Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Naik Sejak Pandemi Covid, Angka Kemiskinan Capai 50 Persen

Naik Sejak Pandemi Covid, Angka Kemiskinan Capai 50 Persen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Di tengah kenaikan harga bahan pangan serta menurunnya pendapatan akibat PHK, mendongkrak angka kemiskinan di Indonesia.

Ekonom senior yang juga mantan Menteri Keuangan era 2013-2014 Chatib Basri mengungkapkan jumlah kelas menengah di Indonesia terus menurun sejak 2019, seiring naiknya persentase angka kemiskinan.

Menurutnya, data Bank Dunia mengungkapkan pada 2018, kelas menengah sebesar 23% dari jumlah penduduk sedangkan 2019 tersisa 21% seiring membengkaknya kelompok kelas menengah bawah (kemiskinan) dan kemiskinan ekstrem atau aspiring middle class (AMC) dari 47% menjadi 48%.

“Kecenderungan ini terus terjadi. Tahun 2023, kelas menengah turun menjadi 17%, AMC naik menjadi 49%, rentan kelompok meningkat menjadi 23%. Artinya sejak 2019, sebagian dari kelas menengah “turun kelas” menjadi AMC dan AMC turun menjadi kelompok rentan,” tutur Chatib kepadaCNBC Indonesia, dikutip Selasa (30/07/24).

1. Harga Pangan Melesat Tinggi

Data Mandiri Shopping Index (MSI) yang menunjukkan porsi pengeluaran untuk bahan makanan atau bahan makanan meningkat dari 13,9% pada Januari 2023 menjadi 27,4% dari total pengeluaran pada Juli 2024.

Besarnya porsi pengeluaran salah satunya karena meningkatnya harga bahan pangan.

Chatib Basri menjelaskan data itu secara sederhana dapat dipahami bahwa ketika pendapatan masyarakat turun, mereka akan tetap mempertahankan konsumsi kebutuhan pokoknya, seperti makanan. Jika pendapatan menurun, sedangkan konsumsi makanan tetap, maka porsi konsumsi makanan dalam total pengeluarannya akan meningkat.

“Hukum Engel mengajarkan: semakin rendah pendapatan seseorang, semakin besar porsi konsumsi makanan dalam total pengeluarannya. Itu sebabnya, kenaikan porsi makanan dalam total belanja mencerminkan menurunnya daya beli,” imbuh Chatib.

Salah satu penyebab tingginya pengeluaran adalah lonjakan harga pangan, terutama beras. Harga beras terus merangkak naik sejak akhir 2022 dan terus mencetak rekor tertingginya.

Dalam setahun terakhir, harga beras sudah melesat 20% dan menembus rekor tertinggi pada Maret 2024. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) rata-rata harga beras bulanan pada Januari 2023 dibanderol Rp 12.650/kg sementara pada Juni 2024 sudah mencapai Rp 15.350/kg.

Sementara itu, rata-rata harga beras bulanan tertinggi tercatat pada Maret 2024 di harga Rp 15.900/kg.

Kenaikan harga pangan ini semakin diperparah dengan momen la nina yang ditandai dengan transisi dari el nino mulai Juni 2024. Perubahan cuaca ini juga akan terasa di Indonesia dan berpotensi memicu inflasi.

Hal ini diutarakan oleh Head of Equity Research Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro dan tim dalam laporannya, Rabu (03/07/24).

“Temuan kami menunjukkan lonjakan inflasi bahan pangan di Indonesia lebih buruk pada saat la nina. Dengan hujan dan cuaca dingin yang menyebabkan kegagalan panen di banyak daerah,” kata Satria.

Jika harga beras kembali merangkak naik, hal ini tentu akan semakin menambah beban bagi masyarakat Indonesia, terkhusus kelas menengah untuk bertahan hidup.

2. Badai PHK hingga Pekerja Informal

Semakin banyaknya jumlah masyarakat yang terkena PHK, maka pendapatan masyarakat pun cenderung menurun.

Pasca pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2020, banyak perusahaan yang melakukan PHK untuk tetap bertahan.

 

Data BPS menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia sempat melonjak 2,67 juta menjadi 9,77 juta (7,07%) per Agustus 2020 dari 7,05 juta orang (5,23%) per Agustus 2019 atau sebelum pandemi. PHK ini membuat masyarakat kemudian beralih dari pekerja formal ke informal.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan proporsi pekerja informal Indonesia per Februari 2024 sebesar 59,17%, melesat dibandingkan per Agustus 2019 yakni 55,88%.

Tingginya pekerja informal menunjukkan banyaknya angkatan kerja yang tidak bisa diserap oleh lapangan kerja. Pekerja informal ini menjadi rentan karena mereka tidak memiliki besaran penghasilan yang pasti.

