PERGI Menjaring Udang, Nelayan Karimun Kepri Tewas Tersambar Petir
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
- print Cetak

Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARIMUN, detak24com – Seorang nelayan Karimun bernama KA (43) tewas tersambar petir saat menjaring udang. Peristiwa itu terjadi di perairan Pantai Tanjung Ambat, Kecamatan Buru.
Data dirangkum di Mapolres Karimun, Ahad (14/04/24), nelayan tersebut dilaporkan hilang beberapa jam sebelum akhirnya ditemukan oleh tim pencari yang terdiri dari polisi dan masyarakat setempat.
“Kejadian terjadi Jumat (12/4), dan korban ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus.
Kronologi kejadian ini dimulai ketika KA berangkat melaut pada Jumat (12/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KA biasanya pergi menjaring udang sendirian menggunakan sampan.
“Pukul 07.00 WIB, rekan korban melihat sampannya mengapung di laut. Saat diperiksa, korban tidak terlihat,” kata Fadli.
Rekan KA segera melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian setempat.
“Saksi meminta bantuan kepada masyarakat dan melaporkan ke Polsek Buru,” tambahnya.
Setelah beberapa jam pencarian intensif oleh masyarakat dan polisi, KA akhirnya ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi penemuan sampannya.
“Dugaan sementara adalah korban terjatuh ke laut dan tenggelam saat menjaring. Keluarga meyakini bahwa KA meninggal akibat cuaca ekstrem, seperti tersambar petir, saat ia sedang melakukan pekerjaannya di laut,” ungkap Fadli dikutip detiksumut.
Kepergian KA meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas nelayan setempat. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi nelayan lainnya tentang bahaya yang mungkin terjadi saat beraktivitas di laut, terutama dalam cuaca ekstrem. (*/berita)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











