Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peristiwa » EVAKUASI Pendaki Marapi : 13 Orang Tewas, 10 Belum Ditemukan

EVAKUASI Pendaki Marapi : 13 Orang Tewas, 10 Belum Ditemukan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PADANG, detak24com – Tim gabungan melakukan evakuasi pendaki Marapi sebanyak 8 orang, Selasa (05/12/23) petang. Korban kedelapan dibawa dengan kantong jenazah.

Evakuasi pendaki Marapi untuk korban kedelapan petang kemarin tiba di posko pendaki Gunung Marapi pada pukul 17.38 WIB.

Data sementara dari Kantor SAR Padang, dari 75 total pendaki saat erupsi Gunung Marapi, 49 langsung turun pada hari yang sama erupsi terjadi. Kemudian, 26 lainnya terjebak di atas Gunung Marapi.

Lalu pada Senin (04/12/23) tim gabungan berhasil mengevakuasi total 8 orang. Dimana, 5 orang di antaranya meninggal dunia dan 3 lainnya selamat. Kemudian pada hari ini, Selasa (05/12/23) dievakuasi sebanyak 8 orang hingga petang hari.

Sehingga, sampai Selasa (05/12/23) pukul 18.00 WIB petang, dari 26 korban terjebak erupsi Gunung Marapi, 13 meninggal dunia dan sudah dievakuasi. Sementara, 3 orang selamat, dan tersisa 10 sedang evakuasi dari lokasi Gunung Marapi. Hingga berita ini diturunkan, ke-10 orang dalam proses evakuasi tersebut belum diketahui nasibnya.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan saat ini tim gabungan masih mengupayakan proses evakuasi korban yang masih ada di puncak gunung semaksimal mungkin. “Korban yang telah dievakuasi dibawa ke RS Ahmad Muchtar Bukittinggi,” jelasnya, Selasa (05/12/23).

Menurutnya proses evakuasi terkendala cuaca buruk dan juga erupsi Gunung Marapi yang masih terus terjadi. “Tim gabungan harus melindungi diri terlebih dahulu ketika erupsi baru, kemudian melanjutkan proses evakuasi,” sebutnya.

Ada Unsur Kelalaian?

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Ade Edward memandang bencana ini seharusnya sudah menjadi bencana nasional. Ia menilai ada unsur kelalaian di balik jatuhnya banyak korban.

“Gunung Marapi ini statusnya waspada level II sejak Agustus 2011, dievaluasi terus dan trennya sama tidak pernah turun,” ujarnya kepada Liputan6.com, dikutip (06/12/23).

Menurutnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar adalah pihak yang mesti bertanggungjawab atas dampak korban jiwa dalam bencana ini.

Ade menjelaskan, status waspada level II itu, gunung api sewaktu waktu dapat meletus membahayakan manusia. Sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi untuk tidak boleh mendekati puncak gunung dala radius 3 kilometer.

Iya karena tidak ada yang tahu kapan akan meletusnya makanya tidak boleh didekati, tapi oleh BKSDA malah dibuka sebagai wisata,” jelasnya.

Ade mengatakan, satu-satunya instansi yang berwenang dalam hal gunung api ialah Kementerian ESDM yakni PVMBG.

Jika ada instansi lain yang membuka dengan tujuan wisata, lanjutnya, maka mitigasi bencananya menjadi tidak jelas apalagi jika tidak berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Masalahnya dalam pembukaan kawasan ini mulai dari pemerintah daerah, provinsi dan BKSDA setuju untuk pembukaan taman wisata alam yang dikelola BKSDA ini,” ujarnya.

Ade menilai, BKSDA sudah melanggar ketentuan Undang-Undang 24 Tahun 2007 Penanggulangan Bencana. Pengelolaan Gunung Marapi menjadi tempat wisata, menurut Ade itu di luar kewenangan BKSDA, karena itu geologi dan gunung api.

Ia menyampaikan, pihak keluarga korban yang terdampak atas bencana erupsi Gunung Marapi kali ini bisa melaporkan dan menuntut secara pidana BKSDA Sumbar ke pihak kepolisian.

“Ada kelalaian, bisa dilaporkan dengan pidana oleh keluarga korban,” ia menambahkan.

Sementara, Plh Kepala BKSDA Sumbar, Eka Dhamayanti mengatakan sebelum pembukaan jalur pendakian Gunung Marapi sebagai Taman Wisata Alam (TWA) pada Juli 2023 ini, pihaknya sudah berdiskusi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk proses pengelolaan Marapi.

“Dari hasil kesepakatan dengan memperhatikan kondisi aktivitas gunung yang menurun pasca erupsi awal tahun kita memutuskan membuka dengan sistem baru dengan online,” katanya.

Namun demikian, kata Eka, karena status waspada level II maka pihaknya melakukan pembatasan dan menerapkan upaya mitigas risiko bencana erupsi dan bencana alam.

