Toyota Kijang Terbakar Saat Isi Pertalite di SPBU Hangtuah Pekanbaru
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- print Cetak

Toyota Kijang terbakar saat isi Pertalite di SPBU Jalan Hangtuah Pekanbaru. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Polisi melakukan penyelidikan penyebab kebakaran satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul di SPBU Jalan Hangtuah, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Senin (20/07/26) malam.
Tim Inafis Satreskrim Polresta Pekanbaru telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Kasi Humas Polresta Pekanbaru Iptu Muhammad Zamhur, mengatakan bahwa personel Polsek Kulim langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Personel langsung mengamankan TKP.
“Saat kejadian, personel Polsek Kulim langsung turun ke lokasi untuk mengamankan area, memasang garis polisi, dan melakukan olah TKP,” ujar Zamhur, Selasa (21/07/26).
Menurutnya, hasil olah TKP dan pengumpulan barang bukti akan menjadi dasar penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Berdasarkan hasil pendataan awal, mobil Toyota Kijang Kapsul berwarna biru tersebut sedang mengisi BBM jenis Pertalite.
Saat proses pengisian berlangsung terdengar suara letupan dari bagian bawah kendaraan yang kemudian disusul munculnya kobaran api.
Ia menambahkan, warga di lokasi sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api terus membesar hingga menyambar salah satu pompa pengisian BBM.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru kemudian mengerahkan lima unit armada untuk melakukan pemadaman.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB setelah sebelumnya dilakukan proses pemadaman dan pendinginan sejak sekitar pukul 00.00 WIB.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” imbuhnya dikutip dari cakaplah. (*)
Editor : Kar












