DETIK-DETIK Penemuan Jasad Mahasiswa PCR, Terdengar Suara Ledakan Dahsyat dari Dasar Sungai Kampar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Pencarian mahasiswa PCR yang hanyut saat Ospek di Sungai Kampar menyisakan fakta misteri. Betapa tidak, jasad baru ditemukan setelah lima hari hilang. Ternyata hanya berjarak 200 meter TKP.
Menurut Anggota Tim SAR Gabungan yang ikut mencari jenazah Candra Ari Kusuma, ia sempat mendengar dentuman keras dari dalam sungai sesaat sebelum menemukan jasad korban. Tepatnya, dari dasar Sungai Kampar lokasi objek wisata Pulau Cinta.
“Setelah berkali-kali berputar, ada bunyi dentuman keras terdengar dari bawah sungai. Tidak lama setelah itu muncul jenazah korban ke permukaan,” kata Yogi, Kamis (08/06/23).
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan juga telah menemukan tanda-tanda gejala alam sejak pagi hari. “Tanda-tanda itu salah satunya adalah cuaca panas tetapi selalu berangin,” ungkapnya.
Lanjutnya, petunjuk masyarakat kepada petugas bahwa korban diyakini tersangkut di keramba yang berada di sungai.
“Dari situ kami menemukan dan saya pegang perlahan untuk dibawa ke pinggir. Kemudian dimasukkan ke kantong mayat,” pungkasnya.
Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dan selanjutnya dibawa ke rumah duka. Ia juga salut dengan kepedulian masyarakat di lokasi selama lima hari korban hilang.
“Saat Tim SAR Gabungan menutup pencarian di sore hari, masyarakat sekitar terpantau terus melakukan pencarian menggunakan sampan dan alat seadanya,” pungkasnya.
Diwartakan, awalnya pada Sabtu (3/6/2023) sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama ketiga temannya diperintahkan seniornya untuk membersihkan badan di sungai setelah berendam di kubangan lumpur.
Kemudian salah satu senior yang tidak tahu namanya menyuruh korban bersama Ari Dodi Romeo, Fikri Nakwan Rosandri, Septia Riandra Mandala untuk menutup mata pakai kain hitam dan memegang tongkat. Dipandu oleh senior lain bernama Rizal Akbar, mereka disuruh masuk ke sungai.
Saat itu, korban sempat berkata bahwa ia tak pandai berenang. Setelah itu terdengar teriakan minta tolong dari keempat mahasiswa malang itu. Tiga rekannya berhasil diselamatkan, namun korban bernasib malang.
Dikarenakan korban tidak pandai berenang, ia kemudian hilang terbawa arus sungai. Pada hari kelima setelah hanyut, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











