Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemerintah Dituding Caplok Lahan Warga untuk Bangun IKN

Pemerintah Dituding Caplok Lahan Warga untuk Bangun IKN

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com – Dahlia Yati dari Suku Paser Balik, penduduk asli tempat calon berdirinya IKN, mengaku kaget lahan rumahnya tiba-tiba sudah dipasang patok rencana pembangunan ibukota baru tersebut. Ia menyebut  sebelumnya datang surat edaran dari pemerintah Kalimantan Timur.

Pemasangan plang dan patok itu membuat dirinya dan warga setempat resah. Sebab, lahan yang tiba-tiba diklaim milik pemerintah itu sudah digunakan oleh Yati dan penduduk lainnya untuk berkebun selama bertahan-tahun.

“Masyarakat adat minta kejelasan soal lahan, agar tidak terdampak pembangunan IKN yang dipaksakan. Pemasangan plang yang terjadi ini bentuk pengambilan secara sepihak, tidak pernah bertemu atau koordinasi dengan kami,” ujar Yati dalam webinar Bersihkan Indonesia, Selasa (15/03/22).

Yati mengatakan lahan rumahnya berada sekitar 10 kilometer dari titik nol IKN atau tempat Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkemah bersama rombongan. Namun, alih-alih bertemu dengan warga sekitar yang terdampak pembangunan IKN, Jokowi justru melakukan ritual Kendi Nusantara dan berkemping di sana.

Padahal, kata Yati, lahan keluarga miliknya yang dicaplok oleh pemerintah untuk pembangunan IKN luasnya sampai empat hektar. Ia menyatakan kecewa dengan kunjungan Jokowi kemarin ke lokasi proyek IKN, karena keluhan warga asli soal pencaplokan lahan tidak didengarkan dan Jokowi lebih memilih kemping di titik nol.

“Kemping kemarin kami tidak membutuhkan. Hal itu buat apa? Tidak ada yang diuntungkan pula dengan itu,” kata Yati.

Sementara itu, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, Pradarma Rupang, menyebut ada potensi penggusuran terhadap 20 ribu warga adat dan lokal akibat pembangunan Otorita IKN di Kalimantan Timur. Mereka, kata Rupang, merupakan warga yang telah tinggal di kawasan hutan jauh sebelum adanya rencana pembuatan ibukota baru tersebut.

“Jadi 260 ribu hektar (total luas wilayah IKN) ini bukan tanah kosong, ada pemukiman warga,” ujar Rupang.

Rupang menerangkan, saat ini 40 persen dari total wilayah IKN sudah ditempati oleh warga. Data tersebut bahkan sudah dibenarkan oleh Kementrian ATR/BPN.

“Pembangunan IKN bakal menimbulkan daya rusak berlapis ke 53 kampung (di sekitar IKN). Pembukaan lahan bisa membuat kerusakan dan pencemaran yang seharusnya menopang kehidupan di sekitarnya,” kata Rupang.

Sementara itu juru kampanye hutan dan kebun WALHI, Uli Arta Siagian, menyebut pemerintah selama ini selalu menganggap bahwa hutan-hutan yang ada di Kalimantan merupakan tanah yang tidak bertuan. Padahal, kata dia, di hutan tersebut ada masyarakat yang tinggal di sana.

“Pemerintah menegaskan lahan itu tanah tidak bertuan. WALHI mengungkapkan bahwa terjadi banyak tumpang tindih di lahan calon ibukota ini,” kata Uli.(tp)

Editor : kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (11)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Belasan Sekolah di Riau Keciprat Bantuan Laptop Nadiem Makarim 

      Belasan Sekolah di Riau Keciprat Bantuan Laptop Nadiem Makarim 

      • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Sebanyak 14 SMA dan SMK di Riau menerima bantuan laptop dari pemerintah pusat melalui program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019–2024. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah. Sekretaris Disdik Riau, Arden Sumeru menyampaikan distribusi laptop berlangsung sesuai petunjuk teknis dari pemerintah […]

    • PDIP Dumai rapat konsolidasi. F :. PAB Indonesia.com

      PDIP Teratas, Berikut Elektabilitas Parpol Survei LSJ

      • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
      • account_circle Redaksi
      • 19Komentar

      JAKARTA, detak24com – PDIP berdasarkan survei elektabilitas partai politik di Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menduduki posisi teratas. Gerindra dan Golkar menyusul di posisi dua dan tiga. Survei LSJ ini dirilis, Senin (28/8/2023). Survei dilakukan pada 14 hingga 24 Agustus 2023 di 34 Provinsi Indonesia. Jumlah responden survei sebanyak 1.200 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel […]

    • BUANG SAMPAH Sembarangan di Pekanbaru, Siap-siap Disidang Hakim!

      BUANG SAMPAH Sembarangan di Pekanbaru, Siap-siap Disidang Hakim!

      • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
      • account_circle Redaksi
      • 10Komentar

      PEKANBARU, detak24.com – Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun mulai gerah dengan aksi buang sampah sembarangan. Jika kedapatan siap-siap untuk disidangkan hakim. Muflihun memastikan akan memberlakukan sanksi tegas bagi masyarakat yang buang sampah sembarangan. Sanksi tersebut berupa Tindak Pidana Ringan (Tipiring). “Mulai Januari mendatang, kita akan berlakukan sanksi Tipiring untuk yang buang sampah sembarangan,” ujar Muflihun […]

    • BOCAH SD Tewas di Kolam PDAM Sorek, Perusahaan harus Tanggungjawab

      BOCAH SD Tewas di Kolam PDAM Sorek, Perusahaan harus Tanggungjawab

      • calendar_month Jumat, 27 Jan 2023
      • account_circle Redaksi
      • 14Komentar

      PELALAWAN, detak24.com – Peristiwa tragis terjadi Pangkalan Kuras, Pelalawan. Seorang bocah SD tewas akibat tenggelam di kolam PDAM Km 2, Kelurahan Sorek Satu. Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK melalui Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Alwis SH membenarkan peristiwa bocah tewas akibat tenggelam. “Benar, ada kejadian seorang anak meninggal dunia akibat tenggelam di kolam PDAM Kelurahan […]

    • Pemkab Cabut Izin PKS PT SIPP, Warga Berharap Tindak Tegas Aparat

      Pemkab Cabut Izin PKS PT SIPP, Warga Berharap Tindak Tegas Aparat

      • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
      • account_circle Redaksi
      • 18Komentar

      DURI (DETAK24.COM) – Sikap tegas Pemkab Bengakalis mencabut izin usaha Pabrik Kelapa Sawit PT Sawit Inti Prima (PKS SIPP) disambut positif oleh warga yang mendapatkan pencemaran limbah dari PKS tersebut. Pencabutan Izin usaha dan Lingkungan PKS PT SIPP tersebut efektif per tanggal 13 Januari 2022 lalu. Pencabutan izin terkait dengan pelanggaran perusahaan dalam pencemaran lingkungan […]

    • PENCABULAN Sesama Anak TK di Pekanbaru, Begini Pendapat Kak Seto

      PENCABULAN Sesama Anak TK di Pekanbaru, Begini Pendapat Kak Seto

      • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
      • account_circle Redaksi
      • 4Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto turun tangan untuk kasus pencabulan sesama anak TK di Pekanbaru. Seperti diketahui, kasus tersebut tengah diproses aparat kepolisian. Pria yang akrab disapa Kak Seto ini pun mendatangi Polresta Pekanbaru untuk melakukan mediasi. Kak Seto mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada Polresta Pekanbaru […]

    expand_less