Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peristiwa » Tetap Berkeliaran, Harimau Tewaskan Dua Warga di Sungai Ara Pelalawan 

Tetap Berkeliaran, Harimau Tewaskan Dua Warga di Sungai Ara Pelalawan 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PELALAWAN, detak24com – Upaya penanganan konflik antara harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung.

Hingga Minggu (19/7/2026), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum berhasil menangkap harimau yang diduga terlibat dalam dua insiden mematikan di kawasan tersebut.

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian dari sisi konservasi satwa liar, tetapi juga memunculkan pandangan budaya masyarakat setempat yang meyakini pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Dua unit kandang jebak (box trap) telah dipasang BBKSDA Riau sejak beberapa hari lalu di sekitar lokasi serangan.

Satu kandang ditempatkan di dekat camp pekerja, sementara satu lainnya dipasang di dalam kawasan hutan yang diduga menjadi jalur pergerakan harimau.

Tokoh masyarakat Kecamatan Pelalawan, Edy Hanafi mengatakan, kawasan HTI di Desa Sungai Ara sejak dahulu dikenal sebagai wilayah jelajah harimau sumatera.

Menurutnya, aktivitas manusia yang semakin intens di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan interaksi dengan satwa liar.

“Sejak dari dulu itu memang daerah harimau. Itu lokasi dio. Sebenarnya kita yang masuk ke habitatnya,” kata Edy Hanafi.

Edy menjelaskan, berdasarkan pengetahuan turun-temurun masyarakat Melayu Pelalawan, hubungan manusia dengan satwa liar tidak hanya dipandang dari sisi ekologis, tetapi juga memiliki nilai adat dan kearifan lokal.

Ia menilai berbagai pantangan adat yang diyakini masyarakat, seperti menjaga tutur kata dan perilaku saat berada di hutan, merupakan bentuk penghormatan terhadap alam.

“Jangan-jangan ada yang tidak membayar niat atau nazarnya. Ibaratnya berutang niat. Pasti datuk (Harimau) itu datang,” ujarnya.

Menurut Edy, dahulu perusahaan maupun masyarakat sekitar rutin melaksanakan tradisi yang dikenal dengan istilah sema, yakni menyembelih ternak sebagai simbol penghormatan kepada alam agar satwa liar kembali ke habitatnya dan tidak memasuki kawasan aktivitas manusia.

“Dulu itu dilakukan setiap tahun. Namanya sema atau disemayamkan. Ada orang perusahaan datang ke saya dan saya pertemukan dengan orang kerajaan yang bisa melakukan sema,” tambahnya.

Meski demikian, pandangan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat, bukan prosedur resmi penanganan konflik satwa liar.

Sementara itu, BBKSDA Riau tetap mengedepankan langkah-langkah konservasi sesuai standar penanganan konflik manusia dengan satwa liar.

Plh Kepala BBKSDA Riau, Laskar Jaya Permana mengatakan, tim masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan intensif.

“Kami meminta perusahaan agar menerapkan SOP secara ketat serta menghimbau seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan,” kata Laskar Jaya Permana.

Ia juga mengimbau pekerja tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari, serta memastikan sistem keamanan camp pekerja berfungsi dengan baik.

Menurutnya, hingga kini dua kandang jebak masih dipasang di lokasi dengan harapan harimau dapat ditangkap secara aman sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat yang sesuai.

“Sampai saat ini tim kami masih di lapangan. Sinyal agak sulit di lokasi, jadi belum ada update terbaru,” ujarnya.

Sementara, Camat Pelalawan Theopandu Al Rasyid, mengungkapkan bahwa pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan aparat Desa Sungai Ara dan BBKSDA Riau terkait perkembangan penanganan di lapangan.

Ia menyebut perusahaan HTI juga diminta meningkatkan aspek keselamatan kerja bagi para karyawan yang tinggal maupun bekerja di kawasan yang berbatasan langsung dengan habitat harimau.

“Pihak perusahaan juga disarankan untuk memberikan pelatihan khusus kepada karyawannya yang tinggal di areal tersebut,” ujar Theopandu.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pekerja mengenai mitigasi konflik satwa liar, sehingga risiko interaksi negatif dengan harimau sumatera dapat diminimalkan.

