KAWANAN GAJAH Liar Gerilya di Dua Kecamatan Pelalawan, Rusak Kebun Petani
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 8 Feb 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PELALAWAN, detak24.com – Hampir sebulan berlalu kawanan gajah liar terus merusak kebun milik warga Kabupaten Pelalawan. Kondisi ini kian menambah kerugian masyarakat. Khususnya kebun warga yang dirusak atau dimakan satwa dilindungi itu.
Dikutip Rabu (08/02/23), hingga Selasa (07/02/23) kemarin kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah 4 ekor itu masih berkeliaran di beberapa lokasi di Kabupaten Pelalawan. Daerah gerilyanya yaitu, kawasan Kecamatan Langgam Desa Gondai, Kecamatan Pangkalan Kuras Desa Betung dan Talau.
Dari laporan warga pemilik kebun yang diketahui, ratusan batang sawit sudah rusak dan dimakan kawanan gajah ini. Seperti yang disampaikan Kades Betung Darman, yang ternyata kebun pribadinya juga menjadi sasaran makanan gajah.
“Kebun saya pribadi lebih 100 batang sawit berumur 1 tahun yang dimakan kawanan gajah. Sehingga kondisi ini menimbulkan kerugian yang cukup besar,” ujar Darman saat bersama rombongan BKSDA Riau serta PT Musimmas, menggiring kawanan gajah ke habitatnya.
Sementara, Kabid Wilayah I BBKSDA Riau, Hansen Siregar kepada Riauterkini membenarkan saat ini ada sejumlah kawanan gajah liar diperkirakan berjumlah 4 ekor yang masuk ke perkebunan warga Pelalawan, namun dari awal laporan masyarakat pihaknya mengakui sudah melakukan usaha untuk menggiring gajah ini kembali ke tempat awalnya.
“Tim kita juga sudah turun, terdiri dari BBKSDA Riau, Balai TNTN dan Yayasan TNTN, yang kami lakukan secara bergantian untuk melakukan mitigasi konflik, laporan terakhir satwa gajah liar dari Desa Talau sudah berhasil digiring memasuki areal HGU perkebunan PT Musimmas,” ujar Hansen.
Lanjutnya, besar kemungkinan kawanan gajah itu kembali keluar dan memasuki Desa Betung, karena menurut analisa dan dugaan tim ada kelompok gajah lainnya yang menyeberang Sungai Nilo dari arah PT Arara Abadi sekitar hari selasa yg lalu, ada kemungkinan gajah tersebut sudah bergabung dengan kelompok gajah yang 3 ekor.
“Kami berharap masyarakat bisa menahan diri dan bersabar. Jangan sampai ada tindakan mau meracun atau membunuh gajah ini. Kita bersama tim lainnya tetap mengupayakan semaksimal mungkin agar gajah liar kembali ke habitatnya,” pungkasnya.(riauterkini))
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











