Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peristiwa » AYAH di Tangerang Nekat Simpan Mayat Bayi dalam Kulkas, Alasannya Sangat Miris

AYAH di Tangerang Nekat Simpan Mayat Bayi dalam Kulkas, Alasannya Sangat Miris

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG, detak24com –  Pria berinisial S (30), warga Jalan Tanah Seratus, Ciledug, Kota Tangerang, Banten nekat menyimpan jasad bayinya di kulkas. Hal tersebut dikarenakan tak memiliki uang untuk biaya pemakaman.

Berdasarkan keterangan polisi, S terpaksa menyimpan jasad bayinya di kulkas, karena tidak punya uang untuk biaya pemakaman. “Dia (S) tidak punya biaya dan tidak ada keluarga di Ciledug. Sehingga jenazah bayinya dimasukkan ke freezer dulu, sambil menunggu membuat surat kematian,” kata Kapolsek Ciledug AKP Dorisha Suryo, Rabu (05/07/23).

Adapun bayi tersebut meninggal dunia Senin (03/07/23), tak lama setelah lahir di rumah sakit. Istri S berinisial AA masih harus dirawat usai persalinan. “AA dirawat di ICU. Sedangkan S pulang ke rumah membawa jenazah bayi untuk dimakamkan,” ucap Dorisha.

Rupanya, S tak langsung memakamkan bayi tersebut, melainkan menyimpannya di dalam kulkas. S melakukan hal itu karena sebelumnya melihat pihak rumah sakit menyimpan bayinya di lemari pendingin.

“Alasan S memasukkan jenazah ke dalam freezer karena melihat jenazah dikeluarkan dari pendingin di RS,” ucap dia. Terkini, jasad bayi tersebut telah dimakamkan di TPU Selapajang pada Selasa (04/07/23) pukul 11.00 WIB.

Ayah Bayi Diperiksa

Polisi tak begitu saja menerima pengakuan S, sehingga memeriksa sejumlah saksi guna menyelidiki kasus tersebut. Mereka adalah tetangga S dan ketua RT setempat.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa S dan istrinya memang masuk ke dalam golongan keluarga tidak mampu. “Suami istri ini dilihat dari tingkat perekonomian, memang di bawah standar,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho, Rabu.

Polisi kemudian mengkoordinasikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kota Tangerang. Polisi meminta agar S dan keluarganya mendapatkan pendampingan. “Kami sudah komunikasi dengan pihak Walikota, Dinsos. Nah, ini mereka (keluarga S) sedang didampingi,” ucap Zain, seperti dilansir dari kompas.(halloriau)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyelundup Sembako Dumai Dijebloskan ke Penjara Rutan Pekanbaru 

    Penyelundup Sembako Dumai Dijebloskan ke Penjara Rutan Pekanbaru 

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Penyelundup sembako Dumai yang juga Direktur PT SMIP dijebloskan ke penjara. Vonis terpidana telah berkekuatan hukum tetap. Kejari Pekanbaru mengeksekusi mantan Direktur Utama PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) atas nama Rudy, ke Rutan Kelas I Pekanbaru. Terpidana kasus korupsi importasi gula yang merugikan negara hingga Rp 24,5 miliar ini resmi menjalani […]

  • Pak Tarno Sangka Anderson Dirinya, Pertama Lihat Video

    Pak Tarno Sangka Anderson Dirinya, Pertama Lihat Video

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PAK Tarno mengaku sangat kaget mengetahui dirinya viral karena disebut mirip Anderson Paak. Bahkan awalnya, ia benar-benar mengira bahwa Anderson Paak adalah dirinya saat melihat video musisi Amerika Serikat tersebut di acara Met Gala. “Iya aku juga kaget, dikira saya. Awalnya kaget, kok saya bisa ada di situ (Met Gala),” kata Pak Tarno kutip, Ahad […]

  • Dugaan Penganiayaan Mahasiswa di Polresta Pekanbaru, PMII Desak Tangkap Pelaku 

    Dugaan Penganiayaan Mahasiswa di Polresta Pekanbaru, PMII Desak Tangkap Pelaku 

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau di Polresta Pekanbaru memantik kecaman keras. Supriadi, Sekretaris PMII Riau menilai peristiwa tersebut, merupakan tindakan yang mencoreng marwah institusi kepolisian dan bertentangan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia. Dikatakannya, peristiwa tersebut bermula ketika dua kader berinisial […]

  • Ketua PWI Kabupaten-Kota Se Riau Dukung Zulmansyah Pimpin PWI Pusat 

    Ketua PWI Kabupaten-Kota Se Riau Dukung Zulmansyah Pimpin PWI Pusat 

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 21Komentar

    PEKANBARU, detak24.com — Ketua-ketua PWI kabupaten/kota Se Riau menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang menjadi Ketua Umum PWI Pusat 2023-2028. “Saatnya wartawan muda dan energik memimpin PWI pusat. Bang Zulmansyah Sekedang adalah sosok yang tepat,” kata Wiwik Widaningsih, Ketua PWI Siak yang merupakan satu-satunya perempuan menjabat Ketua PWI kabupaten di Riau. […]

  • Simak! Lima Arahan Penting Presiden Jokowi ke Polri, Reformasi hingga Berantas Judi

    Simak! Lima Arahan Penting Presiden Jokowi ke Polri, Reformasi hingga Berantas Judi

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Presiden Jokowi mengumpulkan ratusan Kapolres dan Kapolda se-Indonesia di Istana Negara. Dalam kesempatan itu, Jokowi memberikan arahan kepada jajaran Polri tersebut. Arahan ini disampaikan langsung oleh Jokowi secara tertutup di Istana Negara, Jumat (14/10/22). Jokowi memberikan arahan kepada total 559 pejabat Polri. Para perwira polisi ini pun diminta hadir di Istana Negara tanpa […]

  • Jaksa Agung Larang Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan, Saat Persidangan

    Jaksa Agung Larang Terdakwa Pakai Atribut Keagamaan, Saat Persidangan

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Jakarta, detak24. com — Jaksa Agung ST Burhanuddin melarang terdakwa mengenakan atribut keagamaan yang sebelumnya tak pernah dipakai di persidangan. Ia pun meminta anak buahnya tak menghadirkan mereka ke sidang. Hal itu dilakukan agar tidak ada pemikiran di tengah masyarakat bahwa atribut keagamaan digunakan oleh pelaku kejahatan pada saat tertentu saja. “Imbauan itu sudah disampaikan […]

expand_less