Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » MBG ‘Rampok’ Anggaran Pendidikan Rp 223 Triliun, JPPI Siapkan Gugatan ke MK

MBG ‘Rampok’ Anggaran Pendidikan Rp 223 Triliun, JPPI Siapkan Gugatan ke MK

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Program MBG untuk tahun 2026 menyedot anggaran pendidikan sebesar Rp 223 triliun. Hal tersebut melanggar pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945.

Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menyampaikan sederet permasalahan yang harus dituntaskan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga : Gegara Kritik Menu MBG, Murid PAUD Dikeluarkan dari Sekolah 

Menurut Ubaid, masalah dana menjadi sorotan utama dalam pelaksanaannya. Dalam anggaran pendidikan tahun 2026, program MBG memakan dana Rp 223 triliun dari total Rp 769,1 T.

Adapun total anggaran MBG mencapai Rp 335 triliun. Sebanyak Rp 223 triliun dari anggaran MBG diambil dari sektor pendidikan, setara 66% alias nyaris 70%.

Baca juga : Mobil MBG Tabrak Barisan Upacara Murid SD, Belasan Dirawat Intensif 

Selebihnya, anggaran MBG Rp 24,7 triliun dari sektor kesehatan, dan Rp 19,7 triliun dari sektor ekonomi. Artinya, dana MBG paling banyak mengambil anggaran pendidikan.

“Gimana ceritanya anggaran makan-makan sumber dananya hampir 70 persen ngerampok dari anggaran pendidikan,” kata Ubaid dalam diskusi Catatan Akhir Tahun Rapor Pendidikan 2025 yang digelar JPPI di Bakoel Kopi Cikini, Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/25) lalu.

Siapkan Gugatan ke MK

Ubaid dan tim JPPI telah mengkaji perihal MBG dan menemukan adanya pelanggaran terhadap pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945. Di mana dalam pasal tersebut diamanatkan anggaran pendidikan sebesar 20%.

Namun, karena terambil oleh program MBG, anggaran pendidikan memiliki sisa 14,21%. Oleh karena itu, JPPI bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) dan koalisi masyarakat sipil berencana akan mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ini jelas melanggar Pasal 31 UUD 45 dan Januari akan kami daftarkan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi,” katanya.

Penyelewangan MBG di Sekolah

Ubaid juga menemukan adanya sekolah yang memungut tarif untuk setiap MBG yang masuk. Dari sana, oknum mendapatkan pemasukan baru lewat MBG.

“Begitu MBG ini masuk-masuk ke sekolah negeri dan sekolah swasta, ada banyak, saya mendapatkan laporan dari SPPG juga mendapat laporan dari sekolah. Banyak sekali SPPG yang dipalakin oleh sekolah,” kata Ubaid.

“Kalau MBG mau masuk ke sekolah saya, satu anak seribu. SPPG harus bayar ke sekolah saya satu anak seribu per hari. Kalau sekolah saya itu muridnya bisa sampai 5000, 5000 kali seribu berapa? Rp 5 juta, Rp 5 juta sehari,” sambungnya.

Tak hanya itu, Ubaid juga tak memungkiri sekelumit permasalahan lain terkait MBG yakni keracunan makanan, limbah sisa MBG, dan takaran menu MBG yang beberapanya masih belum sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

Pendidikan Aman Jika MBG 2 Bulan Dipangkas

Berdasarkan perhitungan JPPI, Ubaid melihat untuk membuat angka putus sekolah tuntas, Indonesia memerlukan Rp 75 triliun lagi. Dana Rp 75 trilun sudah cukup membuat sekolah negeri dan swasta gratis.

“Bahkan untuk menjalankan amanah Mahkamah Konstitusi yang sekolah tanpa dipenuhi biaya tadi itu, itu kan perhitungan di MBG cuma butuh Rp 75 triliun. Rp 75 triliun itu cukup dengan anggaran MBG yang per hari Rp 1,2 triliun itu, itu 2 bulan,” tuturnya.

Gaji Guru Kecil dari Karyawan SPPG

Masalah berikutnya yang disorot Ubaid adalah soal gaji pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lebih besar dari guru. Ubaid merasa miris dengan hal tersebut.

