Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Jokowi Dilaporkan ke Pengadilan Internasional, Pelanggaran HAM Berat

Jokowi Dilaporkan ke Pengadilan Internasional, Pelanggaran HAM Berat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Tragedi KM 50 yang menewaskan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) lima tahun lalu, resmi dibawa ke ranah internasional.

Pendiri dan Pembina Yayasan Markaz Syariah, Habib Rizieq Shiyab mengumumkan bahwa kasus tersebut telah didaftarkan ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) di Den Haag, Belanda.

“Kasus tragedi KM 50 sudah didaftarkan di Pengadilan Kriminal Internasional ICC pada bulan September lalu. Sudah dilaporkan ke Den Haag, sudah diregistrasi, hanya tinggal sekarang ini kita siapkan materinya,” ujar Habib Rizieq dalam acara haul yang disiarkan melalui kanal YouTube @OfficialIslamicBrotherhoodTV dikutip dari jakartasatu.com, Selasa (09/12/25).

Mantan Ketua Umum FPI itu menjelaskan, laporan investigasi pelanggaran HAM berat pada tragedi KM 50 telah selesai disusun. Laporan tersebut akan dibuat dalam dua bahasa dan akan disampaikan kepada Presiden, pimpinan MPR, DPR, DPD, serta seluruh instansi terkait di Indonesia.

Pintu Pengadilan HAM Dalam Negeri Tertutup

Habib Rizieq mengungkapkan, selama lima tahun terakhir pihaknya telah berupaya menggelar pengadilan HAM di dalam negeri, namun semua pintu tertutup. “Lima tahun ini kita sudah berusaha bagaimana bisa digelar pengadilan HAM di dalam negeri. Tapi memang pintu-pintu itu tertutup. Jadi agak sulit sehingga lima tahun kita jatuh bangun,” katanya.

Menurutnya, para advokat Persaudaraan Islam kemudian mengambil kesimpulan untuk membawa perkara ini ke forum internasional. “Kami tidak lagi berharap untuk gelar pengadilan HAM di Indonesia, tapi tetap kami hormati pemerintah kita, kita hormati semua jalur-jalur hukum yang ada di Indonesia ini,” tegasnya.

Dikategorikan Pelanggaran HAM Berat

Habib Rizieq menegaskan, tragedi KM 50 bukan pidana biasa atau pelanggaran HAM biasa yang boleh diselesaikan di pengadilan biasa. Ia membandingkan kasus ini dengan kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang melibatkan Ferdy Sambo, yang diselesaikan di pengadilan pidana biasa.

“Berbeda dengan kasus Munir yang diracuni di pesawat. Kasus Munir itu pelanggaran HAM berat karena sistemik, melibatkan badan negara, melibatkan aparat negara, ada rencana-rencana yang dibuat dan pembunuhannya penuh nuansa politik,” jelasnya.

Menurut Habib Rizieq, tragedi KM 50 memenuhi unsur pelanggaran HAM berat karena dilakukan secara sistemik dan masif, melibatkan instansi negara, serta ada unsur politik. Ia menjelaskan, enam santri yang tewas dalam insiden tersebut sedang menjaga keamanan dirinya dan keluarga karena adanya ancaman.

“Dua hari sebelum terjadi KM 50, ada tiga anggota BIN ditangkap oleh laskar di pesantren markas syariat Megamendung. Di laptop yang mereka bawa ada agenda yang bernama operasi delima yang mentargetkan saya,” ungkapnya.

26 Pejabat Negara Dilaporkan

Dalam laporan ke ICC, tercatat ada 26 pejabat negara yang dilaporkan, dengan nama pertama adalah Presiden Joko Widodo (periode 2014-2024). “Ada 26 pejabat negara yang kita laporkan ke ICC. Nomor satu adalah Joko Widodo. Ada sejumlah jenderal yang terlibat, ada sejumlah menteri, semuanya kita sebutkan,” kata Habib Rizieq.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut belum termasuk eksekutor di lapangan yang bisa mencapai 35 orang. Yang dilaporkan tidak hanya pelaku langsung, tetapi juga pejabat yang dianggap melakukan kejahatan “by omission” yaitu membiarkan peristiwa terjadi dan tidak menggelar pengadilan HAM.

“Joko Widodo kena dua-duanya, by omission dan by commission. Terlibat langsung baik dalam peristiwa KM 50-nya atau menjadi pencipta kondisinya,” tegasnya.

Yang menarik, Komnas HAM juga dilaporkan ke ICC. Menurut Habib Rizieq, Komnas HAM dengan sengaja memanipulasi data sehingga peristiwa ini tidak digelar pengadilan HAM. “Yang menarik, selama Komnas HAM melakukan penyelidikan sampai kepada kesimpulan, Komnas HAM tidak pernah menemui saya atau mengajukan pertanyaan kepada saya tertulis atau secara lisan berkaitan dengan peristiwa KM 50,” katanya.

Selain itu, mantan Kapolri, mantan Kapolda, hakim, dan jaksa di pengadilan negeri sampai Mahkamah Agung yang menggelar pengadilan yang disebut Habib Rizieq sebagai “sidang dagelan” juga dilaporkan.

Konsekuensi Pelaporan

Habib Rizieq menjelaskan, jika laporan ini resmi masuk pada Desember ini, nama-nama yang disebutkan akan masuk dalam database seluruh dunia di setiap bandara. “Mereka menjadi orang yang dicari oleh pengadilan internasional untuk diadili. Artinya orang-orang ini besok tidak bisa bebas lagi ke luar negeri. Mereka ke Singapura saja bisa ditangkap, apalagi ke Eropa yang punya perjanjian dengan Mahkamah Internasional,” katanya.

