DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Harta Elon Musk Tembus Rp 12.165 Triliun, Kalahkan Negara Swedia 

Elon Musk. f : ist

DETAK24COM – Kekayaan bersih CEO Tesla Elon Musk mencapai US$ 726,3 miliar (sekitar Rp 12.165 triliun) pada penutupan perdagangan Rabu (31/12/2025) waktu setempat, berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires List.

Dikutip dari beritasatu, Jumat (02/01/25), capaian ini membuat Musk memecahkan rekor. Nilai hartanya melampaui sejumlah tonggak penting, serta lebih besar dibandingkan ekonomi dan perusahaan raksasa dunia.

Musk menduduki peringkat orang terkaya di dunia sejak Mei 2024 setelah melampaui CEO LVMH Bernard Arnault, yang sempat memegang posisi tersebut sekitar empat bulan.

Di bawah Musk, pendiri Google Larry Page menempati posisi kedua dengan kekayaan sekitar US$ 256,9 miliar (Rp 4.303 triliun), disusul Chairman Oracle Larry Ellison US$ 245 miliar (Rp 4.104 triliun), pendiri Amazon Jeff Bezos US$ 242,2 miliar (Rp 4.057 triliun), serta salah satu pendiri Google Sergey Brin US$ 237,1 miliar (Rp 3.973 triliun).

Jika disetarakan dengan produk domestik bruto (PDB) negara, kekayaan Musk setara dengan ekonomi terbesar ke-23 di dunia.

Nilai tersebut berada di atas Belgia US$ 716 miliar (Rp 11.993 triliun), Irlandia US$ 708 miliar (Rp 11.859 triliun), Argentina US$ 683 miliar (Rp 11.445 triliun), dan Swedia US$ 662 miliar (Rp 11.094 triliun), serta hanya berada di bawah Taiwan yang bernilai sekitar US$ 884 miliar (Rp 14.807 triliun), menurut data Dana Moneter Internasional (IMF).

Nilai harta Musk juga melampaui kapitalisasi pasar sejumlah perusahaan global besar.

Kekayaannya lebih tinggi dibandingkan Oracle US$ 560 miliar (Rp 9.380 triliun), Johnson & Johnson US$ 498,6 miliar (Rp 8.352 triliun), serta LVMH US$ 375,9 miliar (Rp 6.296 triliun).

Bahkan, nilainya hampir menyamai total nilai pasar kripto global pada 2018 sebesar US$ 773 miliar (Rp 12.948 triliun), serta lebih dari dua kali lipat market cap Ethereum yang mencapai US$ 358 miliar (Rp 5.997 triliun) pada 2025, di bawah Bitcoin yang bernilai sekitar US$ 1,7 triliun (Rp 28.475 triliun), berdasarkan data CoinGecko.

Lonjakan besar kekayaan Musk terjadi setelah nilainya menembus US$ 300 miliar (Rp 5.025 triliun) pada November 2024. Ia kemudian menjadi orang pertama dengan kekayaan US$ 400 miliar (Rp 6.700 triliun) pada bulan berikutnya, lalu mencapai US$ 500 miliar (Rp 8.375 triliun) pada Oktober.

Musk menyentuh valuasi US$ 600 miliar (Rp 10.050 triliun) pada awal Desember, sebelum melampaui US$ 700 miliar (Rp 11.725 triliun) empat hari kemudian.

Peningkatan tajam tersebut didorong oleh langkah SpaceX yang meluncurkan tender offer dengan valuasi US$ 800 miliar (Rp 13.400 triliun), naik dari US$ 400 miliar (Rp 6.700 triliun) pada Agustus, sehingga mendongkrak kekayaan Musk sekitar US$ 168 miliar (Rp 2.814 triliun).

Selain itu, Mahkamah Agung Delaware membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah yang sebelumnya membatalkan opsi saham Tesla milik Musk senilai sekitar US$ 139 miliar (Rp 2.328 triliun). Forbes sebelumnya memangkas nilai opsi saham tersebut sebesar 50% sejak Januari 2024.

Ke depan, Musk berpeluang menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan US$ 1 triliun (Rp 16.750 triliun). Pada November, pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi bagi Musk yang berpotensi bernilai mendekati US$ 1 triliun (Rp 16.750 triliun) apabila perusahaan berhasil mencapai sejumlah target dalam satu dekade mendatang. (Red)

Editor : Kar