“Jadi sangat miris sekali bagaimana guru yang sudah puluhan tahun aktif di sektor pendidikan, digaji Rp 300 ribu, Rp 400 ribu. Sementara untuk supir MBG yang baru masuk sekolah, itu lebih sejahtera,” ungkap Ubaid.

Ubaid menyebut program MBG harus selaras dengan kondisi fiskal negara. Tidak memaksakan hingga memangkas dana lebih dari alokasi kebutuhan penting lain seperti pendidikan.

“Kalau anggarannya cukup nggak masalah. Tapi kalau harus mengambil hampir separuh anggaran pendidikan, kan rusak jadi pendidikan kita,” pungkasnya dikutip dari detikcom. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • USUT Bau Aneh di Pekanbaru, DLHK Riau Turunkan Tim ke Lapangan

    USUT Bau Aneh di Pekanbaru, DLHK Riau Turunkan Tim ke Lapangan

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau turun mengusut bau misterius mirip gas elpiji bocor yang buat heboh warga Pekanbaru. Tim diturunkan setelah ramai sejak beberapa malam terakhir dan jadi viral di.medsos. Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Maamun Murod mengaku baru menerima laporan soal bau tersebut. Laporan baru diterima hari ini. […]

  • MUATAN 3 Ton Ikan, KSDP Belawan Tangkap Kapal Trawl Malaysia di Selat Malaka

    MUATAN 3 Ton Ikan, KSDP Belawan Tangkap Kapal Trawl Malaysia di Selat Malaka

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN, detak24com  – Satu kapal trawl berbendera Malaysia diamankan saat menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka. Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dr Pung Nugroho Saksono APi MM dalam keterangan pers menjelaskan, kapal ikan asing (KIA( Malaysia dengan nomor lambung KM.SLFA 5178 sempat melakukan […]

  • Hindari Lubang, Warga Jalan Nelayan Pekanbaru Meregang Nyawa di Rumbai

    Hindari Lubang, Warga Jalan Nelayan Pekanbaru Meregang Nyawa di Rumbai

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang pemuda berusia 19 tahun tewas lakalantas di Jalan Siak II, tepatnya dekat Kolam Ikan Pak Herman, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (23/08/25) siang sekitar pukul 13.15 WIB. Korban diketahui bernama Irfan Shandy, warga Jalan Nelayan RT 005 RW 012, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai. Saat kejadian, ia mengendarai sepeda motor Honda Beat […]

  • Gempar, Ada Ladang Ganja di Tengah Perkotaan Pekanbaru

    Gempar, Ada Ladang Ganja di Tengah Perkotaan Pekanbaru

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Temuan mengejutkan terjadi di kawasan pemukiman warga Jalan Arwana, RT 06 RW 04, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Warga menduga telah lama ada tanaman ganja tumbuh pada sebidang lahan kosong di lingkungan mereka, Jumat (18/04/25). Baca juga : Pura -pura Salat, Pria Ini Gasak Motor Jamaah Masjid Ar Rahman Jadirejo […]

  • POLISI Gulung Sindikat Narkotika di Rohil, Sita 19 Paket Sabu dan Uang 7,5 Juta

    POLISI Gulung Sindikat Narkotika di Rohil, Sita 19 Paket Sabu dan Uang 7,5 Juta

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Tim Opsnal Polsek Kubu menggulung sindikat narkotika, dengan mengamankan dua tersangka serta 19 paket sabu dan uang Rp 7,5 juta. Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Kasi Humas Polres Rohil Iptu Yulanda Alvaleri STrk, Ahad (29/10/23) mengatakan, pengungkapan sindikat narkotika kali ini dengan menciduk dua tersangka. Tersangka pertama berinisial […]

  • WAKIL Bupati Rokan Hilir Kepergok Ngamar, DPRD Riau: Seperti Staycation Jabatan, Mendagri Wajib Usut

    WAKIL Bupati Rokan Hilir Kepergok Ngamar, DPRD Riau: Seperti Staycation Jabatan, Mendagri Wajib Usut

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kejadian Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman yang kepergok ngamar dengan ASN Dispenda menjadi buah bibir dan memalukan tentunya. Selain viral medsos juga menjadi trending topik media massa, elektronik dan online Indonesia. Kalangan legislatif mengingatkan jangan sampai kejadian ini mirip kasus staycation di Karawang. Ketua Komisi I DPRD Riau, Edy Yatim prihatin melihat […]

expand_less