Atlet Pacu Jalur Koto Simandolak Kuansing Meninggal Saat Latihan
Ilustrasi pacu jalur. f : ist
KUANSING, detak24com – Insan pacu jalur Kuansing berduka. Seorang atlet dari jalur Atom, Desa Koto Simandolak, Kecamatan Benai meninggal saat berpacu di ajang uji coba, Ahad (01/06/35).
Almarhum bernama Edi Susanto (55), pingsan saat berpacu di Tepian Pacu Jalur Siberakun Benai. Ia sempat dibawah ke puskesmas terdekat, namun nyawa tak tertolong lagi.
Korban diketahui berdomisili di Koto Simandolak. Ia meninggalkan satu orang istri dan 2 orang anak. “Iya. Ada warga kami meninggal saat berpacu tadi di Siberakun. Sekarang jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka,” kata Fikri, Kepala Desa Koto Simandolak, Ahad (01/06/25) malam.
Pada kesempatan ini, Kades mengungkapkan rasa dukanya. Ia tidak menyangka, warganya yang hobi sejak kecil dengan tradisi ini harus meninggal saat berpacu, guna memperjuangkan jalur kampungnya, yakni Atom.
“Dia ini memang hobi pacu. Sekarang hidupnya berakhir saat berpacu untuk memperjuangkan kampung halaman agar jalurnya menang. Dia adalah pahlawan bagi kami,” ujar Fikri memuji dedikasi korban atas kecintaannya terhadap tradisi ini.
Sebelum meninggal, diketahui almarhum ikut berpacu pada putaran kedua di hari kedua. Kendati tidak pernah latihan untuk persiapan pacu jalur 2025 ini, warganya ini tetap ngotot untuk ikut berpacu.
Tepat berada di pancang kelima, menyisakan satu pancang lagi mencapai finis, Edi mengalami pingsan. Sehingga harus dibopong oleh pemacu lain untuk mendapat perawatan khusus.
“Akhirnya, ia dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas terdekat. Sekarang sudah berada di rumah duka,” ungkapnya.
Bagi Fikri, almarhum adalah sosok pria yang hobi pacu. Sosok yang cinta dengan tradisi pacu jalur. Sehingga di usianya yang sudah 55 tahun, meski tanpa latihan selama ini, ia tetap ingin berjuang bersama pemacu lainnya untuk mengharumkan nama jalur kampungnya.
“Kami kehilangan beliau. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Dan tradisi ini, akan terus kami cintai dan kami lestarikan,” pungkas Kades.
Selain itu, ucapan duka juga datang dari atlet jalur Siposan Rimbo, Pangean. Seperti yang diutarakan Heru Pratama, dunia pacu jalur berduka. Semua atlet jalur turut simpati dan bersedih atas kejadian ini.
“Ini ada hikmahnya bagi kita semua. Kami turut berduka. Karena ini sudah menjadi olahraga, mari kita benar-benar mempersiapkan diri untuk berpacu. Semoga amal ibadah almarhum diterimaNya. Salam duka dari kami Siposan Rimbo,” imbuh Heru dikutip dari cakaplah. (Red)
Editor : kar