“Misalnya mitigas dengan memberi pengarahan dan imbauan, memberikan informasi kepada pengunjung tentang kerawanan bencana serta juga ada papan informasi,” ujarnya.

Akan tetap, jelas Eka, pihaknya tidak bisa membatasi ruang gerak pengunjung ketika sudah berada di kawasan TWA. Pihaknya mengaku SOP yang diterapkan sudah mengatur bagaimana perjalanan pendakian sesuai tepat waktu dan keselamatan pengunjung.

Terkait adanya indikasi kelalaian dari BKSDA, Eka menyebut bahwa semuanya proses mulai dari pembukaan TWA sudah melalui pertimbangan.

Lalu terkait adanya rekomendasi dilarang mendekati kawah radius 3 kilometer, Eka menilai hal itu sifatnya imbauan dari PVMBG.

“Imbauan itu juga sudah kita antisipasi dengan upaya mitigasi,” imbuhnya menambahkan. (06/12/23).

Editor : Kar

 

Terimakasih btelah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tersangka Bebas, Kejari Dumai Selesaikan Kasus Penggelapan Motor Lewat RJ

    Tersangka Bebas, Kejari Dumai Selesaikan Kasus Penggelapan Motor Lewat RJ

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com –  Supir berinisial YS alias Yonda yang sempat terancam menjalani proses peradilan atas dugaan penggelapan motor, akhirnya dapat kesempatan kedua. Kejari Dumai segera menghentikan penuntutan perkara tersebut setelah tersangka dan korban sepakat berdamai melalui mekanisme restorative justice atau RJ. Penghentian penuntutan itu ditandai dengan penerbitan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) oleh Kepala Kejaksaan […]

  • Mantan Dandim Dumai Promosi Jabatan Jadi Pangdam Udayana

    Mantan Dandim Dumai Promosi Jabatan Jadi Pangdam Udayana

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    DUMAI (DETAK24.COM) – Warga KOta Dumai khususnya yang acap tampil di publik, pastinya tak asing dengan nama Sonny Aprianto. Sekitar 10 tahun lalu ketika yang bersangkutan masih berpangkat Letkol, pernah menjabat sebagai Dandim 0303/Bengkalis (Makodim Dumai sekarang). Dimana, posisi kantornya tepat di depan RSUD Dumai. Dikutip dari kupasberita.com, Sabtu (29/01/22), Sonny Aprianto bertugas di Kota […]

  • KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Adil: Mohon Maaf atas Kekhilafan Saya

    KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Adil: Mohon Maaf atas Kekhilafan Saya

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    MERANTI, detak24com – Usai KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil meminta maaf kepada warganya atas kekhilafan yang ia buat selama ini. Adil terjaring OTT pada Kamis (06/04/23). Dia terciduk bersama 27 orang lainnya dalam upaya paksa tersebut. Dia diduga melakukan tiga tindak pidana korupsi, mulai dari menerima suap, memotong anggaran, hingga menyuap. “Saya mengucapkan […]

  • Jelang Pelantikan Presiden Prabowo Subianto, Polsek Ukui Pelalawan Siaga Satu

    Jelang Pelantikan Presiden Prabowo Subianto, Polsek Ukui Pelalawan Siaga Satu

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Jelang pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Polsek Ukui Pelalawan bersama TNI Siaga Satu. Pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka akan berlangsung Ahad, 20 Oktober 2024. Kapolsek Ukui, AKP Rudi Hardiyono, SH, memimpin apel Siaga Satu, Sabtu (19/20/24). Ini menandakan kesiapan seluruh jajaran kepolisian dan TNI […]

  • BOCAH 7 Tahun Tewas di Sungai Kuantan, Ditemukan Petang Tadi

    BOCAH 7 Tahun Tewas di Sungai Kuantan, Ditemukan Petang Tadi

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Bocah 7 tahun bernama Marvel yang hilang tenggelam saat mandi di Sungai Kuantan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan korban berhasil ditemukan pukul 17.00 WIB petang oleh petugas gabungan. Baca juga : NAHAS! Bocah 7 Tahun Hilang Tenggelam di Sungai Kuantan Desa Pulau Mungkur “Sudah ditemukan […]

  • POLRESTA PEKANBARU Sikat Komplotan Geng Motor, Terlibat Penganiayaan

    POLRESTA PEKANBARU Sikat Komplotan Geng Motor, Terlibat Penganiayaan

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Tim Opsnal Polresta Pekanbaru, berhasil membekuk dua pelaku pengeroyokan twarga. Para tersangka merupakan komplotan geng motor. Dimana pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu 19 November 2022 di sebuah cafe yang ada di Jalan Arjuna Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Korbannya adalah tiga orang pria. “Benar telah terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh geng motor […]

expand_less