Pamit ke Kedai Beli Rokok, Kakek 75 Tahun di Desa Maini Tebingtinggi Barat Dilaporkan Hilang
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Tim gabungan mencar kakek Selamat yang hilang saat pamit ke kedai beli rokok. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SELATPANJANG, detak24com – Seorang kakek usia lanjut di Desa Maini, Kecamatan Tebingtinggi Barat dilaporkan hilang sejak Jumat (07/08/26).
Diketahui, korban bernama Selamat (75) setelah pamit ke kedai membeli rokok. Hingga, Ahad (09/08/26) kakek usila itu belum ditemukan.
Memasuki hari ketiga, tim gabungan masih menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur yang dilalui Selamat sebelum dinyatakan hilang.
Pencarian dilakukan dengan melibatkan BPBD Kepulauan Meranti, Pemerintah Desa Maini, Polsek Tebing Tinggi Barat, Babinsa, Basarnas, serta masyarakat setempat.
Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti M Khardafi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Ardath, mengatakan hingga Ahad petang keberadaan Selamat belum berhasil ditemukan.
“Untuk sementara bapak Selamat sudah masuk hari yang ketiga dengan hari ini (Ahad) belum kita ketemukan,” ujarnya, Ahad (09/08/26) malam.
Berdasarkan informasi dari keluarga, Selamat terakhir kali diketahui berada di sekitar Desa Maini pada Jumat sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban disebut hendak membeli rokok pada sebuah warung.
Dalam perjalanan menuju warung, Selamat bertemu dengan keponakannya bernama Kelana. Keponakan tersebut kemudian sempat mengantar Selamat untuk pulang ke rumah. Namun, pengantaran hanya sampai di pertengahan jalan, sementara Selamat kemudian melanjutkan perjalanan menuju kediamannya.
Selamat diketahui biasa menggunakan jalan pintas yang melewati kawasan kebun sagu untuk menuju rumah. Jalur tersebut juga berada di sekitar kawasan kilang sagu yang sebelumnya sering menjadi tempat korban singgah.
Keluarga sempat mencari informasi ke sejumlah kilang sagu untuk memastikan keberadaan Selamat. Namun, dari keterangan pihak kilang, korban diketahui sudah sekitar satu minggu tidak terlihat berada di lokasi tersebut.
Jalur potongan melalui kawasan kebun sagu itu diketahui memiliki akses yang tembus hingga bagian belakang rumah korban. Kondisi tersebut menjadi salah satu kawasan yang turut menjadi perhatian tim dalam pencarian.
Selamat diketahui berusia sekitar 75 tahun. Kondisi tersebut membuat proses pencarian dilakukan secara lebih luas dengan menyisir sejumlah jalur yang kemungkinan dilalui korban.
Hingga hari ketiga pencarian, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan Selamat. Basarnas bersama masyarakat juga ikut memperkuat pencarian di sejumlah titik.
BPBD Kepulauan Meranti memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (10/8/2026). Tim SAR gabungan akan kembali menyisir lokasi yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi tempat terakhir korban berada, seperti diwartakan GoRiau. (*)
Editor : Kar












