Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Babel » Warga Tempilang Bangka Barat Amankan Tiga Karung Pasir Timah Selundupan 

Warga Tempilang Bangka Barat Amankan Tiga Karung Pasir Timah Selundupan 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGKA BARAT, detak24com – Upaya dugaan penyelundupan pasir timah melalui jalur laut kembali mencuat di pesisir Bangka Barat. Kali ini, tiga karung berisi barang bukti dengan berat sekitar 180 kilogram berhasil diamankan warga dan nelayan pesisir Tempilang, Sabtu (07/06/26) malam.

Meski hanya tiga karung yang diamankan, temuan tersebut kembali membuka tabir persoalan lama yang selama ini menjadi sorotan masyarakat Pulau Bangka. dugaan maraknya distribusi timah ilegal melalui jalur laut yang seakan tak pernah benar-benar berhenti.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Sejumlah nelayan yang berada di kawasan pesisir Tempilang mencurigai adanya aktivitas pengiriman pasir timah yang diduga akan diberangkatkan melalui jalur laut.

Warga kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga karung yang diduga berisi pasir timah sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, ketiga karung tersebut memiliki berat keseluruhan sekitar 180 kilogram. Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat tiga karung putih tersusun di lantai sebuah bangunan sederhana. Pada salah satu karung tampak tulisan tangan bertuliskan “CV BPM”, angka “13”, serta tulisan “DEMI”.

Tulisan tersebut memunculkan dugaan bahwa pasir timah itu berasal dari ponton nomor 13 milik seseorang yang dikenal dengan nama Demi, yang disebut-sebut merupakan binaan dari sebuah CV berinisial BPM. Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih menunggu pembuktian dan pendalaman dari aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul barang, pemilik, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam dugaan pengiriman tersebut.

Bagi masyarakat pesisir Tempilang, temuan ini bukan sekadar perkara tiga karung pasir timah. Warga menilai peristiwa tersebut menjadi potret kecil dari persoalan yang lebih besar yang selama ini berlangsung di wilayah pesisir Bangka.

“Kalau masyarakat tidak peduli, mungkin barang ini sudah berangkat malam itu juga. Yang kami harapkan bukan hanya barangnya diamankan, tetapi siapa pemiliknya dan siapa yang mengatur pengirimannya juga harus diungkap,” ujar seorang nelayan yang ikut mengamankan barang tersebut, Selasa (09/06/26).

Pernyataan itu menggambarkan keresahan yang selama ini dirasakan masyarakat. Mereka berharap penegakan hukum tidak hanya berhenti pada barang bukti yang ditemukan, tetapi mampu membongkar seluruh mata rantai distribusi yang diduga terlibat.

Senada dengan itu, seorang tokoh masyarakat Tempilang yang meminta identitasnya dirahasiakan mendesak aparat agar tidak hanya menindak pelaku lapangan.

“Jangan berhenti pada tiga karung ini. Kalau memang ada jaringan di belakangnya, bongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai yang tersentuh hanya orang lapangan, sementara aktor-aktor besar tetap aman,” tegasnya.

Menurut warga, praktik pengiriman timah melalui jalur laut bukanlah isu baru. Selama bertahun-tahun, jalur perairan kerap disebut-sebut menjadi salah satu rute yang digunakan untuk mendistribusikan komoditas tambang bernilai tinggi tersebut.

Ironisnya, nelayan yang setiap hari melaut mencari nafkah kerap mempertanyakan bagaimana aktivitas yang diduga melibatkan komoditas bernilai besar masih dapat berlangsung tanpa terdeteksi lebih awal.

Masyarakat menilai keberhasilan menggagalkan dugaan pengiriman pasir timah tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian warga dalam menjaga daerahnya. Namun mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke sumbernya.

Warga meminta penyelidikan tidak hanya berfokus pada barang bukti yang diamankan, melainkan juga menelusuri asal-usul timah, pihak pengumpul, pengendali distribusi, hingga tujuan akhir pengiriman. Sebab, menurut mereka, praktik semacam itu tidak mungkin berdiri sendiri.

“Di balik satu karung ada pengumpul. Di balik pengumpul ada penghubung. Dan di belakang penghubung bisa saja ada pihak yang lebih besar. Karena itu, mengungkap tiga karung tanpa membongkar jaringan di belakangnya sama saja memotong ranting tanpa mencabut akarnya,” ujar salah seorang warga.

