulangan 180 TKI bermasalah tersebut pada Sabtu (07/02/26). Para pekerja migran tiba di Dumai sekitar pukul 16.10 WIB petang menggunakan Kapal Indomal Dynasty.

Dari total PMI yang dipulangkan, sebanyak 133 orang berjenis kelamin laki-laki dan 47 orang perempuan. Berdasarkan data BP3MI Riau, para PMI tersebut berasal dari Jawa Timur sebanyak 53 orang, Aceh 40 orang, Nusa Tenggara Barat 31 orang, Sumatra Utara 20 orang, Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing 6 orang, Riau dan Sumatra Barat masing-masing 4 orang, serta Lampung 3 orang.

Sementara itu, masing-masing dua orang tercatat berasal dari Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Sedangkan satu orang PMI masing-masing berasal dari DKI Jakarta, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Barat.

Seperti dilansir dari MCRiau, setibanya di Dumai, para PMI harus menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari pengecekan kelengkapan dokumen hingga pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, mereka dibawa ke Rumah Ramah Pekerja Migran Indonesia P4MI Kota Dumai untuk dilakukan pendataan, pelayanan, pelindungan, serta fasilitasi.

Para pekerja migran tersebut akan ditampung sementara sambil menunggu proses pemulangan ke daerah asal masing-masing. BP3MI Riau memastikan seluruh PMI mendapatkan pendampingan sesuai prosedur yang berlaku.

“Sebanyak 180 Pekerja Migran Indonesia bermasalah dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Dumai. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah terbanyak dari Provinsi Jawa Timur dan Aceh,” ujar Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan, Senin (09/02/26).

Dikatakannya, pemulangan TKI bermasalah tersebut merupakan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan negara terhadap PMI yang menghadapi persoalan ketenagakerjaan dan keimigrasian di luar negeri.

Pada kesempatan kali ini ia mengimbau agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar menggunakan jalur resmi dan prosedural. “Hal tersebut demi menghindari permasalahan hukum dan ketenagakerjaan di negara tujuan,” pungkasnya. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapenda Rohil Ingatkan Pengusaha Sarang Walet Taat Pajak, Genjot PAD

    Bapenda Rohil Ingatkan Pengusaha Sarang Walet Taat Pajak, Genjot PAD

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    ROHIL, detak24.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Rokanhilir melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya melalui optimalisasi pungutan pajak usaha sarang walet. Hal ini Disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melalui Kepala Bidang Pajak Daerah ll  Darma putra Didampingi Kasubid PPJ MBLB Handoko SIP, dikutip Jumat (07/10/22). “Kami mengimbau kepada […]

  • POLISI Tembak Maling yang Beraksi di Sejumlah TKP Pekanbaru

    POLISI Tembak Maling yang Beraksi di Sejumlah TKP Pekanbaru

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi Pekanbaru tembak maling bernama Febi Adri (29) dan Ronaldo (26). Keduanya diketahui residivis yang beraksi di sejumlah TKP. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan, pihaknya kini sedang memberantas curanmor, curat dan curas (3C) di Kota Pekanbaru jelang Ramadan. “Penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan korban, Peldi Hartono yang kehilangan […]

  • PSPS Terancam Denda dan Sanksi Bermain Tanpa Penonton, Buntut Suporter Rusuh

    PSPS Terancam Denda dan Sanksi Bermain Tanpa Penonton, Buntut Suporter Rusuh

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Klub kebanggaan masyarakat Riau PSPS terancam denda serta sanksi bermain tanpa penonton. Hal itu menyusul kerusuhan yang diciptakan pendukungnya saat menjamu PSMS Kamis lalu. Suporter PSPS Riau yang kecewa dengan kekalahan tim kesayangannya saat menjamu PSMS Medan di Stadion Utama Riau, melempar ratusan kursi penonton di tribun ke arah lapangan saat pertandingan […]

  • Diduga Kartel Narkoba di Sumsel Sewa Komplotan Pembunuh Bayaran, Habisi Pesaing Bisnis

    Diduga Kartel Narkoba di Sumsel Sewa Komplotan Pembunuh Bayaran, Habisi Pesaing Bisnis

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    Sumsel, detak24.com – Aparat Kepolisian Resor Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap komplotan pembunuh bayaran yang diduga disewa kartel dalam persaingan bisnis gelap narkoba.       Dikutip Rabu (29/06/22), Kepala Polres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy  mengatakan ada sebanyak sembilan tersangka komplotan pembunuh yang ditangkap personel Satreskrim. Sembilan tersangka tersebut yakni Efran, Erik Pratama, Juliansyah, […]

  • SEBANYAK 16 Ribu Warga Meranti Terpaksa Bekerja di Malaysia

    SEBANYAK 16 Ribu Warga Meranti Terpaksa Bekerja di Malaysia

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    MERANTI, detak24.com – Kondisi minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Kepulauan Meranti, membuat ribuan warga eksodus ke Malaysia dan terpaksa bekerja di negeri jiran itu Ini terungkap saat pengurus Perkumpulan Putra Meranti Luar Negeri (PPMLN) Kepulauan Meranti mengadakan pertemuan dengan pihak Polres Kepulauan Meranti dalam program Jumat Curhat bertempat di Telaga Bening Jalan Merdeka Selatpanjang, Kecamatan […]

  • Gegara Ucapan Kalimat Ini Pemicu Nyawa Susilawati Melayang, Suami Kampak Istri di Bantan Bengkalis 

    Gegara Ucapan Kalimat Ini Pemicu Nyawa Susilawati Melayang, Suami Kampak Istri di Bantan Bengkalis 

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Nali (37) nekat menghabisi nyawa istrinya Susilawati (34) dengan sadis. Emosi pelaku seketika memuncak saat korban berkata ‘Buat lah kopi sendiri’. Diketahui, Nali dengan beringas mengkampak leher isterinya sampai korban tewas seketika. Saat itu Susilawati sedang berada di dapur, Ahad (13/04/25) petang.  Baca juga : Soal Gadai Hp, Emak-emak di Bantan Bengkalis […]

expand_less