Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Sumatera » Nahkoda Hilang Dibuang di Tengah Laut Selat Malaka, ABK Jarah Isi Kapal

Nahkoda Hilang Dibuang di Tengah Laut Selat Malaka, ABK Jarah Isi Kapal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Polisi ungkap kasus nahkoda hilang dibuang di laut perairan Selat Malaka oleh ABK. Mereka kemudian kabur dan menjual barang-barang yang ada dalam kapal.

Kasubdit Gakkum Ditpolair, Kombes Donny Charles Go mengatakan, setelah kejadian nahkoda dibuang, kapal Poseidon 3 merapat di perairan Bangka Belitung. Kemudian ABK berinisial B dan R menjual barang-barang yang ada di kapal Poseiodon 3.

Baca juga : Kapolres Dumai dan Polisi Malaysia Runding di Tengah Laut, Bahas Kejahatan Lintas Negara 

“Tanggal 27 itu juga kapal Poseidon 3 ini merapat di perairan Belitung. Di situ KKM inisial B dan salah satu ABK berinisial R ini menjual semua barang-barang yang ada di atas kapal Poseidon 3,” tuturnya dalam konferensi pers di Mako Korpolairud, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (25/04/25).

ABK itu menjual cumi hasil tangkapan selama berlayar serta berbagai alat navigator dan satelit kapal. Total taksiran nilai barang-barang yang dijual itu kurang lebih mencapai Rp 400 juta.

“Yang dijual itu adalah hasil tangkapan cumi, BB untuk keperluan berlayar, termasuk alat navigator, spare part, ada juga alat satelit. Kemudian berdasarkan hasil pelaporan dari pemilik kapal, nilai-nilai barang yang hilang dan digelapkan itu sejumlah kurang lebih 400 juta,” ungkapnya.

Diketahui, seorang nahkoda hilang setelah keluarganya melaporkan pada Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolair Polda Metro Jaya. Berbekal dari laporan keluarga pada 6 April 2024 itu, Gakkum Ditpolair melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, Kasubdit Gakkum Ditpolair menetapkan dua orang tersangka. Yakni, satu orang petugas kamar mesin dan satu ABK. Keduanya dibekuk di Sorolangun, Jambi.

“Subdit Gakum Ditpolair Bahakam Polri dibantu oleh Satreskim Polres Sorolangun, dan Polsek setempat, berhasil mengamankan dua orang pelaku. Tanpa ada perlawanan, ya kita amankan yang bersangkutan,” kata Kombes Donny.

Dalam pemeriksaan itu terungkap, setelah lima hari kapal berlayar, nahkoda terlibat cekcok dengan Kepala Kamar Mesin (KKM). Cekcok tersebut disebabkan hasil tangkapan cumi yang tidak banyak.

“Lima hari berselang, 5 hari berselang yaitu tepatnya tanggal 24 Maret 2024, terjadi keributan antara nahkoda dan salah satu KKM-nya,” tuturnya menjelaskan hasil pemeriksaan.

“Keributan ini dipicu karena nahkoda mendapati KKM ini sedang tidur-tiduran di saat hasil tangkapan ikan, tangkapan cumi tidak banyak,” tambahnya.

Pada pemeriksaan itu juga baru diketahui nahkoda sudah tidak lagi bersama dengan ABK pada (27/04/24). Dalam pemeriksaan itu, mereka tidak mengetahui pasti siapa yang membuang nakhoda. Namun mereka mendengar ada teriakan nahkoda minta tolong, sehingga terdapat dugaan nahkoda dibuang.

“Kami dapat beberapa bahan-bahan penting yang menyebutkan bahwa pada tanggal 27, nahkoda kapal sudah tidak bersama-sama lagi di atas kapal Poseidon 3,” tuturnya.

Setelah kejadian nahkoda dibuang di laut tersebut, diketahui para ABK tidak kembali ke Jakarta sebagai tempat awal melaut. ABK kapal Poseidon 3 ditemukan terpencar di berbagai wilayah Indonesia.