Kini, tiga karung pasir timah tersebut telah berada dalam pengamanan aparat. Namun bagi masyarakat Tempilang, yang tersisa bukan hanya barang bukti, melainkan sederet pertanyaan yang menunggu jawaban.

Publik kini menanti langkah aparat penegak hukum. Apakah penyelidikan akan berhenti pada tiga karung pasir timah yang diamankan, atau justru membuka tabir jaringan yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik di sepanjang pesisir Bangka Barat.

Karena bagi warga Tempilang, malam itu bukan sekadar pengungkapan barang bukti. Melainkan awal dari harapan agar hukum mampu menembus lebih dalam dan mengungkap siapa saja yang selama ini diduga memperoleh keuntungan dari jalur distribusi timah yang merugikan daerah. (Red)

Reporter  : Tama

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterlaluan! Puluhan SMA Negeri di Riau Mark-up Biaya Seragam Siswa 

    Keterlaluan! Puluhan SMA Negeri di Riau Mark-up Biaya Seragam Siswa 

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Disdik Riau meminta sekolah yang terbukti melakukan kelebihan bayar seragam sekolah kepada siswa, wajib segera mengembalikan. Hal itu ditegaskan Kadisdik Riau Erisman Yahya, menanggapi adanya 31 sekolah SMA Negeri  yang melakukan mark-up uang seragam sekolah. Penegasan tersebut juga sebagai tindak lanjut atas arahan Plt Gubernur Riau, serta rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh […]

  • Nunggak Kredit Dua Tahun, PN Sita Truk Molen BUMD PT Pembangunan Dumai

    Nunggak Kredit Dua Tahun, PN Sita Truk Molen BUMD PT Pembangunan Dumai

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Dua unit mobil cor mixer atau truk molen milik BUMD PT Pembangunan Dumai disita PN Dumai, lantaran menunggak cicilan kredit selama 2 tahun, Rabu (04/09/24). Penyitaan ini langsung mendapat sorotan bahkan menjadi perbincangan hangat masyarakat Dumai serta di medsos. Oleh karena, truk molen tersebut selama ini aktif dan banyak dapat job. Di […]

  • Kapal dengan 10 ABK Tenggelam di Tanjung Kedabu Meranti

    Kapal dengan 10 ABK Tenggelam di Tanjung Kedabu Meranti

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MERANTI, detak24com – Kapal dengan 10 ABK tenggelam setelah dihantam ombak di perairan Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang. Lokasi kapal tenggelam tepatnya di titik koordinat 01.15.012 U/102.50.828 T. Sepuluh ABK berhasil diselamatkan oleh kapal yang melintasi TKP. Informasi dirangkum, Kamis (01/08/24), laka laut tersebut terjadi pada Selasa, 30 Juli 3924 petang. Unit Siaga SAR Kepulauan […]

  • EMPAT Tahun Kepemimpinan Syamsuar – Edy Natar Jadi Viral Medsos, Tak Lagi Deh!

    EMPAT Tahun Kepemimpinan Syamsuar – Edy Natar Jadi Viral Medsos, Tak Lagi Deh!

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Syamsuar – Edy Natar Nasution memasuki tahun keempat. Tak lama lagi periode kedua akan berakhir. Pasangan Syamsuar – Edy Natar dilantik presiden sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada 20 Februari 2019 lalu. Selama memimpin, keduanya tak luput dari pro kontra. Baik dari partai pengusung maupun […]

  • Harga Sawit Petani Menukik ke 400 Perkilo, Biarkan Busuk di Batang

    Harga Sawit Petani Menukik ke 400 Perkilo, Biarkan Busuk di Batang

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    Jambi, detak24.com – Pasca dibukanya kembali kran ekspor CPO, harga TBS di Jambi terus menukik hingga tembus Rp400 perkilo. Petani terpaksa membiarkan buah sawit busuk di batang, seraya mencari pekerjaan lain untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Menurut Edy Rusmawanto, Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Jambi, larangan ekspor CPO yang diterapkan pemerintah beberapa waktu lalu […]

  • Risma-Gibran Disodorkan ke DKI, Proyek Politik PDIP Menuju 2029

    Risma-Gibran Disodorkan ke DKI, Proyek Politik PDIP Menuju 2029

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    JAKARTA (DETAK24.C0M) – PDI Perjuangan mengorbitkan sejumlah kadernya yang kemungkinan diusung dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2024. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat menyebut nama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dua nama itu kemungkinan berpeluang ajukan partainya pada Pilkada DKI mendatang. “Bu Risma dalam kepemimpinan selama dua periode di […]

expand_less