Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » Belasan ASN di Kepulauan Meranti Mundur, Sebut Gaji Tak Mencukupi

Belasan ASN di Kepulauan Meranti Mundur, Sebut Gaji Tak Mencukupi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24comBelasan ASN  Pegawai Peme­rintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memilih mengundurkan diri.

Alasan ekonomi menjadi faktor yang paling banyak dikemukakan. Terutama bagi PPPK paruh waktu yang menilai penghasilan diterima belum mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Meranti mencatat, dari 1.654 PPPK paruh waktu (PW) yang telah diangkat, sebanyak 11 orang mengundurkan diri. Selain itu, tiga orang memasuki masa pensiun sehingga total terdapat 14 orang yang tidak lagi berstatus PPPK paruh waktu.

Sementara itu, dari 1.315 PPPK penuh waktu, dua orang mengundurkan diri serta dua orang lainnya meninggal dunia, sehingga total terdapat empat orang yang tidak lagi aktif.

Salah seorang mantan PPPK paruh waktu Kepulauan Meranti bernama Asril, menga­ku memilih mengundurkan diri karena penghasilan yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Keputusan ini bukan karena tidak bersyukur mendapat kesempatan menjadi PPPK. Namun, setelah dijalani, penghasilan Rp1,2 juta yang diterima setiap bulan belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Akhirnya saya memilih mencari pekerjaan lain yang pendapatannya lebih menjanjikan,’’ ujarnya dikutip detak24com, Senin (13/07/26).

Menurutnya, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Status sebagai aparatur pemerintah memang menjadi kebanggaan, tetapi kondisi ekonomi memaksanya mengambil pilihan berbeda demi keberlangsungan hidup keluarga.

Selama masih berstatus tenaga honorer ia memilih bertahan karena memiliki harapan suatu saat dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, setelah pemerintah menerapkan skema PPPK, harapan tersebut dinilainya semakin kecil.

Dulu saya tetap bertahan sebagai honorer karena berhadap ke depan bisa diangkat menjadi PNS. Setelah masuk skema PPPK, saya pesimis kesempatan itu akan ada lagi.

Sementara, penghasilan yang diterima juga belum mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhir­nya saya memilih mundur dan mencari peker­jaan lain yang lebih menjanjikan,’’ ungkapnya.

Keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang bersama keluarga. Baginya, keberlangsungan ekonomi rumah tangga menjadi prioritas, meski harus melepaskan status sebagai aparatur pemerintah.

Kepulauan Meranti Bakharuddin, membenarkan adanya belasan PPPK yang mengundurkan diri setelah menerima status pengangkatan.

“Ada yang mengundurkan diri. Untuk PPPK penuh waktu sebanyak dua orang, sedangkan PPPK paruh waktu sebanyak sebelas orang. Selain itu, ada juga yang meninggal dunia dan memasuki masa pensiun,’’ ungkapnya.

Ia menjelaskan, berbagai alasan disampaikan para pegawai yang mengundurkan diri. Namun, alasan yang paling dominan adalah persoalan ekonomi, di mana pendapatan yang diterima dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Meski demikian, jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total PPPK yang telah diangkat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemerintah daerah tetap menghormati keputusan masing-masing pegawai karena merupakan hak pribadi yang telah melalui pertimbangan mereka sendiri,’’ ujarnya.

BKPSDM berharap para PPPK yang masih bertugas tetap menjalankan tugas secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai tanggung jawab yang diemban, seperti diwartakan riaupos. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PD 2022, Arab Saudi Pecundangi Tim Tango 2-1

    PD 2022, Arab Saudi Pecundangi Tim Tango 2-1

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    TIM Tango Argentina tumbang 1-2 dari Arab Saudi pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2022. Tim Tango kalah meski sempat unggul lebih dulu dari gol Lionel Messi. Argentina Vs Arab Saudi pada laga Grup C Piala Dunia 2022 tersaji di Lusail Iconic Stadium, Lusail, Selasa (22/11) sore WIB. Albiceleste mendapat hadiah penalti di awal babak pertama. Lionel […]

  • POLRES KAMPAR Bongkar Sindikat Narkoba di Desa Sungai Tonang

    POLRES KAMPAR Bongkar Sindikat Narkoba di Desa Sungai Tonang

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    KAMPAR, detak24.com – Satresnarkoba Polres Kampar membongkar peredaran narkoba di Desa Sungai Tonang, Kampar Utara serta Bangkinang. Dua orang warga serta sejumlah barang bukti berhasil diamankan aparat saat penggerebekan. Dikutip Ahad (04/12/22), kedua pelaku adalah JA (29) dan IW ( 41) warga Desa Sungai Tonang, Kecamatan Kampar Utara. Mereka Ditangkap pada Rabu (30/11/22) sekira pukul […]

  • 258 Guru Honor Geruduk DPRD Meranti, SK PPPK Belum Keluar

    258 Guru Honor Geruduk DPRD Meranti, SK PPPK Belum Keluar

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Selatpanjang, detak24.com – Sebanyak 268 guru honor menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Para cik gu mempertanyakan SK PPPK yang belum dikeluarkan pemerintah setempat. Sedianya, para guru honor tersebut sudah menerima SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebab, mereka telah dinyatakan lulus seleksi tahap I dan II. Namun, mereka tak kunjung mendapatkan SK. […]

  • 31 TPS di Tambusai Utara PSU, Peluang Golkar Rebut Ketua DPRD Riau

    31 TPS di Tambusai Utara PSU, Peluang Golkar Rebut Ketua DPRD Riau

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – MK putuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 31 TPS di Tambusai Utara, Rohul. Hal ini membuka peluang Golkar rebut kursi Ketua DPRD Riau. Wakil Ketua Bidang Hukum DPD I Golkar Riau, Eva Nora, menyatakan keyakinannya bahwa partainya akan berhasil merebut kursi Ketua DPRD Riau setelah Eva Nora mengungkapkan harapannya bahwa PSU di […]

  • Polres Rohil ekspos perkara pembunuhan pasutri dengan tersangka adik korban sendiri. F. :. IST

    Ngeri! Pasutri di Rohil Dibantai Adik Ipar, Gegara Pernikahan Tak Direstui

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    Rohil, detak24.com –  Peristiwa pembantaian pasutri di Rohil Riau yang menewaskan Uli Susanti secara mengenaskan, akhirnya terungkap. Pelaku tak lain adik ipar suaminya yang merasa sakit hati, karena pernikahan tak disetujui. Sementara, Roni Hengki (suami Uli) hingga kini dalam perawatan medis akibat luka bacokan di sekujur tubuh. Polres Rokan Hilir (Rohil) mengungkap kasus pembunuhan berencana […]

  • Terpergok Beraksi, Dua Maling Sawit Tak  Berkutik di Tangan Nenek Lansia 

    Terpergok Beraksi, Dua Maling Sawit Tak  Berkutik di Tangan Nenek Lansia 

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Dua orang maling sawit ‘angkat tangan’ saat terpergok pemilik kebun, seorang nenek lansia 65 tahun. Keduanya lalu diantar ke kantor polisi. Informasi dirangkum Jumat (25/04/25), dua pria berinisial MA dan DP ditahan di Mapolsek Sungai Sembilan atas dugaan tindak pidana pencurian buah sawit milik warga dengan berat sekitar 150 kilogram. TKP di […]

expand_less