Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Korupsi Rp7,9 M, Dua Mantan Pimpinan BRI Agro Pekanbaru Masuk Bui 

Korupsi Rp7,9 M, Dua Mantan Pimpinan BRI Agro Pekanbaru Masuk Bui 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru menahan Syahroni Hidayat dan Vanni Setiabudi, mantan pimpinan BRI Agro Pekanbaru. Keduanya terlibat korupsi Rp 7,9 miliar.

“Hari ini, kita menahan SH selaku pimpinan cabang salah satu anak bank BUMN dan VS selaku AO (Account Officer),” ujar Kepala Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru, Niky Juniesmero, didampingi Kasi Intelijen, Effendi Zarkasih, Selasa (10/12/24).

Kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru sebagai titipan jaksa. Penahanan pertama dilakukan selama 20 hari ke depan, terhitung tersangka dijebloskan ke penjara.

Sebelum dibawa ke Rutan, kedua tersangka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis. Keduanya dinyatakan sehat untuk dilakukan penahanan badan di Rutan.

Niky menjelaskan, tindak pidana korupsi berawal ketika bank memberikan fasilitas kredit investasi kepada 16 debitur untuk pembelian kebun kelapa sawit yang berlokasi Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi seluas lebih kurang 102 hektare.

Agunan kredit berupa 48 Surat Hak Milik (SHM) dan 3 urat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) dengan nilai kredit sebesar Rp 8 miliar. “Kenyataannya, calon debitur yang datang hanya dua orang,” kata Niky.

Kedua orang yang hadir tersebut membawa nama dan identitas 14 calon debitur lainnya. Belasan calon debitur itu tidak mengetahui kalau nama mereka digunakan untuk mendapatkan fasilitas kredit.

“Sebanyak 14 dari 16 orang (yang KTP dipinjam) tidak mengetahui kalau itu untuk pengajuan (kredit). Namanya dicatut,” jelas Niky.

Selanjutnya sekitar akhir Januari 2011, Syahroni selaku kepala cabang memerintahkan Vanni selaku AO untuk memproses permohonan kredit.

Ketika itu, Vanni menyampaikan kepada Syahroni selaku kepala cabang bahwa proses kredit untuk 16 calon debitur tidak sesuai aturan atau tidak layak dan berlangsung cepat.

Kendati begitu, dana kredit Rp 8 miliar tetap dicairkan dan disalurkan kepada 16 debitur. Namun, dalam perjalanannya kredit tersebut mengalami kemacetan.

“Posisi kredit 16 debitur sampai saat ini Desember 2024 dalam keadaan macet sebesar Rp 7.976.080.428 hingga menjadi kerugian negara. Kredit yang sudah dibayarkan sebesar Rp 23.919.573,94,” tutur Niky.

Saat ini, jaksa penyidik telah menyita agunan tanah sebagai alat bukti. “Kita sudah mengantongi empat alat bukti, tindak pidana, yakni keterangan saksi, ahli, surat dan petunjuk,” ungkap Niky.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Mantan Terpidana Korupsi

Syahroni bukan lah pertama kali terlibat korupsi pemberian kredit.
Sebelumnya, dia juga ditahan karena terlibat korupsi kredit modal usaha untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

Perkara terjadi tahun 2009 hingga 2010. Saat itu bank memberikan pinjaman dalam bentuk modal kerja kepada 18 debitur dengan lahan sawit seluas 54 hektare sebagai agunan.

Adapun total kredit yang diberikan sebesar Rp 4.050.000.000. Setiap debitur mendapatkan jumlah bervariasi yaitu Rp 150 juta dan Rp 300 juta. Jangka waktu kredit selama 1 tahun, dan jatuh tempo Februari 2010, dan diperpanjang beberapa kali sampai dengan 6 Februari 2013.

Sejak tahun 2015, terhadap kredit tersebut dikategorikan sebagai kredit bermasalah (non performing loan) sebesar Rp 3.827.000.000, belum termasuk bunga dan denda.

Agunan berupa kebun kelapa sawit seluas 54 hektar alas hak berupa SKT/SKGR tidak dikuasai oleh bank dan tidak dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik karena termasuk dalam areal pelepasan kawasan 3 perusahaan serta termasuk dalam kawasan kehutanan.

