LONGSOR Agam Telan Dua Nyawa, Korban Tertimbun Saat Goro Bersihkan Irigasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 20 Des 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AGAM, detak24com – Dua warga Kecamatan Baso dilaporkan tewas dalam bencana longsor Agam. Kedua korban diketahui tertimbun longsor susulan saat goro membersihkan irigasi.
Dikutip, Rabu (20/12/24), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengkonfirmasi dua warga Baruah Andaleh, Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso menjadi korban tanah longsor yang terjadi Senin (18/12/23).
Keduanya tertimbun material longsor saat melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi yang tersumbat di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam Ichwan menuturkan, tanah longsor dari tebing berketinggian 5 hingga 10 meter tersebut terjadi secara tiba-tiba. Dua warga yang berada di atas ketinggian itu jatuh dan tertimbun tanah.
“Ada korban meninggal dunia sebanyak dua orang, mereka meninggal setelah gotong royong membersihkan parit yang tersumbat. Saat istirahat mereka naik ke atas dan tiba-tiba tebing itu runtuh, kemudian korban tertimbun material longsor,” jelas Ichwan saat dihubungi, Selasa (19/12) pagi.
Berdasarkan kejadian tersebut, Ichwan mengimbau agar masyarakat yang ingin melakukan gotong royong di daerah rawan bencana hidrometeorologi basah agar meningkatkan kewaspadaannya. Menurutnya, apabila kondisi cuaca ekstrem sedang terjadi, lebih baik tidak melakukan aktivitas di luar rumah.
“Khusus di lokasi kemarin kami juga mengimbau masyarakat, bila intensitas hujan masih tinggi tetap waspada untuk menghindari seandainya ada reruntuhan tebing susulan, jadi jangan ke sana dulu. Kami juga sudah koordinasi dengan kepolisian setempat untuk menutup area dengan police line,” kata Ichwan.
Terjadi di beberapa lokasi
Selain di Kecamatan Baso, kejadian akibat hidrometeorologi basah juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Agam. BPBD setempat mencatat ada lima titik lokasi longsor yang terjadi dan dua titik lokasi pohon tumbang akibat angin kencang.
Lokasi longsor tersebut di antaranya terletak pada dua titik Kecamatan Matur dan dua titik di Kecamatan Ampek Koto. Sedangkan untuk pohon tumbang terjadi di dua titik di Kecamatan Lubuk Basung. Tanah longsor dan angin kencang mengakibatkan tertutupnya akses jalan serta mengenai atap rumah.
“Di Kecamatan Baso, material longsor menutup sebagian akses jalan sepanjang 10 meter dengan ketinggiannya capai 70 sentimeter. Bahkan tebing yang runtuh mengakibatkan satu unit rumah roboh,” ungkap Ichwan.
Untuk saat ini, tim BPBD Kabupaten Agam, kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD menambahkan, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan akan datangnya bencana hidrometeorologi basah.
BPBD setempat pun sudah melakukan penanganan di sejumlah lokasi bersama tim gabungan. Mulai dari pembersihan material longsoran dan penebangan pohon tumbang yang menutup jalan serta menimpa rumah warga, dikutip dari beritaminang.com. (*/berita)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
















