Kapten Kapal Tanker Meregang Nyawa di Perairan Dumai
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Jenazah kapten MT Pancaran Aquility dievakuasi ke darat. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24com – Seorang kapten kapal tanker dilaporkan tewas di perairan Dumai. Tim medis sempat memberi pertolongan, namun nyawanya tak terselamatkan.
Korban diketahui bernama Capt Mulfian Munir (73), warga negara Indonesia. Ia merupakan ABK MT Pancaran Aquility yang tengah berlayar di perairan Dumai (Selat Rupat).
Korban diketahui bernama Capt Mulfian Munir (73), warga negara Indonesia. Jenazah korban dievakuasi menuju daratan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Dumai.
“Kami mendapat informasi ada kapten kapal meninggal dunia. Tim Unit Siaga SAR (USS) Dumai langsung diturunkan ke lokasi untuk evaluasi,” ujar Budi Cahyadi, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru menjawab wartawan, Selasa (21/07/26).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi, korban pingsan saat berada di atas kapal MT Pancaran Aqility pada Senin (20/07/26). ABK kemudian memberikan pertolongan pertama selama sekitar 10 menit sambil menunggu kedatangan tim medis.
“Setelah tim medis tiba dan melakukan pemeriksaan terhadap korban, Capt Mulfian Munir dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Dumai mengerahkan empat personel bersama tiga kru Rescue Boat (RB) 218 Dumai menuju titik pertemuan di Perairan Dumai untuk melaksanakan proses evakuasi.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Dumai guna penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Operasi SAR dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan personel dan koordinasi antartim sehingga seluruh rangkaian evakuasi dapat berlangsung aman dan lancar.
“Operasi SAR dilaksanakan dengan mengedepankan koordinasi dan keselamatan seluruh personel yang terlibat sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : kar











