Kapal Muatan Ojol Karam di Selat Rengit Kepulauan Meranti, Muatan Berceceran
Kapal bermuatan ojol karam di Selat Rengit, Kepulauan Meranti. f : facebook.
SELATPANJANG, detak24com – Satu unit kapal bermuatan getah ojol dilaporkan karam di perairan Selat Rengit, Kepulauan Meranti. Muatannya berceceran dan hanyut dibawa arus.
Pagi yang semula berjalan tenang mendadak berubah mencekam. Sebuah kapal bermuatan getah karet atau ojol bernama KM Arya dilaporkan pecah dan karam, Senin 2 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di perairan muara Selat Rengit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Peristiwa tersebut terjadi tepat di titik koordinat 0°59’56,514″N 102°36’34,014″E, di perairan yang kerap menjadi jalur lalu lintas kapal pengangkut hasil perkebunan masyarakat dan kapal lainnya.
KM Arya diketahui bertolak dari Desa Baran Melintang, Kecamatan Pulau Merbau, dengan membawa muatan getah karet sekitar 3 ton. Kapal tersebut dinakhodai oleh Agus alias Aji, dengan tujuan menuju pelabuhan Gudang Getah Karet milik Awi yang berlokasi di Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat.
Perjalanan yang awalnya berlangsung normal mulai berubah ketika kapal keluar dan menuju perairan Kuala Selat Rengit. Sekitar pukul 08.15 WIB, angin kencang disertai gelombang pasang tiba-tiba menghantam badan kapal. Beban muatan yang berat membuat KM Arya kehilangan keseimbangan. Kapal mulai oleng, dan air laut perlahan masuk ke dalam lambung.
Menyadari kondisi kapal yang semakin kritis, nahkoda Agus alias Aji mengambil keputusan cepat. Demi menyelamatkan awak dan menghindari kapal tenggelam di tengah laut, ia berinisiatif mengarahkan kapal ke tepi laut, tepatnya menuju wilayah Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat.
Namun upaya penyelamatan itu tak berjalan mulus. Setibanya di tepian, kapal justru menghantam tebing, mengakibatkan lambung kapal pecah. Dalam hitungan menit, KM Arya tak lagi mampu bertahan dan akhirnya tenggelam di perairan tersebut.
Sekitar pukul 08.50 WIB, dalam kondisi darurat, nahkoda menghubungi temannya bernama Zulfikar alias Ijul untuk meminta bantuan. Panggilan itu segera direspons. Zulfikar bersama sejumlah masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Dengan peralatan seadanya dan semangat gotong royong, warga membantu proses evakuasi nahkoda Agus alias Aji beserta Anak Buah Kapal (ABK), Ruzi alias Uzi. Berkat kesigapan dan bantuan masyarakat, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Sementara ojol berserakan di laut dan hampir separuh bisa diselamatkan.
Informasi mengenai insiden karamnya KM Arya di perairan Selat Rengit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, segera mendapat respons cepat dari pihak terkait. Begitu laporan diterima, aparat gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan evakuasi.
Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Kepulauan Meranti, bersama TNI Angkatan Laut dan Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, turun langsung membantu proses evakuasi nahkoda dan ABK. Di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, proses penyelamatan berlangsung dengan mengedepankan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.
Kasat Polairud Polres Kepulauan Meranti, IPTU Abdul Roni, S.H, memastikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat berkat respons cepat aparat dan bantuan masyarakat sekitar.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dugaan sementara, kapal karam akibat cuaca buruk dan dihantam ombak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihak Sat Polairud mengimbau kepada seluruh pelaut dan pengguna transportasi laut agar lebih waspada dan berhati-hati, mengingat kondisi cuaca di perairan Kepulauan Meranti saat ini cenderung tidak menentu, dikutip dari sabang-meraukenews. (*)
Editor : kar