Menurutnya, laporan akan disetor lengkap dengan foto dan identitas. “Begitu diperiksa oleh imigrasi suatu negara, akan ketahuan ini dicari oleh mahkamah internasional, ini pelanggar HAM. Selama ini dipanggil tidak pernah mau datang ke pengadilan internasional, ditangkap, diserahkan ke Den Haag,” jelasnya.

Hambatan Teknis Selama Lima Tahun

Habib Rizieq mengungkapkan, salah satu alasan kasus ini baru bisa dilaporkan setelah lima tahun adalah karena ketiadaan pengacara HAM internasional. “Untuk melaporkan suatu masalah ke Mahkamah Pidana Internasional, kita harus punya pengacara HAM yang punya sertifikasi internasional. Selama ini kita tidak punya,” katanya.

Ia menjelaskan, pada 2021, kasus ini sempat dilaporkan secara online ke Mahkamah Internasional, namun tidak terproses karena tidak ada pengacara HAM internasional. “Alhamdulillah saat ini sudah belasan orang dari pengacara-pengacara Indonesia yang punya sertifikasi pengacara HAM internasional baru tahun ini,” ungkapnya.

Tragedi KM 50 terjadi pada Desember 2020 di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, yang menewaskan enam anggota laskar FPI. Pemerintah menyatakan insiden tersebut terjadi dalam bentrokan dengan polisi, namun keluarga korban dan FPI menilai ada penembakan yang disengaja dan menuntut pengadilan HAM. (Red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Hujan Buatan di Riau Saat Karhutla Minim dan Musim Penghujan, Kenapa?

    Operasi Hujan Buatan di Riau Saat Karhutla Minim dan Musim Penghujan, Kenapa?

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Meskipun karhutla minim di Provinsi Riau dan cenderung musim penghujan, anehnya hujan buatan tetap dilanjutkan. Hingga kini, operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan sudah memasuki periode kedua. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal menyampaikan bahwa periode pertama TMC hujan buatan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden ke […]

  • Jaksa Tabah Kejari Dumai Tuntut Mati Kurir Sabu 28 Kilogram 

    Jaksa Tabah Kejari Dumai Tuntut Mati Kurir Sabu 28 Kilogram 

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Jaksa Tabah Santoso dari Kejari Dumai menuntut mati kurir sabu 28 Kg. Sebelumnya, terdakwa Ruslaini terciduk di Selinsing pada awal Mei lalu. Informasi dirangkum, Kamis (27/11/25), sidang pembacaan tuntutan mati itu digelar pada Selasa 25 Nopember 2025 di Pengadilan Negeri Dumai. Baca juga : Jaksa Tuntut Koruptor Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai […]

  • UPACARA HUT Bhayangkara Ke 77, Polisi Cilik Polres Bengkalis Tampil Memukau dan Luar Biasa

    UPACARA HUT Bhayangkara Ke 77, Polisi Cilik Polres Bengkalis Tampil Memukau dan Luar Biasa

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 15Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Polisi Cilik (Polcil) binaan Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro SH SIK melalui Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Kaliman Siregar SH MM tampil memukau dan luar biasa, pada upacara HUT Bhayangkara ke 77 di Kantor Bupati Bengkalis, Sabtu (01/07/23). Polcil memberikan salam hormat kepada Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro SH SIK […]

  • Nelayan Rohil Krisis Solar, Padahal Telah Setor Uang ke SPBU 

    Nelayan Rohil Krisis Solar, Padahal Telah Setor Uang ke SPBU 

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Komisi B DPRD Rohil)l menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tindak lanjut keluhan nelayan terkait kesulitan BBM jenis solar di SPBU Bagansiapiapi. Rapat ini menjadi bentuk kepedulian legislatif terhadap persoalan yang berdampak langsung pada mata pencarian masyarakat pesisir. RDP tersebut dilaksanakan pada Selasa (01/07/25) di ruang Banmus DPRD Rohil dan menghadirkan berbagai pihak […]

  • Polsek Mandau Lanjutkan Pengelolaan Lahan Jagung, Fokus Perawatan dan Pengendalian Gulma

    Polsek Mandau Lanjutkan Pengelolaan Lahan Jagung, Fokus Perawatan dan Pengendalian Gulma

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Komitmen dalam mendukung Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia terus ditunjukkan oleh jajaran Polsek Mandau melalui pengelolaan lahan program gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektare. Kegiatan pengelolaan lahan dilaksanakan pada Selasa (5/5/2026) di Jalan Karya, Dusun Tanjung Sari, Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini dipimpin oleh […]

  • Mewabah, 22 Warga Desa Kuala Selat Inhil Terjangkit Malaria

    Mewabah, 22 Warga Desa Kuala Selat Inhil Terjangkit Malaria

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Pemkab Inhil menetapkan KLB malaria di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman pasca temuan 22 kasus malaria di wilayah itu.  Penjabat (Pj) Bupati Inhil, Erisman Yahya mengatakan pihaknya sudah menetapkan SK Bupati tentang KLB Malaria agar penangananya bisa dilakukan secara komprehensif dan tuntas. “Setelah mendapat laporan itu, dan dari hasil koordinasi dengan pihak […]

expand_less