Pemuda Magelang Bersepeda 5 Ribu Km ke Tanah Suci, Bekal 10 Juta
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, detak24.com – Seorang pemuda asal Indonesia yang berangkat haji menggunakan sepeda. Pemuda itu bernama Muhammad Fauzan, warga Magelang, Jawa Tengah.
Dikutip Selasa (21/06/22), Saudi Gazette salah satu media di Arab Saudi memberitakan Fauzan dengan judul “Pemuda Indonesia Menempuh 5.000 KM Bersepeda dalam Ziarah ke Tiga Masjid Suci”.
Ketika dihubungi beberapa waktu lalu, Fauzan mengaku sudah berada di Mekkah. Dia menjelaskan bahwa perjalanan haji dengan sepeda sudah dilakukan sejak awal November 2021. Lalu mengapa dia memilih menggowes dalam perjalanan haji?
“Naik sepeda ini merupakan sebuah ikhtiar yang menurut saya lebih mudah ke sana (Arab Saudi) dalam hal persuratannya. Kalau sepeda kan tidak ada SIM internasional, STNK internasional,” ujar Fauzan.
Pria berusia 28 tahun ini mengaku sudah lama memendam keinginan untuk berangkat haji. Sejak ia lulus kuliah dan menjadi pengajar agama keinginan sudah muncul.
Akan tetapi, keinginan itu terkendala biaya serta jadwal pemberangkatan haji yang harus mengantre lama.
Berbekal Rp10 juta
Sebelum memulai perjalanan ke Arab Saudi Fauzan membekali diri dengan paspor dan visa, karena akan melintasi sejumlah negara. Fauzan berangkat haji dengan bekal uang tabungan sebesar Rp10 juta.
Setengah uang tersebut Fauzan gunakan untuk membeli sepeda dan perlengkapan lainnya. Sementara, Rp5 juta yang lain digunakan untuk bekal dan modal usaha selama melakukan perjalanan. Ia berjualan obat herbal serta membuka jasa bekam.
“Jadi setiap bertemu beberapa orang saya jualan. Selain itu, Alhamdulillah ada teman yang membuat flyer untuk penggalangan dana,” kata Fauzan.
Sepeda yang digunakan Fauzan menuju Arab Saudi merupakan sepeda bekas merek Federal seharga Rp2 juta. Ia membelinya secara daring dari warga Sidoarjo, Jawa Timur.
Di sepeda itu Fauzan meletakkan sejumlah tas yang berisi beberapa perlengkapan yang dibutuhkannya selama perjalanan.
Dari Magelang Fauzan menempuh perjalanan menuju Pelabuhan Batam untuk bisa menyeberang sampai di Singapura. Hingga berlanjut ke beberapa negara lainnya.
Selama perjalanan di Indonesia Fauzan juga menyempatkan mampir di sejumlah kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang ada di beberapa kota.
Di sana biasanya Fauzan istirahat maupun menginap, karena dulunya Fauzan aktif di organisasi Muhammadiyah.
Kendala Masuk Myanmar
Setelah berhasil menyeberang sampai Singapura dengan menggunakan kapal, Fauzan melanjutkan perjalanan darat menuju Malaysia. Di Malaysia ia menghabiskan bulan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri.
“Lebaran kemarin di Malaysia. Kebanyakan istirahatnya menginap di masjid, kalau ada masjid,” tutur warga Secang, Magelang ini.
“Tapi kan enggak semua daerah ada masjid. Jadi menginap di beberapa fasilitas umum seperti di pom bensin, tapi pakai tenda. Cari tempat lapang terus mendirikan tenda,” ujar Fauzan.
Jarak Riyadh ke Makkah kurang lebih 1.000 kilometer, Fauzan menempuhnya sekitar dua pekan. Ia sampai di Mekkah pada Sabtu (11/06/2022) lalu.
“Saya baru sampai di Makkah sekitar beberapa hari lalu. Saat ini saya sedang mempersiapkan pelaksanaan haji,” kata Fauzan.
Nantinya setelah prosesi haji di Makkah selesai, rencananya Fauzan juga akan berkunjung ke Madinah dan Palestina. Di Palestina jika memungkinkan ia ingin berkunjung ke Masjid Al-Aqsa masih menggunakan sepeda.
Kendala perjalanan dengan sepeda
Perjalanan Fauzan dari Magelang sampai ke Mekkah menggunakan sepeda total menempuh jarak 5.000 kilometer. Jarak tersebut ditempuhnya dalam kurun waktu tujuh bulan.
Selama itu pula ia banyak menghadapi beberapa tantangan utamanya terkait fisik dan mental. Beberapa kali ia juga sempat jatuh sakit.
“Setiap negara kan beda-beda kondisinya, musim juga berbeda,” ujar Fauzan.
“Kemarin pas di Riyadh itu juga panas sekali, terus sakit pas sampai di Jeddah, seharian itu,” kata Sarjana Bahasa Arab ini.
Fauzan mengaku bukan orang yang lama menekuni dunia gowes, sehingga secara fisik belum betul-betul terlatih.
Selain itu mental Fauzan juga diuji, pasalnya banyak yang meragukan keputusannya haji menggunakan sepeda. Terlebih masih dalam situasi pandemi Covid-19. Namun ia tidak mengubris perkataan orang-orang yang meragukannya itu.
Bagi dirinya yang utama ia telah mendapat ridha dari orangtuanya di Magelang.
“Meskipun tidak 100 persen sesuai rencana (naik sepeda), tapi Alhamdulillah sampai sini (Makkah),” ucapnya.
Total, ia melintasi empat negara dengan sepeda yakni di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand.
Fauzan pun bersyukur bisa mewujudkan cita-citanya untuk naik haji. Apalagi, keputusan Fauzan untuk naik haji pun mengundang decak kagum bagi orang-orang di Arab Saudi, sehingga ia menjadi pemberitaan media di sana.(Kompas.co)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











