Korban Tewas Gempa Myanmar 3.000 Lebih, Wabah Penyakit Mengancam
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
- print Cetak

Kondisi pasca gempa Myanmar yang menelan korban jiwa 3 ribu lebih. : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MYANMAR, detak24com – Jumlah korban meninggal akibat gempa di Myanmar terus bertambah, melampaui angka 3.000 jiwa pada hari ketujuh pasca-bencana, Kamis (03/04/25).
Pemerintah Junta Militer Myanmar melaporkan bahwa hingga saat ini, 3.085 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 4.175 lainnya terluka. Selain itu, 341 orang masih dinyatakan hilang setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Mandalay pada Jumat (28/03/25).
Upaya evakuasi dan pencarian korban semakin menghadapi tantangan besar. Badan-badan bantuan internasional mengingatkan tentang risiko penyebaran penyakit, yang diperburuk oleh cuaca ekstrem dengan suhu panas dan hujan deras yang melanda wilayah tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tentang potensi wabah kolera dan penyakit menular lainnya di daerah yang paling terdampak, seperti Mandalay, Sagaing, dan ibu kota Naypyitaw. WHO juga tengah menyiapkan bantuan senilai US$1 juta, yang mencakup kantong jenazah dan perlengkapan medis.
“Kolera tetap menjadi perhatian utama kami,” ujar Elena Vuolo, Wakil Kepala Kantor WHO di Myanmar, sambil mengingatkan bahwa Mandalay sempat mengalami wabah kolera pada tahun lalu.
Vuolo menambahkan bahwa situasi ini semakin diperburuk oleh kerusakan parah pada fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Sekitar separuh rumah sakit dan klinik hancur akibat gempa, mengganggu upaya penanganan medis.
Banyak warga yang masih bertahan di luar rumah dengan suhu mencapai 38°C, karena khawatir akan kemungkinan gempa susulan. Beberapa rumah sakit juga mendirikan fasilitas darurat di luar ruangan untuk memberikan pelayanan medis.
Selain kolera, penyakit kulit, malaria, dan demam berdarah juga diperkirakan akan menjadi ancaman utama dalam krisis berkepanjangan ini, yang semakin memperburuk keadaan bagi masyarakat yang terdampak.
Pemerintah Myanmar dan organisasi internasional kini bekerja keras untuk memberikan bantuan dan penanganan medis segera, meskipun tantangan besar masih ada dalam upaya pemulihan ini, seperti yang dilansir dari bisnis.(*)
Editor : Kar











