Usai Terjun di Jembatan Rantau Berangin, Boiko Gulo Belum Ditemukan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- print Cetak

Tim SAR mencari korban yang tenggelam usai terjun di jembatan Rantau Berangin, Kampar. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Memasuki hari keenam pencarian, Tim SAR Gabungan belum menemukan keberadaan korban, Ahad (09/08/26). Namun, tim terus bersemangat dengan memperluas areal penyisiran serta peralatan.
Tim gabungan memperluas penyisiran dengan menyusuri aliran Sungai Kampar menggunakan perahu karet. Pencarian dilakukan dari lokasi awal kejadian hingga radius 13 kilometer ke arah hilir.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita, mengatakan bahwa seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian korban.
“Upaya pencarian korban di hari keenam ini kami optimalkan dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari titik awal kejadian hingga radius 13 kilometer ke arah hilir sungai. Namun, hingga laporan sore ini disampaikan pukul 16.00 WIB, keberadaan korban masih belum ditemukan,” ungkapnya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (04/08/26) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Boiko Gulo yang diketahui berasal dari Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, saat itu mengendarai sepeda motor dan berhenti di atas Jembatan Rantau Berangin.
Tak lama kemudian, korban melompat dari jembatan. Korban kemudian hanyut terbawa derasnya arus Sungai Kampar.
Sejak kejadian tersebut, operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan puluhan personel gabungan. Unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Damkar, perangkat desa, hingga masyarakat setempat.
Tim SAR juga mengerahkan berbagai peralatan untuk mendukung pencarian, mulai dari perahu karet, peralatan selam, armada angkut, hingga perlengkapan keselamatan lainnya.
Dilansir dari MCRiau, di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan tim di lapangan. BPBD Kampar mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Kampar maupun personel yang terlibat dalam operasi SAR agar meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Selain kondisi cuaca, tim juga memantau kondisi elevasi Waduk PLTA Koto Panjang. Berdasarkan pemantauan terakhir, elevasi waduk tercatat berada pada posisi 79,74 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Pencarian terhadap Boiko Gulo akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, sembari mempertimbangkan kondisi arus sungai dan faktor keselamatan personel di lapangan. (*)
Editor : Kar