Atas kasus ini, Syahroni kabur dan masuk DPO) kejaksaan. Dia ditangkap di Medan, Sumatera Utara pada 1 Agustus 2018.

Sidang digelar di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru. Syahroni dinyatakan bersalah dan divonis penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KASIHANI SAYA! Rafael Alun Trisambodo Diperiksa KPK Selama 8,5 Jam

    KASIHANI SAYA! Rafael Alun Trisambodo Diperiksa KPK Selama 8,5 Jam

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Rafael Alun Trisambodo memohon belas kasihan usai diperiksa KPK  terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya senilai Rp 56 miliar. Total Rafael Alun Trisambodo diperiksa KPK selama 8,5 jam, Rabu (01/03/23). Ia mulai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WIB. Dia lalu keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.40 WIB petang. “Saya […]

  • Indonesia Koleksi 23 Emas SEA Games Vietnam

    Indonesia Koleksi 23 Emas SEA Games Vietnam

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Jakarta, detak24. com — Indonesia mengoleksi 23 emas SEA Games 2021 sampai dengan Senin (16/05/22) petang, setelah pesenam Rifda Irfanaluthfi meraih medali emas pada cabang senam artistik nomor women’s floor exercise. Dikutip dari situs resmi SEA Games 2021 Rifda menang bersama dengan pesenam Thailand, Sasiwon Mueangphuan. Rifda dan Mueangphuan sama-sama mendapatkan emas karena memiliki poin […]

  • Penebang Kayu di Pelalawan Tewas Dimangsa Harimau, Kondisi Jasad Mengerikan

    Penebang Kayu di Pelalawan Tewas Dimangsa Harimau, Kondisi Jasad Mengerikan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PELALAWAN, detak24.com – Seorang warga di Riau, ditemukan tewas dengan kondisi jasad sangat mengerikan. Tubuh tidak utuh, kepala putus dan terpisah 5 meter. Selain itu, jantung tak ada lagi serta bagian tubuh banyak yang hilang. Diduga, korban dimangsa harimau atau sejenisnya. Penemuan jasad mengenaskan itu, pada Sabtu (5/2/2022) petang. Hanya saja, lokasi penyerangan hewan ganas […]

  • SURVEI PWS Dongkrak Elektabilitas Prabowo, Ganjar Pranowo Capres PDIP Turun

    SURVEI PWS Dongkrak Elektabilitas Prabowo, Ganjar Pranowo Capres PDIP Turun

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Jakarta, detak24com – Political Weather Stations (PWS) merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas calon presiden dan partai politik. Prabowo Subianto menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi, sementara PDIP menjadi parpol dengan elektabilitas tertinggi. “Jika Pilpres digelar hari ini maka Prabowo Subianto menjadi Capres dengan elektabilitas tertinggi dengan 40,5 persen,” ujar peneliti utama PWS Sharazani MA, dikutip […]

  • Massa merusak kantor desa di Bima NTB

    Massa Bakar-Rusak Kantor Desak, Pilkades Ricuh

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 27Komentar

    Lombok, detak24.com – Massa merusak dan membakar fasilitas Kantor Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka mengamuk gegara urusan penghitungan suara di Pilkades. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (7/7). Tiga dari empat calon kepala desa memprotes karena banyak suara dianggap tidak sah. Saat berlangsung rapat untuk membahas pores tersebut, rupanya tiga calon […]

  • Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. ,(f : ist)

    Ismail Haniyeh Tewas, Iran Serukan Gempur Israel

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TEHERAN, detak24com – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada hari Rabu (31/07/24) mengeluarkan perintah untuk menyerang Israel. Pemimpin tertinggi Iran, menurut laporan mengeluarkan perintah itu sebagai pembalasan atas pembunuhan Ismail Haniyeh, yang terbunuh di Iran saat dalam kunjungannya untuk pelantikan presiden baru, Masoud Pezeshkian. “Kami melihat membalas darahnya (Ismail Haniyeh) tugas kami, karena pembunuhan […]

expand_less