Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
Dua Bocah Tewas Tenggelam di Pringsewu Lampung, Awalnya Cari Belut
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pringsewu, detak24.com – Nasib naas menimpa 2 bocah warga Pringsewu, Lampung. Pergi mencari belut namun pulangnya sudah jadi mayat.
Keduanya ditemukan tewas tenggelam di aliran sungai di Pekon Klaten, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, pada Rabu (29/06/22) siang. Sebelumnya, korban sempat berpamitan kepada orang tuanya untuk mencari belut di sungai.
Masing-masing korban diketahui bernama Abdul Halib (10) warga Pekon Klaten serta Desta Valechia (7) warga Dusun Buluwangi Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat meminta izin kepada orang tuanya pergi mencari belut .
Peristiwa bermula, sekira pukul 12.00 WIB siang. Korban Abdul Halib pamitan kepada ibunya untuk mencari belut bersama Desta Valechia. Setelah beberapa jam pergi, kedua korban tidak kunjung pulang maka ibu korban cemas dan menyuruh suaminya, Eko Wahyudi untuk mencari keberadaan korban.
Sekira pukul 15.00 WIB, Eko Wahyudi dengan dibantu beberapa warga mencari keberadaan korban di sekitar aliran Sungai Klaten, kemudian menemukan dua pasang sandal jepit di bahu sungai. Eko Wahyudi pun mengenali bahwa salah satu pasang sandal jepit tersebut adalah milik Abdul Halib.
Karena curiga anaknya tenggelam, maka saksi langsung nyebur dan menyelam ke dasar sungai yang memiliki kedalaman sekitar 1 meter.
“Benar saja,. Beberapa saat kemudian, saksi menemukan anaknya dalam posisi tenggelam di dasar sungai. Lalu korban langsung dievakuasi ke pinggiran sungai,” ujar Kapolsek Gadingrejo Lampung saat dikonfirmasi awak media, pada Kamis (30/06/22) pagi.
Mengetahui salah satu korban berhasil ditemukan, beberapa saksi lainnya kembali berupaya melakukan pencarian satu korban lain.
“Tidak lama kemudian, korban kedua (Desta Valechia) ditemukan tersangkut di bebatuan masih di aliran sungai Pekon Klaten yang berjarak 50 meter dari lokasi penemuan korban Abdul Halib,” terang Iptu Anwar Mayer.
Setelah kedua korban ditemukan, lalu jasad keduanya langsung dievakuasi ke kediaman masing- masing dan kemudian langsung dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Wates.
“Dari jasad kedua korban petugas tidak menemukan adanya tanda bekas kekerasan. Kuat dugaan penyebab meninggalnya korban karena murni tenggelam,” jelasnya.
Menurut Kapolsek, hal itu dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi yang telah dimintai keterangan pihak kepolisian. Bahwa kedua korban diketahui memang tidak mahir berenang.
“Keluarga korban mengaku sudah menerima dan mengiklaskan kepergian korban serta menyatakan tidak bersedia dilakukan proses autopsi. Maka jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,”ungkap Kapolsek.
Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau, kepada warga khususnya yang memiliki anak-anak untuk tidak lepas pengawasan. Selain itu meminta aparat terkait untuk memasang plang peringatan di sepanjang aliran sungai.
“Kami ingatkan kepada seluruh orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya. Terutama yang berada di sekitar aliran sungai. Kami juga berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali,” tutupnya.(metasatu.com)
Editor : Kar











