Nelayan Sungai Manasib Rohil Diterkam Buaya, Sempat Diseret ke Dalam Air
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Abdul Aziz, nelayan Sungai Manasib Rohil dirawat intensif usai diterkam buaya. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROHIL, detak24com – Seorang nelayan bernama Abdul Azis (43), warga RT 004/RW 002 Dusun Harapan Jadi, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, Rohil mengalami luka setelah diterkam seekor buaya saat memasang pukat pantai di perairan Sungai Manasib.
Kapolres Rokan Hilir Isa Imam Syahroni Sik MH, melalui Kasi Humas Polres Rokan Hilir Ipda Didi Sofyan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin (06/07/26) petang sekitar pukul 14.30 WIB. Menurutnya, korban yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan saat itu sedang memasang pukat pantai seorang diri di perairan Kuala Jabon, Kepenghuluan Sungai Manasib.
Saat berada di kedalaman sekitar sepinggang, korban tidak menyadari bahwa ia telah diintai seekor buaya. Ketika lengah, hewan melata tersebut tiba-tiba menerkam dan menyeretnya ke dalam air.
“Korban sempat melakukan perlawanan dengan cara tarik-menarik melawan buaya, hingga akhirnya berhasil melepaskan diri dari terkaman hewan tersebut,” terang Ipda Didi Sofyan, Selasa (07/07/26).
Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban berlari menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan bantuan dan mengevakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan pada bagian punggung. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Polres Rokan Hilir mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai maupun kawasan perairan yang menjadi habitat buaya, agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta tidak beraktivitas seorang diri di lokasi yang berpotensi menjadi tempat munculnya satwa liar tersebut. (MCR)
Editor : Kar











