Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Bengkalis » Alamak, Atuk-atuk Warga Bengkalis Jual Lahan Cagar Biosfer 197 Ha Seharga Rp 1,2 Miliar

Alamak, Atuk-atuk Warga Bengkalis Jual Lahan Cagar Biosfer 197 Ha Seharga Rp 1,2 Miliar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BENGKALIS, detak24com – Polisi menangkap pria usila warga Bengkalis inisial MA (65). Ia menjual Cagar Biosfer Giam seluas 197 hektare, dengan harga Rp 1,2 miliar 

Informasi dirangkum Ahad (09/03/25), tersangka berinisial MA (65) ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Bengkalis pada Kamis (06/03/25).

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkalis, Ipda Fachri Muhamad Mursyid mengungkapkan, bahwa tersangka menjual hutan cagar biosfer Giam Siak Kecil dengan luas mencapai 197 hektar.

Modusnya, kelompok tani hutan palsu. Penjualan pun tanpa ada sertifikat, hanya kuitansi. Para pembeli dijanjikan untuk menjadi anggota dari kelompok tani hutan. 

“Lokasi hutan ini merupakan wilayah konsesi PT SPA, namun masuk di zona inti GSK. Jadi perusahaan tersebut memiliki tanggung jawab sebagai penyangga GSK,” jelas Kanit.

Dia menambahkan, bahwa pelaku mulai menjual hutan sejak tahun 2001. Namun, penjualan yang signifikan terjadi antara tahun 2021 hingga sekarang.

“Sejak mafia tanah ini beraksi, ia telah meraup keuntungan mencapai miliaran rupiah. Nilai penjualan hutan, totalnya Rp 1,2 miliar,” ungkapnya.

Kasus ini terungkap saat tim Satreskrim Polres Bengkalis melakukan patroli terkait illegal logging dan perambahan hutan di wilayah GSK pada pekan lalu.

Saat itu, petugas mendapati kegiatan ilegal penguasaan lahan di kawasan hutan lindung tersebut. “Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat 8 orang yang menguasai lahan dan sedang merambah hutan,” kata Fachri.

Warga pemilik lahan mengaku membeli tanah dari tersangka MA. Polisi kemudian melakukan gelar perkara yang berujung pada penangkapan tersangka.

Tersangka menjual hutan kepada 8 orang warga dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per 10 hektar.

“Paling luas hutan yang dijual pelaku, yakni 40 hektar dengan harga Rp 240 juta,” tambahnya. (Red)
Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • VIRAL! Pria Asal Pekanbaru Bunuh Diri di Fly Over Kelok Sembilan Payakumbuh

    VIRAL! Pria Asal Pekanbaru Bunuh Diri di Fly Over Kelok Sembilan Payakumbuh

    • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    PAYAKUMBUH, detak24com – Seorang pria diketahui bernama Ahmad Rizki (42) warga Jalan Pahlawan Kerja, Gang Perhubungan, Marpoyan Damai, Pekanbaru ditemukan tewas di bawah fly over Kelok 9 Sumbar. Informasi yang rangkum di lapangan, Kamis (30/03/23) korban langsung dievakuasi tim SAR rumah sakit terdekat. Peristiwa ini yang diduga bunuh diri ini heboh di beberapa media sosial. […]

  • DUH! Tekong TKI hanya Dihukum 10 Bulan, Padahal TPPO Prioritas Penanganan

    DUH! Tekong TKI hanya Dihukum 10 Bulan, Padahal TPPO Prioritas Penanganan

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    BENGKALIS, detak24com – PN Bengkalis memvonis seorang tekong TKI bernama Jasmani alias Jas, selama 10 bulan penjara dipotong masa tahanan. Ia terbukti melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang jadi prioritas penanganan. Humas PN Bengkalis, Ulwan Maluf ketika dikonfirmasi, Kamis (22/06/23) mengatakan, vonis dibacakan majelis hakim pada sidang lanjutan, Senin (19/6/23). Selain itu, hakim juga […]

  • Innalilahi, Rimbani Mati di Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan 

    Innalilahi, Rimbani Mati di Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan 

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Seekor gajah sumatera bernama Rimbani mati di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Pelalawan. Kematiannya akibat infeksi pencernaan sejak November lalu. Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro menjelaskan bahwa hasil laboratorium mengonfirmasi adanya infeksi pada sistem pencernaan Rimbani. “Awalnya tidak ada gejala sakit. Rimbani makan seperti biasa, dengan makanan dari alam seperti rumput dan […]

  • ENAM Jam Diperiksa KPK, Sekdaprov SF Hariyanto dan Istri Irit Bicara

    ENAM Jam Diperiksa KPK, Sekdaprov SF Hariyanto dan Istri Irit Bicara

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JAKARTA, detak24com – Sekdaprov Riau, SF Hariyanto irit bicara usai menjalani pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (06/04/23). SF Hariyanto dan istrinya Adrias menjalani pemeriksaan oleh tim Direktorat LHKPN KPK selama kurang lebih 6 setengah jam. Para awak media yang telah menunggunya pun mengajukan banyak pertanyaan kepada Heriyanto. […]

  • Saat Bikin Paspor, Imigrasi Dumai Tahan Dua WNA Thailand

    Saat Bikin Paspor, Imigrasi Dumai Tahan Dua WNA Thailand

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Imigrasi Dumai menahan dua warga Thailand. Mereka ketahuan sebagai WNA saat membuat paspor di kantor tersebut. Jajaran Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, beserta Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, dan Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan konferensi pers terkait penanganan dugaan tindak pidana Keimigrasian yang dilakukan oleh dua orang Warga Negara Asing berkebangsaan Thailand, Kamis […]

  • PENCURI Mesin Molen di Simpang Kubu Kampar Bonyok Diamuk Massa, Pelaku Warga Pekanbaru

    PENCURI Mesin Molen di Simpang Kubu Kampar Bonyok Diamuk Massa, Pelaku Warga Pekanbaru

    • calendar_month Sabtu, 15 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    KAMPAR, detak24com – Seorang pencuri mesin molen di Dusun I Panglima Khotib Desa Simpang Kubu Kecamatan Kampar berinisial OB (28) sekarat diamuk massa, Sabtu (15/07/23) sekira pukul 03.00 WIB. Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Kampar AKBP Didik Pryo Sambodo melalui Kapolsek Kampar Iptu Ilhamdi, “Pelaku merupakan warga Jalan Arjuna Kelurahan Labuh Baru, Pekanbaru,” ungkap Kapolsek. […]

expand_less