Kasus Debt Collector Berpistol di Pekanbaru Libatkan Dua Oknum TNI
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 25 Des 2025
- print Cetak

Kapendam XIX TT, Letkol MF Rangkuti. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Kodam XIX/Tuanku Tambusai tegaskan komitmennya dalam penegakan hukum dua prajurit TNI AD yang terlibat kasus debt collector berpistol di Pekanbaru.
Keributan tersebut sebelumnya terjadi di Cucian Maycel Jalan Arifin Achmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, pada Selasa (23/12/25) sekitar pukul 18.30 WIB.
Dalam video berdurasi 27 detik yang beredar luas, tampak sejumlah orang terlibat perselisihan dan adu fisik, hingga terlihat aksi mengacungkan pistol dan terdengar bunyi letusan.
Video itu memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIX TT, Letkol MF Rangkuti membenarkan bahwa terdapat dua orang prajurit dari Kompi Kavaleri (Kikav) 6 Rajawali Bhakti Tama yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Benar, ada dua orang anggota dari Kikav 6 Rajawali Bhakti Tama. Saat ini kasusnya masih dalam tahap pendalaman dan pemeriksaan oleh unsur Intel dan Pomdam,” ujar Letkol MF Rangkuti, Kamis (25/12/25).
Ia menegaskan, Kodam XIX Tuanku Tambusai tidak akan menutup-nutupi proses hukum apabila terbukti adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.
“Kami tidak menutupi. Jika memang bersalah, akan kami tindak tegas. Masyarakat tidak perlu ragu dengan komitmen kami dalam penegakan hukum, khususnya terhadap anggota kami,” tegasnya.
Ia menambahkan, prinsip profesionalitas dan supremasi hukum menjadi pegangan utama Kodam XIX Tuanku Tambusai dalam menangani setiap dugaan pelanggaran.
“Kalau bersalah, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku, dan tidak akan dilindungi,” tegasnya.
Di sisi lain, Kodam XIX Tuanku Tambusai menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi internal dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik sesuai hasil penyelidikan.
Diketahui, dari hasil klarifikasi kepolisian, peristiwa keributan berujung penodongan senpi hingga terdengar bunyi tembakan itu dipicu persoalan sisa pembayaran DP pembuatan bak karoseri satu unit mobil Mitsubishi Canter warna kuning tipe F 74 HD dengan nilai Rp 20.700.000, dikutip dari cakaplah. (Red)
Editor : Kar











