Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » Duda Tua di Selatpanjang Akhiri Hidup dengan Seutas Tali

Duda Tua di Selatpanjang Akhiri Hidup dengan Seutas Tali

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELATPANJANG, detak24com – Seorang duda tua di Selatpanjang bernama Sarmidi (63) mengakhiri hidup dengan seutas tali. Korban yang tak memiliki keluarga dimakamkan oleh polisi setempat, Senin (13/10/25).

Kepolisian Sektor Tebingtinggi, Polres Kepulauan Meranti mengambil peran aktif mulai dari evakuasi hingga memastikan pemakaman jenazah Sarmidi, korban gantung diri tersebut. Hal ini dilakukan karena korban diketahui tidak memiliki kerabat di Selatpanjang.

Baca juga : Heboh Mahasiswa Desa Bandul Kepulauan Meranti Terlibat Sindikat Sabu 30 Kilogram 

Jenazah Sarmidi (63) dimakamkan di TPU Jalan Pusara, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, pada Senin (13/10/25) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban sebelumnya ditemukan gantung diri dalam kamar bekas gudang bengkel di Jalan Utama.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Daniel Bakara hadir langsung memimpin kegiatan pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab sosial pihak kepolisian.

Proses pemakaman diawali dengan memandikan dan mengkafani jenazah di RSUD Kepulauan Meranti sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, jenazah disalatkan di masjid RSUD pada pukul 16.45 WIB.

“Jenazah kemudian diantar ke TPU Jalan Pusara menggunakan mobil ambulans RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti,” terang Kapolsek.

Pukul 17.20 WIB petang, jenazah dikebumikan dan dilanjutkan dengan doa bersama. Kehadiran pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat menunjukkan sinergi antara aparat dan pemda dalam memastikan hak-hak terakhir warga terpenuhi, meskipun tanpa kehadiran keluarga.

Sebagaimana diketahui, Sarmidi merupakan seorang perantauan yang berprofesi sebagai pengumpul barang bekas. Jenazah Sarmidi, yang merupakan warga Madiun, Jawa Timur, ditemukan tergantung di dalam kamar yang dulunya merupakan gudang bengkel di kediamannya di Jalan Utama RT 01 RW 01 Kelurahan Selatpanjang Timur.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh Taufik Amala, yang juga tinggal di alamat tersebut. Sekitar pukul 13.00 WIB, saat Taufik kembali ke rumah, ia melihat pintu kamar korban sudah terbuka. Setelah melihat ke dalam, ia terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali berwarna hijau.

“Taufik pun memanggil tetangga samping rumah, dan setelah dipastikan kebenarannya, kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwajib,” ungkapnya.

Selanjutnya, anggota Polsek Tebingtinggi bersama tim identifikasi Polres Kepulauan Meranti segera mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 11.15 WIB. Setelah melakukan evakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dilakukan pemeriksaan luar.

“Dari hasil observasi luar yang dilakukan oleh dr Bela di RSUD, korban dinyatakan meninggal dunia. Pemeriksaan menemukan adanya luka di sekitar leher, alur bekas ikatan tali, posisi lidah terjulur keluar sepanjang 2,5 cm, bercak air liur di baju, serta bercak air seni di celana korban. Temuan ini dikuatkan dengan barang bukti di TKP berupa seutas tali warna hijau berukuran 100 cm dan sebuah kursi plastik yang ditemukan di bawah kaki korban,” jelasnya.

Pihak kepolisian menganalisa bahwa kematian korban diduga akibat gantung diri yang menyebabkan kehabisan oksigen di otak. Berdasarkan keterangan Tarmizi, pemilik rumah, korban diketahui merantau ke Selatpanjang, tinggal sendirian, dan sudah lama bercerai tanpa memiliki anak.

Korban telah tinggal di bekas gudang bengkel milik Tarmizi selama kurang lebih tiga tahun, karena pemiliknya merasa kasihan. Sehari-hari, korban bekerja sebagai pengumpul barang bekas.

