Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » TAHANAN Tewas dengan Kepala Bolong dan Leher Patah, Propam Periksa Kapolsek Bukitraya

TAHANAN Tewas dengan Kepala Bolong dan Leher Patah, Propam Periksa Kapolsek Bukitraya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Kasus tahanan tewas di Mapolsek Bukitraya Pekanbaru terus bergulir, hingga Kapolseknya diperiksa Propam. Ternyata, kondisi Dimas Fernanda sangat mengenaskan, kepala bolong dan leher patah.

Diungkapkan kuasa hukum keluarga Dimas, Muhammad Abdu Harahap menyebut, berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya saat memandikan jasad Dimas, mereka menemukan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan.

“Jadi cerita keluarganya saat memandikan korban, kepala almarhum bolong, tepat di belakang telinga kiri. Kemudian lehernya patah,” jelas Abdu dikutip dari CAKAPLAH, Jumat (08/03/24).

Melihat hal tersebut, pihak keluarga mencurigai ada yang tidak wajar dengan kematian Dimas yang ditahan di sel tahanan Polsek Bukit Raya. “Kami menilai, kematian korban ini tak wajar,” ucapnya.

“Alasan penyidik kepada istri korban, jatuh di toilet dan sakit asam lambung,” sambungnya.

Tidak sampai di situ, istri korban juga merasa ditipu oleh penyidik karena dimintai uang Rp4,7 juta untuk autopsi. “Karena tidak ada biaya, maka istri korban diminta buat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” kata Abdu.

Diperiksa Propam Polda

Propam Polda Riau periksa Kapolsek Bukit Raya, AKP Syafnil terkait tahanan tewas bernama Dimas Fernada (25). Tahanan ini meninggal diduga akibat dianiaya pada 20 Nevember 2023.

“Saat itu saya lagi berada di bandara ada tamu, anggota duluan ke sana, baru saya menyusul, Saat sampai di sana rupanya sudah meninggal, dan sudah dilakukan autopsi luar,” jelas Syafnil.

Mengenai hal itu, Syafnil menyebut sudah menemui istri Dimas yang ketika itu ada di rumah sakit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Aku jumpai istrinya, ini untuk perkara ini, apa yang bisa diperbuat. Kalau mau diautopsi saya autopsi, saya bayar semuanya,” kata Syafnil.

Ketika itu, istri Dimas menyebut telah ikhlas atas kepergian suaminya dan menandatangani semua dokumen. Istri korban ingin suaminya dipulangkan ke Medan.

“Mendengar hal itu dari istrinya, kami mengurus semua kepulangan jenazah ke Medan, dan tidak ada meminta biaya apa pun,” tutur Syafnil.

Kemudian, Syafnil mendengar ada permintaan uang dari anggota yang menangani kasus ini sebesar Rp 4,7 juta. Hal itu terjadi ketika Syafnil belum sampai ke rumah sakit.

“Ternyata, saat saya belum sampai di Rumah Sakit Bhayangkara, anggota ada meminta uang autopsi. Polisi yang bersangkutan langsung pndahkan ke bagian lain karena membuat malu institusi,” ungkap Syafnil.

Kasus ini masih diselidiki oleh kepolisian. Pada Ahad (3/3/2024), tim dari Polda Riau dan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara membongkar makam Dimas atau ekshumasi untuk dilakukan autopsi. Ini untuk mengetahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab kematian.,

Dimas merupakan tersangka penggelapan dalam jabatan. Dia menjual barang-barang bekas di sebuah toko audio yang berada di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, dikutip detak24com dari CAKAPLAH. (*/Berita)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Info Haji 2026 : Zul Kanedi JCH Asal Pekanbaru Wafat di Mekah

    Info Haji 2026 : Zul Kanedi JCH Asal Pekanbaru Wafat di Mekah

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Jelang persiapan menuju Armuzna, kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Pekanbaru tergabung dalam Kloter BTH 18 dilaporkan wafat di Kota Makkah, Senin (25/05/26). Jemaah atas nama Zul Kanedi meninggal dunia pada pukul 21.47 WAS. Informasi tersebut disampaikan Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Provinsi Riau Defizon. “Semoga amal ibadah almarhum […]

  • Dicopot, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Diduga Terima Suap Kasus Narkotika 200 Juta 

    Dicopot, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Diduga Terima Suap Kasus Narkotika 200 Juta 

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Jabatan Kasat Res Narkoba Polresta Pekanbaru resmi dicopot dari M Jacub Nurman Kamaru. Hal itu terkait dugaan penerimaan uang dalam jumlah besar untuk membebaskan sejumlah tersangka kasus narkotika. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Riau, Rudi A Samosir. “Benar, yang bersangkutan saat ini sudah berada di Polda Riau,” ujarnya, […]

  • PASCA KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Wabup Asmar Pastikan Gaji Insentif dan THR Cair

    PASCA KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Wabup Asmar Pastikan Gaji Insentif dan THR Cair

    • calendar_month Minggu, 9 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    MERANTI, detak24com – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Kepulauan Meranti mengeluh tidak dicairkannya alokasi Anggaran Dana Desa (ADD). Tidak dicairkannya anggaran tersebut, berimbas pada tersendatnya penghasilan tetap (Siltap) kepala desa dan perangkat, serta operasional kegiatan kerja pemerintah desa di kabupaten termuda di Riau itu. Sejumlah kepala desa pun mengancam akan menutup kantor desa. Ancaman ini […]

  • 4.900 Ton Beras Impor Vietnam Masuk Lewat Pelabuhan Dumai, Ini Kata Bulog!

    4.900 Ton Beras Impor Vietnam Masuk Lewat Pelabuhan Dumai, Ini Kata Bulog!

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    DUMAI, detak24com – Sebanyak 4.900 ton dari Vietnam kembali masuk melalui pelabuhan Dumai. Pihak Bulog mengklaim hanya sebagai pelaksana saja. Menurut Kepala Cabang Bulog Dumai, Faisal, Selasa (11/7/2023) beras sebanyak 4.900 ton tersebut masuk pada Kamis (06/07/23) lalu. “Peran dari Bulog sendiri pada impor beras ini sebagai pelaksana kebijakan,” ujar Faisal. Menurutnya, kebijakan membuka kembali […]

  • Kelabui Polisi, Pengedar Sabu Jadikan Pondok untuk Transaksi di Bukit Kayukapur Dumai 

    Kelabui Polisi, Pengedar Sabu Jadikan Pondok untuk Transaksi di Bukit Kayukapur Dumai 

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Polisi membongkar transaksi sabu pada sebuah pondok di Bukit Kayukapur, Dumai. Seorang pria berinisial YAL (33) digiring ke kantor polisi bersama sejumlah barang bukti. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika dengan mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Dumai. […]

  • VIRAL Siak : Penghulu Dipolisikan Gegara Tuding Warga Jual Tanah Kampung

    VIRAL Siak : Penghulu Dipolisikan Gegara Tuding Warga Jual Tanah Kampung

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    SIAK, detak24com – Penghulu Kampung Olak, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, Zaiful Azim dilaporkan ke polisi gegara menuduh warga jual tanah kampung. Tudingan tak mendasar kepada warganya itu dilontarkannya dalam forum resmi di kantor kecamatan setempat pada 22 Januari 2024 lalu. Video singkat berdurasi 2 menit terkait tudingan Zaiful juga menyebar di media sosial. […]

expand_less