Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Dijual di Tiktok, Polisi Pekanbaru Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi 

Dijual di Tiktok, Polisi Pekanbaru Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Polsek Limapuluh Pekanbaru bongkar sindikat perdagangan bayi yang memanfaatkan medsos Tiktok. Tiga emak-emak diduga anggota jaringan ditangkap.

Informasi dirangkum Ahad (19/01/25), pengungkapan ini dilakukan pada Sabtu (18/01/25) petang. Berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya transaksi penjualan bayi di sebuah kafe di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru.

Tim Opsnal yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Limapuluh, AKP Leo Putra Anggara langsung bergerak ke lokasi dan meringkus tiga emak-emak yang diduga terlibat sindikat perdagangan bayi tersebut.

“Kami berhasil mengamankan ketiga tersangka saat mereka sedang bertransaksi di kafe yang dimaksud, dan mengamankan seorang bayi perempuan yang diduga akan dijual,” ujar Kapolsek Limapuluh, AKP Viola Dwi Aggreni, melalui Kanit Reskrim, AKP Leo Putra Anggara, Minggu (19/01/25).

Saat diamankan, bayi tersebut terlihat dalam kondisi sakit, dengan sesak napas dan mata menguning, diduga akibat stunting atau kekurangan gizi. Bayi tersebut saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Riau.

Tersangka pertama, Tutik Hariati (31) mengaku mendapatkan bayi perempuan yang berusia empat hari dari Erni Juliani (49), seorang bidan di salah satu rumah sakit di Duri, Kabupaten Bengkalis.

“Kedua tersangka tersebut berencana menjual bayi tersebut kepada Aprita Tarigan (42) dengan harga Rp 25 juta,” ujar Kapolsek Limapuluh, AKP Viola Dwi Aggreni, Ahad (19/01/25).

Keterangan dari Erni Juliani menyebutkan bahwa ia bertindak sebagai perantara dalam transaksi ini dan mengaku telah melakukan hal serupa sebanyak lima kali.

Sementara itu, Aprita Tarigan yang merupakan pembeli bayi tersebut, mengungkapkan bahwa ia berniat menjual kembali bayi itu dengan harga Rp 35 juta karena usia bayi yang masih sangat muda.

Menurut pengakuan Aprita, transaksi jual beli bayi sebelumnya juga dilakukan melalui TikTok, dan sudah lima kali dilakukan di wilayah Medan.

Ketiga pelaku ditahan di Mapolsek Limapuluh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga sedang berupaya untuk menemukan orangtua bayi tersebut, serta terus mendalami kasus ini untuk mengungkap sindikat perdagangan bayi yang lebih luas.

Kasus ini diproses sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Polisi juga telah melaporkan kasus ini ke Kejaksaan dan berkoordinasi untuk langkah hukum lebih lanjut, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hebat, Tiga Kios Ludes Jadi Abu di Sukajadi Pekanbaru 

    Kebakaran Hebat, Tiga Kios Ludes Jadi Abu di Sukajadi Pekanbaru 

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tiga kios pedagang ludes dilalap api dalam peristiwa kebakaran hebat di Jalan Kuau, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Sabtu (02/05/26) dini hari sekitar pukul 00.22 WIB. Kadis Damkardan Penyelamatan Kota Pekanbaru Zarman Candra, mengatakan bahwa laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.22 WIB dari seorang warga bernama Yusuf. Tak lama berselang, tim […]

  • Tim Voli Putra Jinakkan Malaysia 3-0, Tembus Semifinal

    Tim Voli Putra Jinakkan Malaysia 3-0, Tembus Semifinal

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    Hanoi, detak24. com – Tim voli putra Indonesia memastikan tiket ke semifinal SEA Games 2021. Kepastian itu diperoleh usai mengalahkan Malaysia 3-0. Indonesia yang tergabung dalam Grup A menjalani laga terakhir babak penyisihan berjumpa dengan tim Negeri Jiran pada Selasa (17/5/2022). Bertanding di Quang Ninh Gymnasium, Dimas Saputra Pratama dkk menang telak dengan skor akhir […]

  • TAUFIK KURNIAWAN, Mantan Wakil Ketua DPR Meninggal Dunia

    TAUFIK KURNIAWAN, Mantan Wakil Ketua DPR Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Mantan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meninggal dunia. Keluarga besar PAN berduka atas meninggalnya Taufik Kurniawan. “Keluarga besar PAN merasa kehilangan dan berdukacita atas wafatnya saudara kami, Dr Ir H Taufik Kurniawan, MM,” kata Ketum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas kepada wartawan, Kamis (24/11/22). Taufik Kurniawan merupakan anggota Fraksi PAN DPR RI 2014-2019 serta Sekjen […]

  • MUTASI Kodim 0320/ Dumai, Lettu (Inf) Ediyanto Jabat Pasi Intelijen

    MUTASI Kodim 0320/ Dumai, Lettu (Inf) Ediyanto Jabat Pasi Intelijen

    • calendar_month Jumat, 24 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    DUMAI, detak24com   – Dua perwira jadi warga baru di Kodim 0320/Dumai. Yakni, Kapten (Inf) S Ginting sebagai Perwira Seksi Tertorial serta Lettu (Inf) Ediyanto menjabat Pasi Intelijen. Kaoten (Inf) S Ginting sebelumnya berdinas di Kodim 0322/Siak. Sementara, Lettu (Inf) Ediyanto perwira yang dimutasi dari Korem 031/WB. Pekanbaru. Korsraport dua perwira baru Kodim 0320/Dumai tersebut digelar […]

  • Napi Dipaksa Minum Kencing dan Telanjang Bulat, Penyiksaan di Lapas Jogja

    Napi Dipaksa Minum Kencing dan Telanjang Bulat, Penyiksaan di Lapas Jogja

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Jakarta, detak24.com — Komnas HAM mengungkap beragam tindakan penyiksaan, kekerasan dan perlakuan yang merendahkan martabat warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta. Beberapa diantaranya memakan muntahan hingga meminum air seni, serta dipaksa telanjang bulat di tempat terbuka. Pemantau Aktivitas HAM, Wahyu Pratama Tamba menjabarkan delapan tindakan yang merendahkan martabat, serta sembilan tindakan […]

  • MIRIS! 6 Bulan Insentif Guru 3T Meranti Tak Dibayar, Pusat Sudah Transfer Dana

    MIRIS! 6 Bulan Insentif Guru 3T Meranti Tak Dibayar, Pusat Sudah Transfer Dana

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    MERANTI, detak24com – Disdikbud Meranti tak menyalurkan insentif guru daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) selama 6 bulan. Alasannya, anggaran pembayaran belum dimasukkan dalam APBD-P 2022. Tidak menerima insentif daerah tertinggal (IDT), dikeluhkan beberapa guru yang mengajar di daerah masuk kategori 3T di Kepulauan Meranti. Tak tanggung-tanggung, hak yang bersumber dari DAK nonfisik yang seharusnya mereka […]

expand_less