Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Sadis Cara Briptu Rizka Habisi Suami, Diduga Pakai Barang Anak!

Sadis Cara Briptu Rizka Habisi Suami, Diduga Pakai Barang Anak!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DETAK24COM – Cara kejam Briptu Rizka membunuh Brigadir Esco tengah jadi sorotan. Ternyata, pelaku sempat menggunakan barang milik anak untuk menghabisi nyawa suami.

Adapun polisi sudah menetapkan istri Esco, Briptu Riza Sintiyani sebagai tersebut.

Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen?

Namun begitu hingga kini belum jelas, penyebab hingga motif pembunuhan Brigadir Esco yang dikabar hilang sejak 19 Agustus 2025.

Lima hari kemudian ia ditemukan tak bernyawa beberapa meter dari rumahnya Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ayah Esco, Samsul Herawadi menduga bahwa jasad anaknya sempat disembunyikan di sebuah ruang dalam rumah.

“Cuma yang paling menyakitkan hati sehabis wudu mau salat ashar, sekitar setelah hilang kontak sebelum ditemukan. Saya biasanya salat di situ, istirahat di situ, di kamar adik iparnya korban,” ungkapnya dikutip, Jumat (26/09/25).

“Cuma saya mau naik mau salat itu diam sejenak tanpa disadari saya mundur, akhirnya salat di dalam, makanya itu yang bikin bingung,” lanjutnya.

“Sebelum korban ditaruh di tempat yang ditemukan, mungkin ya di situ disembunyikan terlebih dahulu,” tutur Samsul saat diwawancara di Youtube Tribun Lombok.

Ia merasa janggal bila memang dari awal Esco berada di lokasi penemuannya. Sebab lokasi penemuan jasad Esco hanya beberapa meter saja dari rumahnya.

“Karena kalau memang dari awal hilangnya di situ ndak ada mungkin,” katanya.

Samsul membocorkan barang bukti atas kematian Brigadir Esco. Mulai dari kayu, sampai handuk milik anak Esco dan Rizka. “BB (barang bukti) ada kayu yang saya dengar hasil di kepolisian, sudah disita polisi,” katanya.

“Yang bikin kaget ada bercak darah di handuk anak korban, ditemukan dalam ruangan anak korban, yang diduga darah korban. Saya semakin terpukul, kenapa harus ke ruangan cucu saya,” tambah Samsul.

Padahal setahunya, barang bukti awal yang diamankan polisi hanyalah barang-barang yang melekat pada tubuh Brigadir Esco.

“Semula kan yang saya tahu BB itu jaket, celana, HP, kunci motor sama jam tangan yang di tubuh korban,” katanya.

Menurutnya ada juga benda tajam diamankan sebagai barang bukti. “Yang saya dengar disebutkan benda tajam cuma gunting,” katanya.

Kini, Samsul Herawadi masih bertanya-tanya tentang kebenaran atas kasus kematian anaknya, Brigadir Esco.

“Apa iya mungkin kah, tega kah, atau mungkin orang luar yang berbuat. Kalau memang bukan orang intern dalam rumah itu mungkin kah, tapi kalau memang harus orang dalam begitu tega kah. Itu makanya yang bikin bingung,” katanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat mengatakan polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan.

“Nanti kami analisa kesesuaian dnegan keterangan saksi dan persesuaian nomor HP-nya,” katanya.

Ia mengungkap Brigadir Esco tewas akibat kekerasan. “Ada dugaan kekerasaan,” katanya.

Kini polisi telah menetapkan istri Esco, Briptu Rizka Sintiyani sebagai tersangka. Ia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Nusa Tenggara Barat sejak Sabtu (21/09/25).

Belum jelas penyebab Rizka ditetapkan sebagai tersangka. Banyak spekulasi menjurus pada dugaan perselingkuhan yang dilakukan Rizka.

Narasi beredar, Brigadir Esco mendadak izin ke senior untuk lepas piket di Polsek Sekotong.

Ketika sampai di rumah, Esco mendapati istrinya, Rizka sedang bersama pria lain. Namun begitu tuduhan tersebut langsung dibantah pengacara Rizka, Syarifuddin.

“Tidak benar kalau dibilang ada perselingkuhan. Itu hanya gosip liar yang sama sekali tidak terbukti,” ucapnya.