“Mereka menduga bahwa nahkoda kapal ini telah dibuang, tetapi mereka tidak tahu siapa yang membuang. Di antara mereka ada yang mendengar nahkoda kapal ini teriak minta tolong pada saat berada di atas, lalu mereka tidak sanggup menolong,” tambahnya. (Rls)

Editor : kar 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Riau Minta  Bantuan Konsulat Malaysia, Kerusakan Stadion Utama

    Pemprov Riau Minta  Bantuan Konsulat Malaysia, Kerusakan Stadion Utama

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kepala Dispora Provinsi Riau Boby Rachmat mengatakan, retribusi pemakaian Stadion Utama Riau yang belum dibayar manajemen PSPS. Yakni, untuk Bulan Agustus 2022 serta ganti rugi kerusakan kursi. Terhadap hal itu, pihaknya meminta kepada Konsulat Malaysia untuk membantu melakukan koordinasi terkait tunggakan retribusi dan ganti rugi kerusakan Stadion Utama Riau pasca-kerusuhan suporter PSPS […]

  • KADISKES Pekanbaru Dikabarkan Mundur dari Jabatan, Ini Faktanya

    KADISKES Pekanbaru Dikabarkan Mundur dari Jabatan, Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Masih belum diketahui apa alasan pejabat teras ini mengundurkan diri. Informasi tersebut sudah santer dan beredar di kalangan pejabat Pemko Pekanbaru. Termasuk di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sendiri. Menyikapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber […]

  • FAKTA Mengejutkan! Sebelum Tewas Tahanan Polsek Bukit Raya Pekanbaru Dianiaya, Dua Polisi Nonjob

    FAKTA Mengejutkan! Sebelum Tewas Tahanan Polsek Bukit Raya Pekanbaru Dianiaya, Dua Polisi Nonjob

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tahanan Polsek Bukit Raya Pekanbaru bernama Dimas Firnanda (25), diduga dianiaya sebelum menemui ajal. Dalam peristiwa maut tersebut, dua orang penyidik dikabarkan dapat sanksi nonjob. Untuk mengungkap kasus ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau telah memeriksa 12 orang saksi, serta meneliti rekaman CCTV. Ditemukan fakta mengejutkan, tahanan tewas tersebut […]

  • Puluhan Tersangka Jaringan Malaysia Ditangkap, Polisi Sita 34 Kg Sabu dan 10.190 Ekstasi

    Puluhan Tersangka Jaringan Malaysia Ditangkap, Polisi Sita 34 Kg Sabu dan 10.190 Ekstasi

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polda Riau tangkap 33 tersangka jaringan Malaysia, dengan BB 34,05 Kg sabu dan 10.190 butir pil ekstasi. Barang bukti tersebut langsung dimusnahkan. Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, memimpin langsung pemusnahan bersama perwakilan pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, Kamis (29/08/24). Sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara dimasukkan dalam beberapa panci […]

  • Polres Bengkalis Tahan Tersangka Dugaan Penggelapan dalam Jabatan

    Polres Bengkalis Tahan Tersangka Dugaan Penggelapan dalam Jabatan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Satreskrim Polres Bengkalis melakukan penahanan terhadap seorang tersangka berinisial D.A. dalam perkara dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Bengkalis. Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., melalui Kasatreskrim Polres Bengkalis IPTU Yohn Mabel, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa penahanan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup […]

  • HOTSPOT Dumai-Bengkalis Turun Jadi 30 Titik

    HOTSPOT Dumai-Bengkalis Turun Jadi 30 Titik

    • calendar_month Senin, 24 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 8Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Satelit Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi jumlah hotspot atau titik panas di Dumai dan Bengkalis turun jadi 30 titik. Sementara, di Kuansing terpantau satu hotspot, Senin (24/04/23) pukul 16.00 WIB. “Titik panas di wilayah sumatera ada 54 titik. Paling banyak di Riau dengan total 31 titik, Dumai 27 titik, Bengkalis […]

expand_less