Protes Penganiayaan Tiga Kader, PMII Pekanbaru Doa Bersama serta Yasinan di Depan Mapolda Riau
- account_circle Redaksi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Mahasiswa dari PMMI Pekanbaru doa bersama serta yasinan di depan Mapolda Riau. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekanbaru menggelar kegiatan yasinan dan doa bersama di depan Mapolda Riau, Kamis (16/07/26).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas sekaligus doa agar kasus pengeroyokan terhadap Sekretaris PMII Riau dan penganiayaan dua kader lainnya di Mapolresta Pekanbaru segera terungkap, dan pelakunya dapat ditangkap sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pengeroyokan terhadap Sekretaris PMII Riau tersebut tidak semata-mata tanpa sebab. Sebelumnya, korban memperjuangkan keadilan untuk dua jader PMII yang dikeroyok di Mapolresta Pekanbaru.
Setelah kejadian tersebut, korban didatangi oleh oknum aparat tanpa ada janjian untuk bertemu. Stelah selesai pertemuan, korban lalu dikeroyok oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
“Dari rentetan kejadian tersebut orang yang awam saja mungkin sudah sangat sangat mengerti kenapa Sekretaris PMII Riau dapat dikeroyok sekelompok orang tidak dikenal,” ujar Muhammad Arsyad, Ketua Cabang PMII Pekanbaru, Ahad (19/07/26).
Dalam aksi yang berlangsung dengan tertib, para kader PMII memanjatkan doa bersama serta menyampaikan harapan agar Kapolda Riau memberikan perhatian serius terhadap penanganan perkara tersebut.
Mereka meminta agar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) beserta jajaran melakukan penyelidikan secara maksimal sehingga kasus tersebut dapat segera diselesaikan.
“Penanganan yang cepat dan transparan penting dilakukan, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi terhadap mahasiswa maupun masyarakat lainnya. Mereka menilai setiap dugaan tindak kekerasan harus diproses secara tegas sesuai hukum demi memberikan rasa aman dan keadilan,” sebutnya.
Ketua Cabang PMII Pekanbaru dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses penanganan kasus hingga tuntas. Ia juga menyatakan, apabila penanganan perkara dinilai tidak menemukan kejelasan di tingkat Polda Riau, pihaknya berencana menyampaikan aspirasi ke tingkat nasional, termasuk ke Markas Besar Polri dan Komisi III DPR RI.
“Kami berharap kasus ini ditangani secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Apabila tidak ada perkembangan yang jelas, kami akan meminta keadilan hingga ke Mabes Polri dan Komisi III DPR RI,” pungkasnya mengakhiri. (Rls)
Editor : Kar











