Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » Belasan ASN di Kepulauan Meranti Mundur, Sebut Gaji Tak Mencukupi

Belasan ASN di Kepulauan Meranti Mundur, Sebut Gaji Tak Mencukupi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24comBelasan ASN  Pegawai Peme­rintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memilih mengundurkan diri.

Alasan ekonomi menjadi faktor yang paling banyak dikemukakan. Terutama bagi PPPK paruh waktu yang menilai penghasilan diterima belum mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Meranti mencatat, dari 1.654 PPPK paruh waktu (PW) yang telah diangkat, sebanyak 11 orang mengundurkan diri. Selain itu, tiga orang memasuki masa pensiun sehingga total terdapat 14 orang yang tidak lagi berstatus PPPK paruh waktu.

Sementara itu, dari 1.315 PPPK penuh waktu, dua orang mengundurkan diri serta dua orang lainnya meninggal dunia, sehingga total terdapat empat orang yang tidak lagi aktif.

Salah seorang mantan PPPK paruh waktu Kepulauan Meranti bernama Asril, menga­ku memilih mengundurkan diri karena penghasilan yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Keputusan ini bukan karena tidak bersyukur mendapat kesempatan menjadi PPPK. Namun, setelah dijalani, penghasilan Rp1,2 juta yang diterima setiap bulan belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Akhirnya saya memilih mencari pekerjaan lain yang pendapatannya lebih menjanjikan,’’ ujarnya dikutip detak24com, Senin (13/07/26).

Menurutnya, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Status sebagai aparatur pemerintah memang menjadi kebanggaan, tetapi kondisi ekonomi memaksanya mengambil pilihan berbeda demi keberlangsungan hidup keluarga.

Selama masih berstatus tenaga honorer ia memilih bertahan karena memiliki harapan suatu saat dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, setelah pemerintah menerapkan skema PPPK, harapan tersebut dinilainya semakin kecil.

Dulu saya tetap bertahan sebagai honorer karena berhadap ke depan bisa diangkat menjadi PNS. Setelah masuk skema PPPK, saya pesimis kesempatan itu akan ada lagi.

Sementara, penghasilan yang diterima juga belum mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhir­nya saya memilih mundur dan mencari peker­jaan lain yang lebih menjanjikan,’’ ungkapnya.

Keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang bersama keluarga. Baginya, keberlangsungan ekonomi rumah tangga menjadi prioritas, meski harus melepaskan status sebagai aparatur pemerintah.

Kepulauan Meranti Bakharuddin, membenarkan adanya belasan PPPK yang mengundurkan diri setelah menerima status pengangkatan.

“Ada yang mengundurkan diri. Untuk PPPK penuh waktu sebanyak dua orang, sedangkan PPPK paruh waktu sebanyak sebelas orang. Selain itu, ada juga yang meninggal dunia dan memasuki masa pensiun,’’ ungkapnya.

Ia menjelaskan, berbagai alasan disampaikan para pegawai yang mengundurkan diri. Namun, alasan yang paling dominan adalah persoalan ekonomi, di mana pendapatan yang diterima dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Meski demikian, jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total PPPK yang telah diangkat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemerintah daerah tetap menghormati keputusan masing-masing pegawai karena merupakan hak pribadi yang telah melalui pertimbangan mereka sendiri,’’ ujarnya.

BKPSDM berharap para PPPK yang masih bertugas tetap menjalankan tugas secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai tanggung jawab yang diemban, seperti diwartakan riaupos. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempena Idul Adha 1445 H, Apical Dumai Salurkan Empat Ekor Sapi Kurban ke Masyarakat

    Sempena Idul Adha 1445 H, Apical Dumai Salurkan Empat Ekor Sapi Kurban ke Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Sempena Idul Adha 1445 H, Apical Group serahkan kurban empat ekor sapi untuk masjid dan musala di Kelurahan Lubukgaung, Dumai, Selasa (18/06/24). M Faisal Mahyan, perwakilan Humas Apical Dumai mengatakan bahwa kegiatan penyaluran hewan kurban ini merupakan kegiatan yang secara rutin dilakukan salah satu perusahaan pengolah minyak nabati terkemuka itu setiap Hari […]

  • Rohil Butuh Tempat Pelelangan Ikan, Bantu Kesra Nelayan

    Rohil Butuh Tempat Pelelangan Ikan, Bantu Kesra Nelayan

    • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    ROHIL, detak24.com – Saat ini, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) membutuhkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). DPRD Riau meminta provinsi membangunnya guna peningkatan kesra  nelayan pesisir. Ketua Komisi II DPRD Riau Syafruddin Iput mengatakan, TPI nantinya digunakan untuk wadah transaksi hasil tangkapan nelayan, agar lebih teratur. “Kami berharap pemerintah pusat atau Pemprov Riau, mengingat Rohil termasuk penghasil […]

  • NONJOBKAN DRS Usai Ngamar Bareng Wakil Bupati Rokan Hilir, DPRD: Langkah Tepat

    NONJOBKAN DRS Usai Ngamar Bareng Wakil Bupati Rokan Hilir, DPRD: Langkah Tepat

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    ROHIL, detak24com – Anggota Komisi I DPRD Riau, Mardianto Manan menyebut, meski terkesan berat sebelah, penonaktifan DRS yang digerebek ngamar bersama Wakil Bupati Rokan Hilir Rohil di hotel Pekanbaru beberapa waktu lalu, sudah sesuai aturan. Sanksi yang diberikan Bupati Rohil, Afrizal Sintong itu dinilai Mardianto sudah tepat, karena ia hanya bisa memberikan sanksi kepada ASN. […]

  • DUA Hari Hilang, Nelayan Kadur Rupat Ditemukan Meninggal

    DUA Hari Hilang, Nelayan Kadur Rupat Ditemukan Meninggal

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    RUPAT, detak24com – Setelah dilakukan pencarian sekitar dua hari sejak dilaporkan jatuh dari kapal pompong, Ahad (04/06/23) lalu, Kasuma nelayan asal Jalan Tun Selun Gg Anggrek, Desa Kadur, Rupat Utara ditemukan meninggal dunia, Selasa (06/06/23) sekitar pukul 14.00 WIB. “Pada hari kedua pencarian, Selasa (6/6/23) tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Bengkalis, Polsek […]

  • Puting Beliung Terjang Sidoarjo, 261 Rumah Rusak-Atap Berterbangan

    Puting Beliung Terjang Sidoarjo, 261 Rumah Rusak-Atap Berterbangan

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    SIDOARJO, detak24.com – BPBD Jawa Timur mencatat 261 rumah rusak akibat bencana puting beliung, Ahad (23/10/22) sekitar pukul 14.00 WIB. Sebanyak 16 pohon tumbang dan satu unit mobil penyok. Sriono Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim mengatakan ada dua korban yang menderita luka ringan. Masing-masing berinisial MA, usia 15 tahun, dan MAZ, usia 20 […]

  • Guru Pesantren Garap Delapan Santri di Rohul, Korban Trauma Dirawat Psikolog

    Guru Pesantren Garap Delapan Santri di Rohul, Korban Trauma Dirawat Psikolog

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Oknum guru pesantren di Rohul berinisial DA menyerahkan diri ke polisi, setelah dituding mencabuli delapan santrinya. Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono mengatakan, guru pesantren itu diserahkan oleh kedua orangtuanya pada Senin, 19 Agustus 2024. “DA menyerahkan diri setelah dua kali mangkir,” ujar Budi, Ahad (25/08/24). Pelaku mengajar di pondok pesantren itu sejak […]

expand_less