Banyak yang tidak dilindungi oleh asuransi, dan akan kesulitan mencari akses keuangan untuk modal ataupun mengajukan kredit lainnya.

Sementara, Ekonom Bank Central Asia (BCA) Barra Kukuh Mamia menjelaskan turunnya pengangguran Indonesia saat ini banyak ditopang oleh lapangan kerja informal. Banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan di pabrik banting setir mencari pekerjaan menjadi supir taksi/ojek online atau di e-commerce.

“Mungkin sekarang ojol atau ecommerce segala macam ini yang baik-baik saja orang bisa dapat duit di situ. Tapi prospeknya kan berbeda antara yang formal dan informal. Kalau formal bisa naik gaji, naik karir, tapi kalau informal bagaimana,” imbuh Barra, kepada CNBC Indonesia. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • JELANG ke Tanah Suci, 387 CJH Bengkalis Jalani Manasik Haji

    JELANG ke Tanah Suci, 387 CJH Bengkalis Jalani Manasik Haji

    • calendar_month Minggu, 21 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Jelang keberangkatan ke Tanah Suci, CJH Kabupaten Bengkalis menjalani bimbingan manasik haji di Gedung Daerah Laksamana Raja Dilaut. Kegiatan dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Syafri, Sabtu (20/05/23). Dalam kesempatan itu, Johansyah Syafri menyambut baik sekaligus mengapresiasi Kemenag Bengkalis yang telah menginisiasi terselenggaranya manasik haji. “Semoga dengan pembekalan ini […]

  • Lintas Riau-Sumbar Putus, Lalin Dialihkan ke Kiliran Jao 

    Lintas Riau-Sumbar Putus, Lalin Dialihkan ke Kiliran Jao 

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Jalur lintas Riau-Sumbar tepatnya di KM 106-107 di Kecamatan XIII Koto Kampar ditutup total. Arus kendaraan dialihkan ke Kiliran Jao. Pasca longsor beberapa hari lalu, pemerintah membngun jembatan bailey atau jembatan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel. Kasat Lantas Kampar, AKP Vino Lestari mengatakan untuk mengatasi amblasnya jalur lintas Riau-Sumbar via Kampar, […]

  • WAH! Kuansing Masuk Daftar Usulan Provinsi Sumatera Tengah, Ini Tanggapan Gubri

    WAH! Kuansing Masuk Daftar Usulan Provinsi Sumatera Tengah, Ini Tanggapan Gubri

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    KUANSING, detak24.com – Akhir-akhir ini heboh usulan pembentukan Provinsi Sumatera Tengah di media sosial. Dalam salinan dokumen usulan provinsi ke-38 tersebut salah kabupaten yang akan menjadi bagiannya adalah Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Dokumen tersebut beredar di media sosial dokumen usulan pemekaran Provinsi Sumatera Tengah yang dibuat di Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya tertanggal 27 Oktober 2022. […]

  • Kondisi jalan sakaratul maut Inhil yang mengenaskan. F. : IST

    Kadis PUTR Bergegas Perbaiki Jalan Sakaratul Maut Inhil Riau, Pasca Viral di Medsos

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    Tembilahan, detak24.com – Pasca viral di medsos kerusakan jalan Desa Igal, Kecamatan Mandah, Inhil Riau yang dikenal sebagai ‘jalan sakaratul maut”, dinas terkait bergegas lakukan perbaikan. Bupati Inhil HM Wardan sangat menyayangkan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Indragiri Hilir (Inhil) yang sudah diperintahkan beberapa waktu melakukan penanganan jalan di Desa Igal, Kecamatan Mandah itu. […]

  • Tiang Powerline PHR di Menggala Sakti Makan Korban, Remaja Nyaris Tewas Tersetrum

    Tiang Powerline PHR di Menggala Sakti Makan Korban, Remaja Nyaris Tewas Tersetrum

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROKANHILIR, detak24.com –Remaja 14 tahun nyaris tewas tersengat listrik saat memanjat tiang powerline milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Menggala Sakti Rohil, Senin (27/10/25) pagi. Tiang powerline yang berdiri di tengah pemukiman warga Kepenghuluan Menggala Sakti, RT 02 RW 02 Dusun Menggala Kota, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir tersebut tanpa pagar pelindung. Sehingga, […]

  • Sungai Siak Meluap, Enam Warga Terjebak Banjir di Rumbai Timur 

    Sungai Siak Meluap, Enam Warga Terjebak Banjir di Rumbai Timur 

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tim Basarnas bergerak cepat mengevakuasi warga terjebak banjir di Jalan Sembilang, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru,  Ahad (19/04/26) dini hari. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam. Dilaporkan, banjir di Rumbai Timur menenggelamkan ratusan rumah warga. Ketinggian air mencapai 50 senti meter. Kepala […]

expand_less