Tarmizi juga mengungkapkan bahwa korban dalam tiga bulan terakhir sering mengeluhkan sakit pada saraf, rematik, dan ginjal, dikutip dari goriau. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • INFO BMKG :  Gempa Garut Berkekuatan 6,4 SR – Tak Berpotensi Tsunami

    INFO BMKG : Gempa Garut Berkekuatan 6,4 SR – Tak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 13Komentar

    GARUT, detak, detak24.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan 6,4  SR yang mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, tak berpotensi tsunami. Pusat gempa tersebut berada di darat, tepatnya 52 kilometer barat daya Kabupaten Garut. “#Gempa Mag:6.4, 03-Des-22 16:49:41 WIB, Lok:7.51 LS,107.52 BT (52 km BaratDaya KAB-GARUT-JABAR), Kedlmn:118 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG BMKG […]

  • Pria Parubaya Dibacok Anak Kandung, Gegara Bangunkan Tidur

    Pria Parubaya Dibacok Anak Kandung, Gegara Bangunkan Tidur

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24. com —  Sungguh laknat lelaki anak satu ini. Hanya gara-gara dibangunkan di pagi hari, ia lantas memarang ayah kandungnya. Hingga korban mengalami luka serius di tangan dan kaki. Dikutip Rabu (18/05/22), seorang anak durhaka inisial AP (25), tega membacok ayah kandungnya sendiri bernama Ojim Pardede (50) di rumahnya, Jalan Karya Jaya, Kelurahan Air Hitam, […]

  • PDC Dorong Penguatan Compliance System untuk Jaga Keberlanjutan Bisnis

    PDC Dorong Penguatan Compliance System untuk Jaga Keberlanjutan Bisnis

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • visibility 0
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24.com — PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) melalui Workshop Compliance Management System (CMS) berbasis ISO 37301 yang digelar pada (8/4) di PDC Tower. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, regulasi, standar industri, serta kebijakan […]

  • Pemerintah Hapus Honorer dan THL, Bakal Muncul Arus Pengangguran Baru?

    Pemerintah Hapus Honorer dan THL, Bakal Muncul Arus Pengangguran Baru?

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemko Pekanbaru tengah mencari solusi terkait penghapusan THL (Tenaga Harian Lepas). Pasalnya, mulai tahun 2025 tak ada lagi honorer ataupun non-ASN. Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, Pemko Pekanbaru diminta untuk melakukan perencanaan berkaitan dengan THL tersebut. Ada beberapa opsi yang mungkin akan digunakan Pemko Pekanbaru terkait THL tersebut. “Nah […]

  • Mabes Polri ‘Gebrak’ Dumai, Kurir Sabu 5 Kg Terciduk di Jalan Paus

    Mabes Polri ‘Gebrak’ Dumai, Kurir Sabu 5 Kg Terciduk di Jalan Paus

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Mabes Polri tangkap dua warga di Jalan Paus Dumai. Keduanya kedapatan membawa sabu 5 kg dalam mobil Suzuki Ertiga BM 1827 RV. Bareskrim Polri gagalkan peredaran sabu dari Malaysia oleh tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal. Barang haram itu dibawa menggunakan speed boat ke Pulau Rupat, lalu dilangsir ke Dumai. Baca juga : […]

  • Kawal Putusan MK, Seratusan Mahasiswa HMI Pekanbaru Unjuk Rasa di DPRD Riau 

    Kawal Putusan MK, Seratusan Mahasiswa HMI Pekanbaru Unjuk Rasa di DPRD Riau 

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seratusan mahasiswa HMI Pekanbaru demo kantor DPRD Riau. Mereka membawa misi ‘kawal putusan MK‘ dan mempertahankan integritas demokrasi. Di tengah guyuran hujan, suara-suara lantang membahana. Spanduk-spanduk berisi pesan kritis terbentang lebar. HMI Cabang Pekanbaru hadir bukan sekadar untuk berteriak, tapi untuk menyuarakan keresahan yang mendalam terhadap kondisi demokrasi Indonesia. Koordinator Lapangan, Givo […]

expand_less