Konflik di Desa Sungai Ara menjadi perhatian luas setelah dua insiden terjadi dalam selang waktu beberapa hari.

Korban pertama adalah Jerlin Zalukhu (12), yang diserang harimau pada 7 Juli 2026.

Tiga hari kemudian, Eko Prastio (29), warga Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, meninggal dunia akibat serangan serupa di kawasan PBPH-HTI Desa Sungai Ara, seperti diwartakan tribunpekanbaru. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus HGU di Kuansing, KPK Buka Penyidikan Baru

    Kasus HGU di Kuansing, KPK Buka Penyidikan Baru

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – KPK melakukan penyidikan baru terkait suap perpanjangan HGU) lahan oleh pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau. Institusi tersebut pun sudah menetapkan sejumlah tersangka. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidikan ini merupakan pengembangan perkara suap yang melibatkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra. Politisi Partai Golkar itu menerima suap […]

  • USAI Beli Pisau Cutter di Warung, Emak-emak Warga Jayamukti Dumai Hilang

    USAI Beli Pisau Cutter di Warung, Emak-emak Warga Jayamukti Dumai Hilang

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang emak-emak warga Gang Gayam, Jayamukti Dumai bernama Syalmi Canra (56) dinyatakan hilang usai beli pisau cutter di kedai tak jauh dari rumahnya. Suami korban bernama Dahlan Sinuhaji resmi membuat laporan orang hilang ke Polres Dumai tertanggal 15 April 2023 yang diterima oleh Kanit SPKT III Aipda Harinova. Screenshot laporan orang hilang […]

  • PENLOK Tol Pekanbaru-Rengat Tuntas, Cek Kawasan yang Dilewatinya!

    PENLOK Tol Pekanbaru-Rengat Tuntas, Cek Kawasan yang Dilewatinya!

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemprov Riau terus menggesa persiapan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru-Rengat sepanjang 175 kilometer (km). Jalan tol tersebut saat ini sudah selesai tahapan penetapan lokasi (Penlok). Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau M Job Kurniawan mengatakan, dalam perencanaan penlok ruas Jalan Tol Pekanbaru-Rengat sempat mengalami kendala karena ruas jalan yang […]

  • VIRAL Pekanbaru : Jukir Tantang Pemotor Berkelahi, Ini yang Dilakukan Dishub

    VIRAL Pekanbaru : Jukir Tantang Pemotor Berkelahi, Ini yang Dilakukan Dishub

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dishub Kota Pekanbaru melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran memburu oknum juru parkir liar yang berkata kasar bahkan menantang pengendara motor untuk berkelahi. Kasus tersebut viral di media sosial. Dalam video viral yang beredar di media sosial, oknum jukir tersebut tidak memberikan karcis kepada pengendara. Ketika pengendara tersebut tidak mau membayar karena […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri Serahkan JKM kepada Ahli Waris, Dihadiri Agen Perisai 

    BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri Serahkan JKM kepada Ahli Waris, Dihadiri Agen Perisai 

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 14Komentar

    DURI, detak24.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Cabang Duri, Kamis (03/08/23) menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris waris Wilianti, tenaga kerja informal yang didaftarkan melalui kanal agen perisai sebesar Rp 42 juta. Santunan diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Duri Alwani Fitra Jaya dan dihadiri oleh […]

  • VIRAL Siak : Bacalon Pilpung Tak Bisa Baca Quran, Dapat SK dari KUA

    VIRAL Siak : Bacalon Pilpung Tak Bisa Baca Quran, Dapat SK dari KUA

    • calendar_month Jumat, 30 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    SIAK, detak24com – Pemilihan Kepala Kampung (Pilpung) serentak di kabupaten Siak digelar pada 20 September 2023 mendatang. Ada 32 kampung yang akan ikut pemilihan tersebut. Semua kampung yang ikut melaksanakan Pilpung sudah menunjuk panitia penyelenggara di masing-masing kampungnya. Pendaftaran juga telah ditutup. Salah satu syarat untuk lulus menjadi calon kepala kampung (penghulu) sebutan kepala kampung […]

expand_less