Ia meminta agar menunggu fakta dalam persidangan. “Kami minta jangan ada spekulasi memperkeruh suasana. Biarlah fakta di pengadilan yang berbicara,” imbuhnya dikutip dari Tribunnews. (Red

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • LONGSOR Agam Telan Dua Nyawa, Korban Tertimbun Saat Goro Bersihkan Irigasi

    LONGSOR Agam Telan Dua Nyawa, Korban Tertimbun Saat Goro Bersihkan Irigasi

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    AGAM, detak24com – Dua warga Kecamatan Baso dilaporkan tewas dalam bencana longsor Agam. Kedua korban diketahui tertimbun longsor susulan saat goro membersihkan irigasi. Dikutip, Rabu (20/12/24), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengkonfirmasi dua warga Baruah Andaleh, Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso menjadi korban tanah longsor yang terjadi Senin (18/12/23). Keduanya tertimbun […]

  • Rampas HP dan Motor Korban, Begal di Jalan Kesehatan Teluk Binjai Dumai Diseret ke Penjara 

    Rampas HP dan Motor Korban, Begal di Jalan Kesehatan Teluk Binjai Dumai Diseret ke Penjara 

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Sat Reskrim Polres Dumai ungkap kasus begal di Jalan Kesehatan, tepatnya depan Gedung Pramuka, Kelurahan Teluk Binjai, Dumai. Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Kris Tofel SIK mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap seorang tersangka berinisial JD yang diduga kuat terlibat dalam aksi kriminal tersebut. “Setelah dilakukan penyelidikan, kami mendapatkan informasi bahwa tersangka JD […]

  • ASTAGFIRULLAH! Ayah Durjana di Pekanbaru ‘Garap’ Anak Gadisnya, Gegara Film Dewasa

    ASTAGFIRULLAH! Ayah Durjana di Pekanbaru ‘Garap’ Anak Gadisnya, Gegara Film Dewasa

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Seorang ‘apak rutiang’ di Pekanbaru inisial BS (39), terpaksa huni kerangkeng. Pria sedeng itu nekat memperkosa anaknya sendiri, gegara kecanduan nonton film dewasa. Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan, Selasa (22/11/22) menerangkan, pada Ahad (13/11/22) sekitar pukul 06.40 WIB, ibu korban saat itu sedang pergi senam. Korban bersama adiknya sedang […]

  • Eksepsi Ditolak R Thamsir Rachman Ajukan Banding, Korupsi Rp82 Triliun Duta Palma

    Eksepsi Ditolak R Thamsir Rachman Ajukan Banding, Korupsi Rp82 Triliun Duta Palma

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    Jakarta, detak24.com – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tipikor Jakarta Pusat menolak keberatan (eksepsi) Raja Thamsir Rachman atas dakwaan jaksa, Senin (03/10/22). Sidang dilanjutkan dengan menghadirkan saksi. Eks Bupati Indragiri Hulu itu didakwa oleh JPU melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan lahan perkebunan sawit oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Perbuatan […]

  • AMANKAN 9 PMI Ilegal, Polres Rohil dan BC Ciduk Dua Tekong Nyambi Bawa Bakau

    AMANKAN 9 PMI Ilegal, Polres Rohil dan BC Ciduk Dua Tekong Nyambi Bawa Bakau

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    ROHIL, detak24com – Polres Rohil bersama Bea Cukai Pusat BC 10001 mengungkap kasus TPPO dengan korban berjumlah sembilan orang. Dalam operasi juga diamankan ribuan kayu bakau serta dua orang tekong. Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Kasi Humas AKP Juliandi SH, Rabu (26/07/23) mengatakan, kasus ini hasil joint investigation Bea Cukai […]

  • Pemerintah Pekak Bedak-Tajam Arah Bawah Tumpul ke Atas, PKS Menyoal BBM Naik

    Pemerintah Pekak Bedak-Tajam Arah Bawah Tumpul ke Atas, PKS Menyoal BBM Naik

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Jakarta, detak24.com – Kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mengejutkan masyarakat sekaligus menuai banyak penolakan dari berbagai pihak. Kenaikan itu dinilai makin menekan ekonomi masyarakat kecil. Anggota DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat menyebut, penolakan kenaikan BBM juga disampaikan partai PKS beberapa waktu lalu. PKS meminta pemerintah mencari opsi lain untuk mempertahankan neraca […]

expand_less